BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pada tahun 1914 James Franck dan Gustav Hertz melakukan eksperimen untuk
menguji langsung
hipotesis Bohr yang menyebutkan bahwa energi atom
terkuantisasi.Atom gas bertumbukan dengan elektron-elektron dan memperoleh energi
dari tumbukan hanya jika energi elektron melampaui ambang
tertentu. Eksperimen ini
menunjukkan secara langsung
bahwa tingkat energi atomik nyata adanya dan tingkat- tingkat ini sama dengan
tingkat-tingkat yang terdapat pada spektrum garis.
Kemudian
ia
kembali
ke Eropa selama
setahun, untuk menjadi dosen
tamu di Kopenhagen,
Denmark.
Pada
1925,
Franck menerima Hadiah Nobel
Fisika, yang
diterimanya dengan Hertz, untuk kerja mereka dalam fisika kuantum.
Mekanika kuantum
ialah teori fisika fundamental semua kuantum yang memperluas, membetulkan
dan
menyatukan mekanika Newton dan elektromagnetisme Maxwell, pada tingkat atom
dan subatom.Franck
dan Hertz mempelajari
gerakan elektron bebas
dalam bermacam gas dan
pengaruh yang dimiliki elektron
itu pada fungsi atom.
Teori atom Bohr
memperkenalkan atom
sebagai
sejenis miniatur
planet mengitari
matahari dengan
elektron-elektron mengelilingi orbitnya sekitar bagian
pokok,
tapi dengan perbedaan yang sangat
penting.
Sehingga perlulah
dilakukan
sebuah
percobaan untuk membenarkan teori-teori tersebut. Pada percobaan Frank-Hearzt di Laboratorium
Fisika Atom, kebenaran..
Oleh karena itu, melalui
praktikum ini dapat membantu dalam memahami
fenomena-fenomena alam yang terjadi, dan dapat dijadikan sebagai penunjang materi mata kuliah.
1.2 Tujuan
1. Untuk menentukan
tegangan eksitasi.
2. Untuk
menentukan energi eksitasi dari setiap cincin dan
panjang gelombang dari
energi
eksitasi.
BAB
II
DASAR TEORI
Kita
menyimpulkan pada bagian ini sebuah diskusi singkat yang ada pada eksperimen Franck dan Hertz. Pada tahun 1914 James Franck dan Gustav Hertz (keponakan Heinrich Hertz)
melakukan eksperimen indah yang menunjukan secara meyakinkan sifat kuantitas tingkat energi atom-terkuantitsi. Keadaan energi atom diprediksi
oleh Niels Bohr
pada tahun 1913. Memang
ketika memperkenalkan
Franck dan Hertz
untuk
menerima Hadiah Nobel, disebutkan hipotesis Bohr
tahun1913, bahwa atom dapat eksis di berbagai negara masing-
masing adalah dicirikan oleh tingkat energi ini mengatur garis spektral yang dipancarkan oleh
atom, tidak lagi hanya hipotesis tetapi fakta-fakta yang
terbukti secara eksperimental. Metode
verifikasi hipotesis ini adalah karya James Franck dan Gustav Hertz dimana
mereka telah dianugrahi “untuk
penemuan mereka tentang hukum yang mengatur dampak elekron pada
atom”.
Pengaturan eksperimental Franck dan Hertz.
Elektron diproduksi oleh filamen tungsten yang dipanaskan. Elekton-elektron ini dipercepat oleh sebuah kawat G yang
dijaga
pada jarak beberapa sentimeter dari hiamen. Jaring kawat disimpan pada potensial negatif kecil sehingga elekron energi yang sangat rendah (setelah melewati G) tidak akan mencapai
pelat P. Variasi
khas arus
pelat (seperti yang diperoleh
oleh Franck dan Hertz) dengan
tegangan V. Seperti yang
dapat dilihat ketika V mencapai 4,9V (atau kelipatanya) ada arus
yang tiba-tiba turun. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa elektron yang mencapai 4,9 ev
energi menggairahkan atom Hg
dan
kehilangan seluruh energinya dan tidak lagi dikumpulkan oleh lempeng P. Dengan
demikian mengkonfirmasi
keadaan energi diskrit dari
atom Hg. (Ghatak.
A, 2004) Pada tahun 1914, J. Franck dan G. Hertz melaporkan sebuah percobaan luwes yang tak biasa
yang membuktikan bahwa energi mekanik, seperti energi elektromagnetik, diserap oleh atom- atom
dalam
kuantitas
yang berlainan. Karena
begitu
sederhana dan
meyakinkan,
maka
percobaan ini berhak
mendapatkan
sedikit pertimbangan yang
terperinci. Peralatan yang
dipergunakan
oleh Franck dan
Hertz terdiri
dari sebuah kabel pemanas listrik, yang
ditempatkan sejajar dengan sumbupada jaringan silinder, yang mana dikelilingi oleh sebuah pengumpul. Alat
tersebut ditempatkan dalam pagar yang berisi
dengan uap air merkuri. Suatu
pertemuan
tunggal dari sebuah partikel
alpa dengan atom,
dikarenakan perhitungan sebelumnya mendasar pada perkalian sejumlah kecil partikel alpa yang tidak memberikan hasil yang
memuaskan. Dia menunjukkan bahwa hasil percobaan dapat dijelaskan jika atom dianggap terdiri dari harga positif yang kuat atau negatif dari pusat, memfokuskan jarak yang
kurang dari 3 x 10-12 cm dan dikelilingi oleh sebuah bidang elektrifikasi yang harganya
berlawanan memperpanjang
seluruh sisa dari atom, sebagai contoh, untuk jarak yang
kira-kira
sepanjang 10-8 cm. Kemudian sejumlah kecil partikel alpa dapat dianggap pokok harga dari
pusat atau inti, yang akan menyebabkan partikel alpa menggambarkan garis edar hiperbola dengan pusat
dari
atom sebagai
satuan fokus. (Powell. J. L,
1961) Postulat pertama
Bohr, konsekuensi teoritis dari
panjang gelombang materi de
broglie menarik. Kami selanjutnya menggambarkan bagaimana panjang gelombang de broglie cocok
dengan model atom Bohr. Jika string yang diregangkan menyebabkan getaran, gangguan
bergerak kebawah string di kedua arah dalam fase, alih-alih berjalan tercermin di ujung
dengan perubahan 180°, dan kembali satu sama lain. Secara umum gangguan tali ini menyebabkan gerakan kompleks yang membuat tali tampak kabur di mana-mana. Jika frekuensi menarik, panjang senar, atau tegangan entring bervariasi, penyesuaian dapat
dilakukan sehingga menghasilkan gelombang stasioner. Loop dan node perpindahan muncul. Menjalankan perintah ke atas dan kebawah senar, gelombang
tampak diam, dengan aktifitas transfer di loop dan hanya aktivitas goyang di node. Kondisi untuk gelombang stasioner yang
stabil adalah bahwa panjang
string menjadi bilangan bulat setengah panjang
dari gangguan.
Alasan untuk setengah dalam kondisi gelombang stasioner yang
stabil adalah adanya
pergeseran
fase 180°.
Jika kita bisa mendorong seorang koboi yang terampil untuk memutar lariatnya sehingga loop pada akhirnya membentuk horizontal (hampir), kita dapat bayangkan diri kita
bergetar koboi dan menyebabkan gelombang diam di loop. Harus diakui cukup sulit untuk dilakukan. Untuk mengamati gelombang yang
tidak bergerak, pantulan pada ujungnya kita harus memutartubuh
kita dengan lingkaran dan mengamati gerakan dari pusatnya. Dalam hal ini gangguan akan terjadi di sekitar loop
di dua arah, membentuk gelombang
stasioner tanpa perlu refleksi. Disini kondisi untuk stasioner
loop menjadi jumlah keseluruhan panjang gelombang dari gangguan gelombang.
Kita dapat tahu menggambarkan analogi panjang dengan atom hidrogen dengan
menyamakaan setiap koboi ke proton dengan orbit elektron. Gangguannya pada gelombang
elektron de Broglie. Asumsi kita selanjutnya bahwa elektron yang berasal dari gelombang tegak yang stabil, bahwa panjang dari orbit dibagi dari panjang gelombang adalah bilangan
bulat n. Kita dapati: memberikan persesuaian yang sangat baik pada percobaan dan, merupakan sukses utama
teori
kuantum awal.
Yang mana sekali lagi sangat sependapat dengan percobaan terhadap atom-atom ini. Namun, keberhasilan pendekatan ini bila diterapkan pada atom lain yang
mengandung dua atau lebih
elektron yang terbatas, terutama karena sifat rumuitnya interaksi Coulomb antara beberapa
elektron dan
proton, dan umumnya perkiraan
atau teknik
numerik harus digunakan.
Keistimewaan yang tidak hadir dalam model Bohr. Secara teoritis, model Bohr mencampur partikel dan gambar gelombang
elektron yang
dianggap oleh orang banyak tidak memuaskan.
Teori ini, yang dikembangkan oleh Heisenberg, Pauli, Schrodinger, Sommerfeld, dan lain- lain, yang cukup rinci secara matematis. Hasil utama yang
berasal dari teori ini adalah bahwa ada
empat bilangan kuantum menggambarkan keadaan elektron, dibandingkan dengan satu
kuantum bilangan hadir dalam
model Bohr. Bilangan-bilangan
kuantum
tersebut adalah
n, bilangan kuantum utama, l, bilangan kuantum orbital, mp bilangan kuantum orbital berputar ms, bilangan putaran kuantum. Ini adalah label yang dalam arti yang sangat terbatas dapat dianggap sebagai
karakterisktik arah yang mana elektron berputar pada porosnya. ms
Tidak
ada dia elektron
dalam sistem
yang
miungkin memiliki set
bilangan kuantum
yang sama. Menunjukkan apa yang terjadi saat kita mulai menambahkan
satu elektron tambahan pada gilirannya, dengan prisip
tertentu.
(Sutarno, 2017)
BAB
III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1
Peralatan dan Fungsi
1. Seperangkat komputer, terdiri dari:
a. Monitor
Fungsi : Untuk menampilkan data, grafik,
dan untuk melihat
waktu pembentukan cincin, dan
untuk
mengoperasikan sensor
cassy
yang terhubung oleh
komputer
b. CPU
(Central Processing Unit) Fungsi
: Untuk menjalankan
input.
c. Mouse
Fungsi : Untuk mengarahkan
kursor. d. Keyboard
Fungsi : Untuk mengetik nama. e. UPS
Fungsi
: Untuk menyimpan
daya
2. Seperangkat Franck – Hertz Apparatus (No. Seri osk 5221 Ogawa Seiki, Ltd, Jerman),
terdiri dari:
a. Pesawat Franck – Hertz
Fungsi : Untuk
menginputkan
tegangan dan melihat tegangan eksitasi cincin.
b. Tabung
gas Neon
Fungsi : Untuk melihat cincin yang dibentuk
oleh sinar
katoda karena adanya perpendaran elektron.
c. Banana Cable
Fungsi
: Untuk menghubungkan pesawat
Franck Hertz ke tabung pelucutan.
3. Adaptor
Fungsi
: Untuk menstabilkan
tegangan yang masuk,
atau
menurunkan tegangan
dari
220 V ke 30 V.
4. Sensor Cassy
Fungsi
: Untuk mendeteksi besarnya tegangandan mengeksitasinya.
5. Kabel-kabel, terdiri dari:
a. XY Recorder
DAFTAR PUSTAKA
Ghatak, A. 2004. Quantum Mechanics :Theory and Applications. Netherland: Kluwer
Academic Publisher. Pages :64
Powel,
J. L.
1961. Quantum Mechanics. London: Addison-Wesley Publishing Company.
Pages
:11-
13
Richards,
J. A. 1960.Modern University Physics. First
Edition. London: Addison-Wesley
publishing Company.
Pages
: 829-830
Sutarno. 2013. Fisika untuk Universitas.
Edisi Pertama. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Halaman : 168
– 171



Tidak ada komentar:
Posting Komentar