Tampilkan postingan dengan label zat padat 1. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label zat padat 1. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 September 2021

Clean Energy Trainer Wind Generator - Laboratorium Zat Padat 1 - FISIKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Indonesia sebagai negara kepulauan yang 2/3 wilayahnya adalah lautan dan mempunyai garis pantai terpanjang di dunia yaitu ± 80.791,42 Km merupakan wilayah potensial untuk pengembangan pembanglit listrik tenaga angin. Bagi bangsa  Indonesia, potensi ini hendaknya mendapat perhatian yang serius dari pemerintah, sebab Pembangkit Listrik Tenaga Angin adalah pembangkit listrik alternatif yang memanfaatkan energi angin, ramah lingkungan, hemat energi, anti polutan, dan sangat tepat untuk diaplikasikan di pedesaan. Energi angin merupakan energi terbarukan yang cukup berkembang pemanfaatannya saat ini. Sebab angin adalah salah satu bentuk energi yang tersedia secara melimpah di alam ini. Energi angin adalah energi yang relatif bersih dan ramah lingkungan karena tidak menghasilkan karbon dioksida (CO2) atau gas-gas lain yang berperan dalam pemanasan global, sulphur dioksida dan nitrogen oksida (jenis gas yang menyebabkan hujan asam). Energi ini pun tidak menghasilkan limbah yang berbahaya bagi lingkungan ataupun manusia. Selain ramah lingkungan, sumber energi ini juga selalu tersedia setiap waktu dan memiliki masa depan bisnis yang menguntungkan. Di samping itu turbin atau kincir angin memiliki pesona tersendiri dan menjadi atraksi wisata yang menarik. Kebanyakan tenaga angin modern dihasilkan dalam bentuk listrik dengan mengubah rotasi dari pisau turbin menjadi arus listrik dengan menggunakan generator listrik. Pada kincir angin energi angin digunakan untuk memutar peralatan mekanik untuk melakukan kerja fisik, seperti menggiling gandum atau memompa air. Tenaga angin digunakan dalam ladang angin skala besar untuk penghasilan listrik nasional dan juga dalam turbin individu kecil untuk menyediakan listrik di lokasi yang terisolir.

1.2  Tujuan

1.    Untuk mengetahui pengaruh posisi baling – baling rotor terhadap daya listrik.

2      Untuk mengetahui pengaruh jumlah baling – baling rotor tehadap daya listrik.

3      Untuk menegetahui aplikasi dari Wind Generator.

4      Untuk mengetahui prinsip kerja dari Wind Generator.

5      Untuk mengetahui bagaimana hubungan antara energigerak dengan energi listrik.

BAB II

DASAR TEORI

Energi angin benar-benar merupakan bentuk tidak langsung dari energi matahari, karena angin sesuai dengan kenyamanan yang tidak sesuai pada kerak bumi oleh matahari. Angin secara garis besar dapat diterjemahkan sebagai angin planet dan lokal. Angin planetary disebabkan oleh pemanasan yang lebih besar di permukaan bumi dekat ekuator dari kutub utara dan selatan. Hal ini menyebabkan udara hangat di daerah tropis naik dan mengalir melalui atmosfer ke kutub dan udara dingin dari kutub mengalir kembali ke ekuator di dekat permukaan bumi. Mesin ini lebih awal, kadang-kadang disebut kincir angin Persia, merupakan evolusi dari kapal. Tekanan angin tentang layar yang menyebabkan roda berputar. Jenis yang digunakan di Tiongkok untuk menguapkan air laut untuk memproduksi garam diabad 13. Yang terakhir di Crimea, Eropa, dan Amerika Serikat, yang masih ada sampai saat ini. Yang paling berhasil di awal-awal yang disebut Savonius Windmill (Savonius dari Finlandia). Setelah ide kincir angin sampai Eropa  sumbunya diubah menjadi arah horisontal. Mesin semacam ini di Perancis dan Inggris pada akhir abad 12. Modifikasi kincir ini terjadi di Eropa dan Amerika, digunakan untuk menggiling gandum, drainase, penggergajian kayu, dan lain-lain. Kincir angin kali pertama yang digunakan untuk membangkitkan listrik dibangun oleh P. La Cour dari Denmark di akhir abad 9. Setelah perang dunia I, layar dengan airfoil berpenampang melintang akibat sudu propeler pesawat terbang digunakan untuk kincir angin, yang sekarang disebut baling-baling jenis kincir angin, atau turbin angin. Kincir semacam ini dibangun di Crine dan menghasilkan listrik tegangan rendah eksperimen pada kincir angin sudu kembar dilakukan di USA, khususnya di tahun 1940, di mana dibangun di kincir yang besar yang disebut Mesin Smith-Putman, yang dibuat oleh Palmer Putman dengan bantuan dari Theodore Von  Karman.  Suatu kapasitas berkapasitas 1,25 MW telah dibuat oleh Morgen Smith Company dari York Pensylvania. Kincir ini bersudu kembar dengan propeler dimeter 175 kaki (55 m) bertipe rotor beratnya 16 ton, dipasang di  atas menara setinggi 10 kaki (34 m), dan diputar pada 28 rad / laki-laki.  Salah satu sudunya rusak pada tahun 1945. Dari jumlah energi matahari yang terserap oleh bumi, 20% atau 2,10 Watt diserap oleh atmosfer. Penyerapan energi panas ini dapat memanaskan atmosfer bumi yang merupakan suatu tempat penyimpanan energi termal, sebagai gerak konveksi dari atmosfer yang merupakan suatu konversi ke energi kinetik.                                                                                        (Pudjanarsa, 2006)

Pengoperasian mesin listrik yang berputar tergantung pada hubungan relatif antara medan magnet, konduktor dalam medan magis, dan gerakan konduktor relatif terhadap medan magnet. Kami menyebutkan medan magnet yang dihasilkan oleh konduktor pembawa arus dan GGL yang diinduksi dalam konduktor.

Dalam hal ini kami menyajikan hubungan antara medan magnet dan arus-konduktor arus-membawa sepanjang arus harus mengalir ke atas, dan tegangan yang diinduksi akan memiliki polaritas yang ditunjukkan. Perhatikan bahwa vektor kecepatan tegak lurus terhadap konduktor dan medan magnet. Sekali lagi, jika jari-jari tangan kanan diarahkan ke arah vektor kecepatan dan menyilang ke dalam vektor kerapatan fluks, cenderung jempol tangan kanan akan ke arah GGL yang diinduksi. Harus diperjelas, pada titik ini, bahwa GGL adalah kuantitas skalar walaupun teknik akan menunjukkan polaritas. Karena tegangan induksi sebanding dengan kerapatan fluks, tegangan kecil V, diterapkan pada terminal rangkaian medan, arus, akan mengalir dalam koil medan, meningkatkan kerapatan fluks magnet dan menghasilkan peningkatan tegangan induksi. Siklus diulangi hingga arus mencapai maksimum, yang dibatasi. Kondisi-kondisi ini terkait dengan grafik dan rangkaian. Resistansi medan dan koil terhubung dengan arsitektur.

Tegangan terminal akan berkurang ketika tegangan jangkar jatuh, R, meningkat, dengan asumsi bahwa kecepatan rotor konstan. Dimungkinkan untuk menghubungkan kumparan medan secara seri dengan sirkuit rotor. Jika kumparan ini secara fisik terluka di sekitar kutub medan yang sama dengan medan shunt, total fluks akan terpengaruh.  Jika fluks yang dihasilkan oleh arus rotor yang melewati bidang seri membantu fluks yang dihasilkan oleh medan shunt, fluks akan meningkat dengan meningkatnya arus rotor. Peningkatan fluks akan menyebabkan peningkatan tegangan yang dihasilkan. Jika tegangan terminal beban penuh lebih besar dari tegangan terminal tanpa beban, generator disebut generator kelebihan beban. Membalikkan koneksi bidang seri akan dihasilkan oleh kerapatan fluks residual. Generator overcompound digunakan di mana beban berada sangat jauh dari generator. Peningkatan tegangan terminal mengatasi penurunan voltase di saluran transmisi antara beban dan generator. Generator senyawa datar dapat digunakan di mana bebannya sangat dekat dengan generator. Generator kompon rata adalah generator dengan tegangan beban penuh sama dengan tegangan tanpa beban. Generator shunt dapat digunakan di mana pengaturan tegangan bukan masalah serius dan di mana beban berada cukup dekat dengan generator.                                                              (Johnson, 1965) Turbin adalah mesin penggerak, di mana energi fluida yang digunakan langsung untuk memutar roda turbin. Jadi, berbeda dengan yang terjadi pada mesin torak, pada turbin tidak ada bagian yang bergerak terjemahan. Bagian turbin yang berputar dinamai rotor atau roda turbin sedangkan bagian yang tidak berputar dinamai stator atau rumah turbin. Roda turbin terletak di dalam rumah turbin dan roda turbin memutar poros daya yang menggerakkan atau memutar bebannya (generator, pompa, kompresor, baling-baling atau mesin lainnya). Di dalam turbin fluida kerja meningkatkan proses ekspansi, yaitu proses penurunan tekanan, dan perpindahan kontinu. Fluida dapat berbentuk udara, uap udara, atau gas. Pada roda turbin ada sudu dan fluida kerja mengalir melalui ruang di antara sudu tersebut.  Jika kemudian muncul sebagai roda turbin dapat diputar, maka tentu saja ada gaya yang bekerja pada sudu. Gaya ini timbul karena perubahan momentum dari fluida kerja yang mengalir di antara sudu. Jadi, sudu harus diselesaikan. Setelah selesai, lakukan momentum perubahan pada fluida kerja tersebut. Seperti telah diterangkan sebelumnya, roda turbin melingkari permukaan terpasang sudusudu.

Oleh karena sudu ini bergerak bersama-sama dengan roda turbin, maka sudu ini dinamai gerak sudu. Pada roda turbin mungkin ada beberapa baris sudu gerak yang dipasang berurutan dalam arah aliran fluida kerja. Setiap baris sudu terdiri dari sudu disusun saya lingkari roda turbin, masing-masing dengan bentuk dan ukuran yang sama. Turbin dengan satu baris sudu gerak saja, dinamai turbin bertingkat tunggal. Sementara turbin dengan beberapa baris sudu gerak dinamai turbin bertingkat ganda. Dalam hal ini terakhir fluida bekerja melalui baris sudu yang pertama, kemudian baris kedua, ketiga, dan seterusnya. Selanjutnya sebelum melanjutkan ke setiap baris sudu berikutnya, fluida kerja melalui baris sudu yang bersatu dengan rumah turbin.  Oleh karena sudu ini terakhir tidak bergerak, sudu ini dinamai sudu tetap. Sudut tetap mengerjakan aliran fluida kerja masuk ke dalam sudu gerak berikutnya, tetapi juga bisa kerjakan sebagai nosel. Dari segi pengubahan momentum fluida diatur, turbin dibagi menjadi dua golongan utama, yaitu turbin impuls dan turbin reaksi. Turbin impuls, adalah turbin di mana proses ekspansi dari fluida kerja atau proses penurunan tekanan hanya terjadi di dalam sudu-sudu tetapnya saja. Jadi, dalam hal ini diharapkan tidak terjadi penurunan tekanan di dalam sudu gerak.  Meskipun demikian, dalam gerak penurunan tekanan yang kecil di dalam sudu, gerakan tidak dapat dihindarkan berhubung dengan efek gesekan, aliran turbulen, dan kerugian energi lainnya. Turbin reaksi, adalah turbin di mana proses ekspansi dari fluida kerja terjadi baik di dalam sudu tetap maupun sudu gerak. Namun demikian ada kemungkinan turbin menggunakan roda turbin dengan baris sudu impuls dan reaksi.                                                   (Arismunandar, 1988)

Krisis bahan bakar, kekhawatiran tentang ancaman lingkungan global, kebutuhan mendesak akan energi dalam memperluas ekonomi baru dari dunia ketiga sebelumnya, semuanya berkontribusi pada pertumbuhan teknologi energi terbarukan yang semakin meningkat. Saat ini, energi angin adalah yang paling matang dan hemat biaya. Sementara aplikasi lain yang lebih beragam dibahas, tetap fokus pada konverter energi angin yang menghasilkan listrik. Ini terutama karena sebagian besar pengalaman penulis adalah dengan sistem seperti itu. Namun, dalam pertahanan yang lebih objektif dari sikap itu, dapat diamati bahwa sejauh ini dampak terbesar teknologi angin pada pasokan energi dunia saat ini berasal dari sistem yang menghasilkan jaringan listrik. Inovasi adalah tentang ide-ide baru dan beberapa desain yang tidak biasa dievaluasi dalam buku ini. Menjelajahi konsep alternatif tidak hanya memperdalam pemahaman tentang mengapa pilihan utama lebih disukai tetapi juga menunjukkan di mana mereka harus ditantang oleh alternatif yang memiliki janji signifikan. Bagaimanapun, ide-ide merupakan bagian dari kemajuan teknologi dan mereka yang gagal dalam satu perwujudan dapat diadaptasi kemudian dan berhasil bereinkarnasi. Seperti yang dibahas sebentar lagi, pembangkitan kekuatan dari angin menghadirkan tantangan yang unik. Berbeda dengan mobil dan rumah, misalnya energi adalah komoditas yang hanya memiliki nilai utilitarian. Tidak ada yang lebih suka bensin tertentu karena memiliki warna yang lebih bagus. Orang kaya dapat menikmati keran kamar mandi emas atau emas tetapi tidak ada yang bisa membeli listrik berlapis emas. Energi harus memenuhi spesifikasi kualitas yang umumnya ketat agar dapat berguna untuk level tegangan dan frekuensi khususnya dalam hal listrik. Setelah itu, persyaratan utama adalah bahwa itu tersedia dan semurah mungkin. Tujuan akhir dari inovasi dalam desain turbin angin adalah untuk meningkatkan teknologi. Biasanya ini berarti mengurangi biaya energi dan ini adalah dasar umum untuk mengevaluasi inovasi dalam buku ini. Namun bahkan tujuan yang dinyatakan secara sederhana ini tidak selalu merupakan kriteria terakhir. Dalam beberapa kasus, misalnya tujuannya adalah untuk memaksimalkan pengembalian energi dari area lahan yang tersedia. Terkadang biaya modal memiliki pengaruh dominan. Intinya adalah bahwa teknologi apa pun harus disesuaikan secara akurat dengan spesifikasi desain teknik yang mungkin mencakup masalah lingkungan, pasar, biaya, dan kinerja

Desain terperinci dari sistem turbin angin bukanlah tugas kecil atau murah. Pada saat desain yang inovatif menjadi subjek dari studi desain yang terperinci, meskipun mungkin masih jauh dari pasar, ia telah menerima investasi yang signifikan dan telah melewati uji pendahuluan untuk nilai potensi konsep baru. Jadi ada tahap menengah antara pemaparan pertama konsep hingga tahap mengamankan investasi dalam prototipe ketika konsep diperiksa dan berbagai tingkat desain dilakukan.  Biasanya pencarian untuk kesalahan fatal atau kekurangan utama yang jelas adalah tahap pertama.

Desain mungkin layak tetapi memiliki konten rekayasa lebih banyak daripada pesaingnya dan karenanya tidak mungkin efektif biaya. Lebih khusus lagi tidak ada dasar awal yang jelas untuk menolak konsep-konsep baru dan diperlukan penilaian tingkat kedua.  Diperlukan suatu metode sistematis untuk meninjau secara kualitatif, dan jika mungkin secara kuantitatif, bagaimana desainnya dibandingkan dengan teknologi yang ada dan untuk alasan apa mungkin ada manfaatnya. Pada tahap ini, rincian, analisis memakan waktu mahal dihalangi, tetapi ada kebutuhan besar untuk evaluasi parametrik dan analisis sederhana yang dapat menjelaskan potensi konsep baru. Buku ini sangat banyak tentang tahap evaluasi pendahuluan ini, bagaimana metode wawasan sederhana dapat memberikan panduan pada titik di mana nilai inovasi terlalu tidak pasti untuk membenarkan investasi substansial langsung atau desain rinci. Menurut Murray, rujukan tertulis paling awal tentang kincir angin abad ke-5 SM mencantumkannya, di antara hal-hal lain sebagai sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan umat Buddha yang taat, meskipun dalam konteks rotor kecil yang digerakkan udara untuk menghibur anak-anak. Konsep aerodinamis rotor karena itu kuno. Untuk menghasilkan listrik tidak berarti hanya digunakan untuk turbin angin tetapi tentu saja yang utama dalam pertimbangan saat ini, memerlukan koneksi rotor seperti itu ke generator listrik. Teknologi motor atau generator listrik dimulai pada penemuan Faraday pada pertengahan abad ke-19. Sekitar 60 tahun yang lalu dan sebelum industri angin modern, rumah tangga rata-rata di Amerika Serikat mengandung sekitar 40 motor listrik.  Motor atau generator listrik karena itu tidak kuno tetapi telah dalam produksi massal untuk waktu yang lama dalam sejarah baru-baru ini. Tantangan teknologi angin modern terletak pada dua area, spesifikasi turbin angin pembangkit listrik dan variabilitas angin. Sebaliknya, untuk menghasilkan biaya listrik secara efektif adalah spesifikasi dari turbin angin pembangkit listrik modern. Untuk memenuhi target ekonomi, turbin angin tidak dapat dihadiri secara permanen, dan tidak dapat diterima untuk dipertahankan. Namun setiap unit adalah stasiun mini-power mandiri, yang membutuhkan untuk mengeluarkan listrik dari frekuensi dan tegangan standar ke sistem grid. Efektivitas biaya adalah yang utama tetapi efisiensi masing-masing unit tidak dapat dikorbankan dengan ringan. Seperti yang akan diuraikan selanjutnya, energi adalah nilai utama sementara biaya modal dari komponen tertentu hanya sebagian kecil dari biaya seumur hidup dan memiliki dampak yang lebih rendah pada biaya energy, juga total kebutuhan lahan per output unit akan meningkat seiring penurunan efisiensi. Seharusnya jelas bahwa teknologi angin mencakup apa yang secara longgar disebut teknik teknologi tinggi dan teknologi rendah. Mikroprosesor memainkan peran penting dalam mencapai pemantauan mandiri instalasi tak berawak. Sebenarnya tidak ada yang sederhana tentang sistem apa pun untuk menghasilkan listrik yang berkualitas. Generator diesel sudah dikenal tetapi tidak sederhana, dan memiliki sejarah panjang pengembangan.

Dengan demikian tidak berarti cukup untuk membangun sesuatu yang sederhana dan kasar yang akan selamat dari badai apapun. Sebaliknya turbin angin harus direkayasa dengan sangat hati-hati untuk menghasilkan listrik murah dengan keandalan yang memadai. Ini adalah alasan pertama mengapa teknologi ini menantang. Namun ini menggaris bawahi bahwa ada variasi yang sangat besar dalam kondisi angin. Ini berlaku baik di seluruh dunia tetapi juga dalam istilah yang sangat lokal. Di perbukitan bergulir di daerah Altamont Pass di California, di mana banyak ladang angin berlokasi pada tahun 1980, terdapat perbedaan besar dalam sumber daya angina antara lokasi yang jaraknya tidak lebih dari beberapa ratus meter. Turbin angin terletak tepat di bagian bawah lapisan batas bumi. Aerofoils mereka umumnya bergerak jauh lebih lambat daripada rotor pesawat atau helikopter, dan efek turbulensi angin jauh lebih penting untuk desain. Inti dari hal ini adalah sulit untuk memperbaiki desain untuk kondisi yang berpotensi beragam, namun tidak ekonomis untuk merancang turbin angin yang cocok untuk bertahan hidup di mana saja. Standardisasi sangat diinginkan untuk mengurangi produksi, tetapi bertentangan dengan ekonomi terbaik di lokasi lokal tertentu.                                                                (Jamieson, 2011)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Peralatan dan Fungsi

1.      Generator Angin

        Fungsi: Untuk mengkonversikan energi angin menjadi energi listrik

2.      Baling-baling

        Fungsi:Untuk memutar rotor

3.      Kipas

        Fungsi:Sebagai sumber angin

4.      2 Kabel penghubung (Merah dan Hitam)

        Fungsi: Untuk menghubungkan generator dan USB perekam data

5.      USB Perekam Data

        Fungsi: Sebagai pengolah data

6.      Kabel USB

        Fungsi: Untuk menghubungkan USB perekam data ke laptop

7.      Laptop yang telah terinstall Clean Energy Trainer

        Fungsi: Untuk menjalankan dan menampilkan data pada perangkat lunak

8.      Adaptor

        Fungsi:Untuk mengubah tegangan AC menjadi DC pada USB perekam data

9.      Cok Sambung

        Fungsi:Untuk mengalirkan arus PLN ke kipas, adaptor, USB perekam data, charger laptop

10.  Charger Laptop

        Fungsi: Untuk mengisi daya baterai pada laptop

11.  Penggaris

        Fungsi: Untuk mengukur jarak kipas dankincir

12.  Rotor

        Fungsi: Untuk menggerakkan generator

13.  Statif

        Fungsi: Sebagai penyangga Generator Angin

3.2 Bahan dan Fungsi

            -

3.3 Prosedur Percobaan

3.3.1. Dengan menggunakan 6 baling-baling

1. Diukur jarak antara kipas sengan kincir sejauh 15 cm

2. .Dirakit baling-baling pada pembangkit listrik tenaga angin.

3. Dihubungkan pembangkit tenaga angin ke USB perekam data

4. Dihubungkan USB perekam data ke laptop dengan kabel USB

5. Dijalankan perangkat lunak

6. Diikuti petunjuk dari perangkat lunak

7. Dihubungkan kembali dengan pembangkit ke USB perekam data

8. Diklik pada tab “Wind Generator” (Pembangkit Tenaga Angin)

9. Dinyalakan kipas

10.Dipilih mode operasi “Automatic Mode” pada perangkat lunak

11.Dicatat data yang diperoleh.

 

3.3.2. Dengan menggunakan 5 baling-baling

1.    Dirakit baling-baling pada pembangkit listrik tenaga angin.

2.    Dihubungkan pembangkit tenaga angin ke USB perekam data

3.    Dihubungkan USB perekam data ke  laptop dengan kabel USB

4.    Dijalankan perangkat lunak

5.    Diikuti petunjuk dari perangkat lunak

6.    Dihubungkan kembali dengan pembangkit ke USB perekam data

7.    Diklik pada tab “Wind Generator” (Pembangkit Tenaga Angin)

8.    Dinyalakan kipas

9.    Dipilih mode operasi “Automatic Mode” pada perangkat lunak.

10.     Dicatat data yang diperoleh.

 

3.3.3. Dengan menggunakan 4 baling-baling

1.    Dirakit baling-baling pada pembangkit listrik tenaga angin.

2.    Dihubungkan pembangkit tenaga angin ke USB perekam data

3.    Dihubungkan USB perekam data ke laptop dengan kabel USB

4.    Dijalankan perangkat lunak

5.    Diikuti petunjuk dari perangkat lunak

6.    Dihubungkan kembali dengan pembangkit ke USB perekam data

7.    Diklik pada tab “Wind Generator” (Pembangkit Tenaga Angin)

8.    Dinyalakan kipas

9.    Dipilih mode operasi “Automatic Mode” pada perangkat lunak

10.     Dicatat data yang diperoleh.

 

3.3.4. Dengan menggunakan 3 baling-baling

1.         Dirakit baling-baling pada pembangkit listrik tenaga angin.

2.         Dihubungkan pembangkit tenaga angin ke USB perekam data

3.         Dihubungkan USB perekam data ke laptop dengan kabel USB

4.         Dijalankan perangkat lunak

5.         Diikuti petunjuk dari perangkat lunak

6.         Dihubungkan kembali dengan pembangkit ke USB perekam data

7.         Diklik pada tab “Wind Generator” (Pembangkit Tenaga Angin)

8.         Dinyalakan kipas

9.         Dipilih mode operasi “Automatic Mode” pada perangkat lunak

10.     Dicatat data yang diperoleh.




KESIMPULAN DAN SARAN

 

 

5.1. Kesimpulan

1.1   Berdasarkan percobaan yang dilakukan, posisi baling-baling  terhadap daya listrik sangat mempengaruhi. Artinya, jika posisi baling-baling  tidak benar, maka baling-baling tidak akan berputar atau bergerak, sehingga daya listrik yang dihasilkan sangat kecil bahkan tidak ada sama sekali. Jadi, posisi baling-baling harus searah, selaras, dan simetris. Sehingga, baling-baling dapat berputar dan bergerak serta dapat menghasilkan daya listrik

   2 Berdasarkan percobaan yang dilakukan, hubungan jumlah baling-baling  terhadap daya listrik adalah berbanding lurus. Semakin banyak jumlah baling-baling, maka semakin besar daya listrik yang dihasilkan. Dan sebaliknya, semakin sedikit jumlah baling-baling, maka semakin kecil daya listrik yang dihasilkan.Ini terbukti dari percobaan yang dilakukan yaitu pada 6 baling-baling dan daya yang dihasilkannya adalah att.

3.  3    Aplikasi dari Wind Generator yaitu sebagai pembangkit listrik tenaga angin, mengakomodasi kebutuhan listrik masyarakat, membantu penyaluran air dalam irigasi, membantu proses penggilingan padi, pengairan sawah tadah, sebagai pompa air dan penyalur air, sebagai penggerak peralatan industri, kipas angin, dan untuk rumah tangga.

4.   4   Prinsip kerja dari Wind Generator adalah mengubah energi gerak menjadi energi listrik. Cara kerjanya yaitu sumber angin memutar baling-baling, kemudian putaran baling-baling digunakan untuk memutar rotor, dimana dalam rotor terdapat generator yang fungsinya untuk mengubah energi kinetik menjadi energi listrik. Dari generator tersebutlah yang akhirnya akan menghasilkan listrik.

5.   5   Hubungan antara energi gerak dengan energi listrik adalah berbanding lurus, hal ini dapat kita lihat dalam percobaan, jika putaran dari baling-baling semakin kencang dan kuat, maka energi listrik yang dihasilkan juga akan semakin besar.

 

DAFTAR PUSTAKA

Arismunandar, Wiranto. 1988. Penggerak Mula Turbin. Bandung: ITB.

               Halaman: 1-9

Jamieson, Peter. Innovation In Wind Turbine Design. John Wiley and Sons:United

            Kingdom.

            Pages:1-4

Johnson, James H. 1965. Electrical Engineering. Scranton: International Textbook

              Company.

              Pages: 219-223

Pudjanarsa, Astu. 2006. Mesin Konversi Energi. Yogyakarta: Andi.

            Halaman: 241-247







Laser Education KIT CA 1100 - Laboratorium Zat Padat 1 - FISIKA


BAB I

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

Laser, singkatan dari Bahasa Inggris: Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation. Laser adalah alat/perangkat yang memancarkan cahaya melalui amplifikasi optik yang dibangkitkan oleh stimulasi emisi radiasi elektromagnetik . Laser ada yang kasat mata dan tidak. Hebatnya, sinar laser tidak menyebar dan tidak melemah, walaupun ditembakkan menempuh jarak yang jauh. Itu karena, sinar laser difokuskan terarah. Sinar laser memiliki berkas yang sangat rapat, kuat dan koheren. Berbeda dengan sinar lampu biasa yang intensitasnya sangat lemah karena memancarkan cahayanya ke berbagai arah. Berdasarkan media pembangkitnya, ada beberapa tipe laser. Setiap tipe laser, berbeda pemanfaatannya. Dalam teknologi laser, cahaya yang koheren menunjukkan suatu sumber cahaya yang memancarkan panjang gelombang yang diidentifikasi dari frekuensi yang sama, beda fase yang konstan dan polarisasinya.

Selanjutnya untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium lasing adalah dengan mengontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya. Keluaran yang berkelanjutan dari laser dengan amplituda-konstan (dikenal sebagai CW atau gelombang berkelanjutan), atau detak, adalah dengan menggunakan teknik Q-switchingmodelocking, atau gain-switching. Sumber cahaya umum, seperti bola lampu incandescent, memancarkan foton hampir ke seluruh arah, biasanya melewati spektrum elektromagnetik dari panjang gelombang.

Cahaya dari matahari atau dari lampu adalah campuran banyak panjang gelombang. Setiap panjang gelombang yang berbeda menghasilkan warna yang berbeda. Sinar laser terbuat dari cahaya yang semuanya terdiri dari panjang gelombang yang sama. Berkas cahaya dalam cahaya biasa mengalir ke arah yang berbeda. Sinar laser bergerak dalam arah yang sama persis. Sinar laser tidak menyebar dan tidak melemah

1.2  Tujuan Percobaan

  1. Untuk mengetahui panjang gelombang, frekuensi dan tegangan output yang dihasilkan pada masing-masing warna.
  2. Untuk mengetahui prinsip kerja dari percobaan.
  3. Untuk mengetahui pengaruh filter pada percobaan.
  4. Untuk mengetahui aplikasi dari percobaan.

BAB II

DASAR TEORI

Laser (Light Amplification by the Stimulated Emission of Radiation) adalah energi elektromagnetik.Sejak dibuatnya laser untuk aplikasi operasional pada tahun 1960, laser banyak digunakan untuk penyelesaian praktis dan bahkan untuk menyelesaikan berbagai problem di insutri termasuk di dalam proses sintering. Berkas cahaya laser merepresentasikan sumber energi radian  atau power dalam rentang spektrum elektromagnetik dari UV (Ultra Violet) hingga IR (Infra Red). Energi ini dapat difokuskan atau disebarkan sehingga berkas cahaya ini dapat diserap pada atau dekat permukaan benda kerja dengan jumlah serapan energi bervariasi terhadap karakteristik material dan kondisi permukaan material (misalnya kasar, halus, gilap kaca) yang terkena cahaya laser tersebut. Selama energi radian  tersebut diserap oleh material, lokasi serapan tersebut berubah menjadi panas, di lokasi dimana panas tersebut timbul kemudian dapat menyebabkan pada lokasi tersebut terjadi :

1.      Pemanasan lokal atau material hampir meleleh  

2.      Material meleleh total atau fusi

3.      Material menguap atau evaporasi atau sebagian material lepas dari material induknya.

Dalam penggunaan laser pada manufaktur dan proses material, interaksi antara radiasi elektromagnetik dengan material yang dikenai berkas cahaya laser bergantung pada kemampuan material tersebut menyerap energi laser. Semua material yang diproses menggunakan laser akan terjadi interaksi antara cahaya laser dalam bentuk radiasi elektromagnetik yang dibuat dalam bentuk energi laser dengan material target yang akan dikenai berkas cahaya laser. Sehingga properti lasernya sendiri dan material target perlu diketahui. menyajikan properti penting yang diperlukan dalam proses interaksi antara laser dan material target akan terkena cahaya tersebut yang perlu diperhatikan dapat dibagi dalam 3 kelompok yaitu

1. Karakteristik absorpsi cahaya material. Properti ini meliputi: kondisi permukaan (kasar, halus,   gelap, dsb.) reflektivitas permukaan material terhadap cahaya dengan panjang gelombang tertentu yang mengenainya, dan koefisien absorpsi material terhadap energi cahaya yang diserap.

2. Properti termal. Propertis ini meliputi kemampuan material menjadi media aliran panas   terutama konduktivitas termal dan difusivitas termal.Pada umumnya, material yang memiliki kondutivitas termal dan difusivitas termal tinggi dapat menyerap dan mengalirkan energi termal sangat cepat.

3.  Properties intrinsik. Properti ini berkaitan dengan seberapa besar energi yang diperlukan laser

untuk merubah fase material yang diinginkan, misalnya fase cair atau meleleh ke fase vaporasi atau gas. Properties ini meliputi desitas material, kalor spesifik atau sebenarnya kapasitas kalor dan efek kalor laten yaitu kalor fusi dan kalor vaporasi.

Berkas cahaya laser yang berupa radiasi elektromagnetik ini telah lama menjadi teka-teki dan para peneliti dengan semangatnya mencoba membuka tabir teka-teki tersebut.Penelitian mengenai radiasi elektromagnetik tersebut juga telah banyak dan lama dilakukan. Beberapa contoh berikut antara lain: Pierre de Fermet (1608-1665) meneliti tentang perambatan cahaya, Christian Huygens (1629-1695) mengenalkan konsep gelombang cahaya untuk menjelaskan tentang konsep refraksi dan refleksi, Sir Isaac Newton (1642-1727) yang pada tahun 1704 mengenalkan konsep cahaya yang terdiri dari partikel-partikel kecil yang bergerak melewati ruang karena gaya mekaniknya. Sementara itu, Albert Einstein (1879-1955) yang pada tahun 1905 menemukan konsep photon untuk menjelaskan efek fotoelektrik kemudian melahirkan teori kuantum untuk radiasi. Dalam efek fotoelektrik cahaya yang mengenai target akan melepas elektron dengan energi E yang besarnya dapat dihitung menggunakan persamaan 2.1.

 E = hv- p............................................................................................................................... (2.1)

dengan: h = konstanta Planck (6,625x10 J.s), v = frekuensi (c/), konstanta karakteristik material, c = kecepatan cahaya (2,99x10° m/s) dan  λ = panjang gelombang cahaya (m). Dalam teori kuantum, jika suatu gelombang memiliki periode T panjang gelombang 2, energi partikel E, dan momentum.

Laser adalah cahaya yang berupa gelombang elektromagnetik.Gelombang elektromagnetik ini merupakan kombinasi dari gelombang elektrik dan gelombang magnetik yang tersusun dengan posisi saling tegak lurus. Sedangkan material target yang dikenai cahaya laser adalah kumpulan atom yang mengandung inti atom, proton dan elektron. Dalam atom, proton dan elektron bergerak mengelilingi inti atom. Ketika radiasi elektromagnetik mengenai suatu permukaan material, gelombang radiasi tersebut merambat dengan bentuk gelombang seperti yang terdiri dari medan elektrik dan medan magnetik. Ketika berkas cahaya laser yang berupa radiasi elektromagnetik mengenai permukaan material, sebagian radiasi elektromagnetik tersebut akan direfleksikan, sebagian yang lain akan diserap.                                                 (Tontowi, 2008)

Investigasi eksperimental terperinci dari transisi elektronik molekul poliatomik dan pemeriksaan lebih dekat terhadap keadaan molekul yang dikutip sering terhambat oleh kesulitan fundammental: Spektrum yang terlihat dan ultraviolet dari banyak molekul menunjukkan Kerapatan garis spektral yang tinggi di mana banyak garis tumpang tindih di dalamnya Penerapan "klasik", Doppler-terbatas teknik spektroskopi untuk kasus-kasus seperti itu sering menghasilkan spektrum yang menyembunyikan banyak detail yang lebih halus seperti struktur rotasi atau selanjutnya, keadaan bersemangat dari struktur tingkat terganggu yang menghasilkan diatomik atau lebar doppler mereka. Molekul sering kali memiliki spektrum. Spektrum padat dan tidak tera

tur dan membuat tugas mereka tugas. Di sisi lain, pengetahuan yang lebih menyeluruh tentang molekul tereksitasi negara sangat diinginkan karena mereka memainkan peran penting dalam semua reaksi yang diinduksi cahaya, misalnya reaksi kimia. Proses fotobiologis, diproses melalui keadaan tereksitasi secara elektronik.

Meskipun reaksi laser yang diinduksi laser telah meningkat meningkatnya minat, pengetahuan kita tentang struktur terperinci keadaan tereksitasi masih tidak cukup. Ada beberapa cara untuk mengatasi kesulitan eksperimental. Resolusi spektral dapat ditingkatkan melampaui batas lebar Doppler, atau jumlah garis harus dikurangi.Solusi pertama didasarkan pada teknik spektroskopi Dopper-free seperti spektroskopi saturasi, spektroskopi polarisasi atau ikatan.Spektroskopi laser linier dalam molekul terkoordinasi.Itu pengurangan jumlah tingkat penyerapan termal.Spektroskopi resonansi laser ganda mampu menggabungkan keduanya keuntungan untuk penyelidikan spektrum molekuler kompleks.

Mereka memungkinkan resolusi bebas Doppler dan mereka mengurangi jumlah yang terdeteksi dipilih tunggal transisi molekuler ke beberapa yang dimulai dari 1 tingkat.Banyak skema resonansi ganda yang berbeda telah diterapkan jauh ke spektroskopi molekuler, menggunakan dua laser atau satu laser dan bidang gelombang mikro atau gelombang radio.  menggambarkan secara skema tiga kemungkinan skema di mana dua laser independen laser pompa yang distabilkan pada transfer yang dipilih digunakan : antara dua tingkat i dan k dan laser  yang memindai melalui rentang kepentingan spektral dan memonitor semua itu transisi yang terhubung baik dengan level i atau dengan level k. dari dua laser dapat melakukan perjalanan  atau anti-paralel melalui sampel. Laser pompa "memberi label" pada kedua level i dan k dengan mengubah populasi mereka N, N karena pemompaan optik atau dengan mengubah orientasi molekul di tingkat ini.

Kedua efek akan berubah absorpsi atau emisi yang ditimbulkan laser probe atau kondisinya polarisasi yang dapat dipantau. Kedua tipe memiliki kelebihan dan kekurangan mereka seperti yang akan dibahas di bawah ini. Di kasus cw laser akan lebih mudah untuk memotong intensitas pompa di frekuensi f dengan a tingkat dipompa. Siklus pompa, periode 1 / f panjang dibandingkan dengan waktu relaksasi Ini menjamin kondisi kuasi-stasioner selama populasi Ni dan Nk kemudian diaktifkan di frekuensi f antara ion populasi termal Ni (0), Nk (0) dengan memompa laser dan nilai-nilai Ni (L), Nk (L) dengan laser pompa menyala. Dalam molekul diatomik, untuk bilangan kuantum rotasi J hanya memungkinkan tingkat rotasi dengan J’ bagian atas m keduanya adalah hanya transisi dengan AJ = + l yang diizinkan dan jarak keduanya sinyal resonansi ganda ke level (v ', J + 1) dan (v', J 1) segera menghasilkan jarak rotasi di bagian atas.

          Ketika laser berdenyut dengan lebih besar dari pada yang tunggal dengan mode cw laser diterapkan untuk menggandakan suatu spektroskopi resonansi dari beberapa transisi molekuler mungkin termasuk dalam laser pompa, yang karena itu secara bersamaan label laser kemudian

memonitor semua akses beberapa tingkat il, i2 transisi yang signifikan dari level-level ini dan spektrum resonansi ganda. Bahkan ketika mode cw laser mungkin kehilangan beberapa kesederhanaannya.                                                                                   (Martellucci, 1982)

Laser sekarang mendekati akhir dekade kedua. Selama periode ini, telah berkembang dari apa yang pernah digambarkan sebagai "penemuan mencari sebuah aplikasi "menjadi salah satu perkembangan teknologi paling penting dari ini setengah abad. Ini telah membawa kelahiran kembali ilmu pengetahuan dan teknologi optik dan telah mengarah pada pengembangan industri baru.Dilihat dari hampir semua perspektif, laser adalah perangkat yang luar biasa.Mempertimbangkan standar waktu laser akurat untuk sebagian kecil per detik.

Sinar laser sangat terarah sehingga bisa mudah dilihat dari bulan-atau dipantulkan kembali ke bumi dan terdeteksi di sini.Manik-manik kaca yang didukung di udara hanya oleh batang lampu hijau dari laser. Sistem pengukuran berbasis laser begitu akurat sehingga mereka menentukan ketinggiannya dari satelit yang mengorbit bumi hingga beberapa meter; deformasi permukaan objek bergetar hingga 0,05 nanometer (sepersejuta meter). Sinar laser terfokus begitu kuat sehingga mereka memulai reaksi nuklir.Laser industri besar dengan ribuan watt output dalam bentuk balok diameter jari seseorang.

Pengalaman yang diperoleh dalam pengembangan radar selama Perang Dunia II dan kelanjutan dari pekerjaan seperti itu di frekuensi gelombang mikro yang lebih tinggi diminta ilmiah.Untuk mengeksplorasi kondisi yang diperlukan agar tindakan laser dapat dicapai. Pada awal 1950-an, sebuah kelompok di Universitas Columbia dipimpin oleh Charles H. Townes mengoperasikan perangkat gelombang mikro yang memperkuat radiasi oleh emisi terstimulasi proses. Perangkat ini disebut MASER, selama sisa lima puluhan, maser Arthur L. Schawlow menerbitkan sebuah makalah penting di mana mereka membahas perluasan prinsip maser ke daerah optik dari spesifikasi elektromagnetik trum.

Pada 1960, sebagai dasar untuk suatu prinsip dipekerjakan dalam banyak bahan.Pada tahun 1958, Townes dan dulu menyelidiki sistem yang mungkin maser, seperti yang disebut oleh beberapa orang, atau laser.Kredit untuk sejumlah kelompok menyajikan tindakan laser mencapai pertama pada frekuensi optik diberikan kepada T. H. Maiman dari Laboratorium Penelitian Hughes.Lasernya terdiri dari tongkat ruby ​​merah muda ujung perak untuk cermin dimasukkan.

Dalam waktu enam bulan sejak penemuan laser ruby, tindakan laser diperoleh dalam campuran gas helium dan neon.Penelitian dengan cepat menjamur.Banyak bahan diselidiki semikonduktor, gas terionisasi, gas molekuler, dan larutan pewarna. Karena dimungkinkan untuk melarutkan pewarna dalam banyak media, beberapa di antaranya lebih banyak jenis laser eksotis adalah pewarna laser dalam gelatin biasa (sesuai petunjuk pada kemasan, sesuai untuk peneliti), media laser yang bergetar diproduksi. Sebuah denyut ultraviolet cahaya digunakan untuk merangsang medium, dan bahan yang seperti jeli itu menyatu. Peneliti bahkan telah menemukan

bahwa medium akan menahan laju pengulangan pulsa yang lebih tinggi jika itu diizinkan untuk bergetar daripada jika itu dijepit dalam kandang yang kaku. Ukuran dan bentuk laser beragam. Mereka bisa sekecil pengalaman mentäl laser miniatur yang merupakan jantung dari sirkuit terintegrasi optik, masa depan sahabat keajaiban semikonduktor hari ini, atau sebagai media laser aktif, termasuk kristal tidak murni, laser pewarna.                                                             (O’shea, 1977)

Dengan jenis laser, seperti laser dye dan laser vibronik benda-padat (vibronic solid-state lasers) para ilmuwan memperoleh kemungkinan dan banyak cara baru untuk menjajagi alam benda dan interaksinya dengan cahay. Penelitian dalam arah ini menaikkan jumlah segalaoptis baru dan sangat lain salah satu bidang penelitian yang paling menarik dimungkinkan dengan pengembangan laser berdaya tinggi adalah bidang optika nonlinear. Laser membuktikan suatu sarana berharga dalam kajian pembakaran.Ia dapat digunakan sebagai sumber penyalaan.

Biasanya sebagi campuran gas yang sangat transparan untuk cahaya tampak, sehingga radiasi tidak mengakibatkan pemanasan.Namun, secara percobaan, didapatkam bahwa pulsa laser terpusat benar mengakibatkan penyalaan. Mekanisme terinci dari patahan laser masih merupakan tanda tanya. Monokromatis cahaya yang dipancarkan oleh laser jauh lebih monokromatis dibandingkan setiap sumber cahaya monokromatis konvensional.Pengamatan pada garis yang dipancarkan oleh sumber monokromatis konvensional menunjukkan bahwa tidak pernah tajam, tetapi menyebar pada daerah frekuensi sekitar ribuan mega siklus tiap detik. Pengamatan serupa dari cahaya yang dipancarkan dari laser akan tampak tidak ada penyebaran sama sekali.

Namun perlu dicatat, bahwa tidak ada sumber cahaya, termasuk laser yang mampu secara absolut menghasilkan cahaya monokromatis, kita hanya dapatkan lebih baik dan pendekatan lebih baik ke ideal. Untuk lebih menyatakan lebih kualitatif tentang tingkat kemonokromasitasan cahay kita tandai penyebaran frekuensi dari suatu lebar garis Δν. Monokromasitasan absolut, dimana Δν=0 merupakan tujuan yang tidak pernah tercapai. Dapat kita katakan bahwa cahaya laser mempunyai tingkat kemonokromatisan yang lebih tinggi.Keluaran dari laser hampir gelombang sinus monokromatis sempurna, dengan lebar pita sangat sempit sekitar 1kc/detik.Keluaran laser gas stabil bermutu tinggi, terkunci dipusat absorpsi.

               Radiasi laser ditandai oleh order tingkat tinggi dari medan cahaya dibanding sumber sumber lain. Dengan kata lain, ia memiliki tingkat koherensi yang tinggi. Koherensi tingkat tinggi dari pancaran laser memungkinkan untuk melaksanakan pemusatan spasial luar biasa dari daya cahaya, misalnya W dalam ruang dengan dimensi linear hanya 1 µm. radiasi yang demiikian tinggi intensitasnya dapat memotong logam, menghasilkan las mikro, mengebor lubang mikroskopis lewat Kristal intan dan sebagainya. Monokromatis, kesearahan dan intensitas cahaya laser memberi kemungkinan jangkauan luas pengkajian ilmiah yang tidak dapat dibayangkan tanpa mereka. Walaupun demikian, kita kadang kadang masih terbatasi oleh sifat sifat laser yang tersedia, dan harus mencoba memperluas teknologi laser.             (Laud, 1988)                                                                

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Peralatan dan Fungsi

1.      Reldatar

Fungsi: Sebagaitempatdudukankomponenalat

2.      Lampu Halogen

        Fungsi: Sebagaisumbercahaya

3.      Collimatingdanfokusoptik

        Fungsi: Untukmemfokuskancahaya

4.      Panjanggelombangpemisah

        Fungsi: Untukmendeteksiwarnadanmengukurpanjanggelombang

5.      Beam pembentukdanoptik (2 buah)

        Fungsi: Untukmemfokuskancahayapadatitikfocuslensa

6.      Light chopper kontroler

        Fungsi: Untukmemfokuskandanmemaksimalkancahayasertamengontrolfrekuensi

7.      Filter holder

        Fungsi: Sebagaipenyangga filter

8.      Fotodetectortermoelektrik

        Fungsi: UntukmenangkapcahayaataumenghasilkantegangankeluaranatauVout

9.      Amplifier

        Fungsi: Sebagaipengaturintensitascahaya

10.  Optical chopper kontroler

        Fungsi: Untuk mengatur frekuensi pada chopper controller

11.  Multimeter

        Fungsi: Untukpengukurtegangan

12.  Arus PLN

        Fungsi: Sebagai sumber tegangan

13.  Kertas putih/ Tissue

        Fungsi: Sebagai alat untuk melihat warna yang dihasilkan

14.  Kabel BHC

        Fungsi: Sebagai alat penghubung antara kabel yang satu dengan yang lainnya

15.  Kabel penghubung

        Fungsi: Sebagai penghubung kabel BHC dengan multimeter

16.  Cok sambung

        Fungsi: Sebagai alat menyambungkan kabel-kabel

 

 

3.2 Prosedur Percobaan

3.2.1 Tanpa Menggunakan Filter

1.         Disediakan peralatan yang akan digunakan.

2.         Dirangkai peralatan yang akan digunakan seperti gambar berikut:

3.         Dihubungkan peralatan kearus PLN dan dihidupkan semua peralatan.

4.         Dihidupkan lampu halogen dan diatur intensitas cahaya yang diinginkan.

5.         Diaturfrekuensi pada light chopper agar cahaya difokuskan dan dimaksimalkan.

6.         Diatur panjang gelombang pada panjang gelombang pemisah.

7.         Dideteksi cahaya dan ditentukan panjang gelombang cahaya pada masing-masing warna.

8.         Dihitung tegangan yang keluar pada multimeter.

9.         Dicatat hasilnya.

3.2.2 Dengan Menggunakan Filter RG 1000

1.         Disediakan peralatan yang akan digunakan.

2.         Dirangkai peralatan yang akan digunakan seperti gambar berikut, dengan tambahan filter holder dan filter RG 1000.

3.         Dihubungkan peralatan kearus PLN dan dihidupkan semua peralatan.

4.         Dihidupkanlampu halogen dan diatur intensitas cahaya yang diinginkan.

5.         Diaturfrekuensi pada light chopper agar cahayadifokuskan dan dimaksimalkan.

6.         Diaturpanjanggelombang pada panjanggelombangpemisah.

7.         Dideteksi cahaya dan ditentukan panjang gelombang cahaya pada masing-masing warna.

8.         Dihitung tegangan yang keluar pada multimeter.

9.         Dicatatat hasilnya.

BAB IV

ANALISA DAN DATA

4.1 Data Percobaan


2. Pengaruh filter RG 1000 terhadap percobaan yaitu untuk membuat intensitas cahaya yang terlihat seimbang. Fungsi filter dalam percobaan ini ialah untuk meningkatkan nilai tegangan keluaran yang dihasilkan dari foto detector. Jadi jika pada percobaan digunakan  filter maka tegangan keluaran yang dihasilkan lebih besar dibandingkan jika menggunakan filter.   


  

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

5.1 Kesimpulan

1.  Prinsip kerja pada percobaan ini adalah, Arus PLN menghidupkan amplifier untuk menentukan besar intensitas cahaya, dan menyalakan lampu halogen, dimana lampu ini berfungsi sebagai sumber cahaya, lalu cahaya di fokuskan oleh collimatingdan fokus optik menuju Light chopper controller dimana cahaya di maksimalkan dan diatur besar nya frekuensi oleh optical chopper controller, kemudian cahaya masuk ke panjang gelombang pemisah dimana dilihat warna yang terbentuk dengan mengatur panjang gelombang, kemudian cahaya di teruskan menuju 2 beam pembentuk optik untuk di fokuskan menuju fotodetektor, dan di tangkap besar intensitas serta Vout dari masing masing warna yang di ukur melalui multimeter yang telah di hubungkan dengan kabel penghubung.

 

2.  Pengaruh filter RG 1000 terhadap percobaan yaitu untuk membuat intensitas cahaya yang terlihat seimbang. Fungsi filter dalam percobaan ini ialah untuk meningkatkan nilai tegangan keluaran yang dihasilkan dari fotodetektor. Jadi jika pada percobaan digunakan  filter maka tegangan keluaran yang dihasilkan lebih besar dibandingkan jika tidak menggunakan filter. Maka dari itu kerja laser sangat berpengaruh pada filter yang digunakan.       

 

3.  Aplikasi Laser Education KIT RG 1000 dalam kehidupan sehari-hari salah satunya adalah dibidang Medis, peran laser dalam dunia medis sangat besar dikarenakan hampir di semua kegiatan medis menggunakan laser sebagai alat bantunya. Laser digunakan sebagai pisau bedah dalam operasi karena hasil sayatannya sangat halus, selain itu dapat juga digunakan untuk memperbaiki retina mata pada cacat mata, mampu merangsang pembentukan kolagen baru dengan cara memberi panas hanya pada kedalaman dan area kulit yang tertimpa sinar laser. Peremajaan kulit, mencerahkan kulit serta mengatasi masalah kulit lainnya seperti keriput, pigmentasi, tumor jinak, jerawat,kutil dan bekas luka, para ilmuwan berhasil mengkonsentrasikan setepat mungkin sinar laser yang berkekuatan seperti pancaran sinar matahari, hingga setajam ujung pensil. Sebuah pancaran sinar, yang akan merevolusi terapi kanker di masa depan. 

DAFTAR PUSTAKA

Laud, B. 1988.Laser Dan Optik Nonliniar. Jakarta: Universitas Indonesia

             Halaman: 100-102

Martellucci, S. 1982. Analytical Laser Spectroscopy.New York and London: Plenum Press

           Pages: 1-3

O’shea, Donald C. 1977. Introduction to Lasers and Their Applications.Massachusetts Menlo 

            Park: Addison-Wesley Publishing compan.

            Pages: 1-3

Tontowi, Alva E. 2008. Laser Sintering Teori, Simulasi Numerik, dan Eksperimen.Edisi

             Pertama. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press

             Halaman: 48-52

             Pages: 1-3

LAMPIRAN




Interface Input Output - Laporan Interface - FISIKA

  1.1   Latar belakang Jika I/O yang dipetakan dimemori sedang digunakan, seluruh keempat register itu merupakan bagian dari ruang alamat ...