BAB I - PENDAHULUAN
Latar Belakang
Interface atau antarmuka adalah penghubung antara dua sistem atau alat media penghubung antara satu subsistem dengan subsistem lainnya. Melalui penghubung ini memungkinkan sumber daya mengalir dari satu subsistem ke subsistem yang lainnya. Sistem komputer tidak akan berguna tanpa adanya peralatan input dan output. Interface merupakan suatu layanan ataupun mekanisme yang diberikan kepada setiap pengguna alat digitalnya. Decoder atau pengurai sandi (kode) atau pendekode atau pengawas sandi adalah suatu piranti yang dapat mengubah suatu sistem bilangan biner yag terdapat pada bagian masukan, menjadi sistem bilangan yang lainnya (desiamal, contohnya) yang terdapat pada bagian keluarannya. Proses yang telah disandikan oleh piranti encoder. Tetapi bagian masukan ini harus berupa sistem bilangan biner. Encoder dan Decoder (disingkat Endec) berfungsi untuk menyandikan suatu isyarat atau pola yang menggunakan sistem analog, kemudian dibuat sandi digitalnya untuk diolah, disimpan, atau dikirim. Sesudah itu isyarat akan dikiembalikan lagi menjadi isyarat atau pola analog yang segambar atau serupa. Dekoder yang kita bahas menggunakan contoh dekoder atau pengurai sandi dari Biner menjadi desimal yang ideal yaitu IC 74138. Piranti Decoder praktis ini dilengkapi dengan sinyal kendali masukan Enable E1, E2, dan E3. Sinyal kendali E1 dan E2 bekerja dengan mode Aktif rendah, sedangkan E3 bekerja dengan mode operasi Aktif Tinggi. IC 7442 adalah Decoder Biner (BCD)-ke-Desimal (1 dari 10).
Tujuan Percobaan
1. Untuk mengetahui
spesifikasi dari IC
decoder
alamat
74LS244.
2. Untuk dapat menggunakan IC 74LS244 yang dikolaborasikan dengan 74LS138.
3. Untuk mengetahui data-data input yang akan diberikan dan membandingkannya dengan data output IC 74LS138
BAB III - METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan
dan
fungsi
1. PSA 5 V
( 1 buah )
Fungsi : sebagai sumber tegangan pada rangkaian.
2. Protoboard
Fungsi
: sebagai untuk
merangkai kompenen sementara.
3. Penjepit
Buaya
Fungsi : sebagai untuk
menghubungkan
dari suatu komponen ke peralatan.
4. Saklar High/Low
6 buah
Fungsi : sebagai
untuk menghidupkan atau
memutuskan arus dan tegangan
3.2 Komponen dan fungsi
1. IC 74LS138
( 1 buah )
Fungsi
: sebagai decoder.
2. LED (
8 buah )
Fungsi
: sebagai indicator
pada
rangkaian.
3. Resistor
330 Ω ( 8 buah )
Fungsi
: sebagai untuk
menghambat arus dan tegangan.
4. Jumper
(secukupnya)
Fungsi
: sebagai penghubung antar
komponen dalam rangkaian.
3.3 Prosedur Percobaan
1. Disiapkan peralatan dan komponen yang dibutuhkan.
2. Dirangkai peralatan
dan komponen sesuai dengan gambar
di bawah ini :
3. Dihubungkan
kaki
1 (masukan) IC 74138 kesaklar
A.
4. Dihubungkan
kaki
2 (masukan) IC 74138 kesaklar
B.
5. Dihubungkan
kaki
3 (masukan) IC 74138 kesaklar
C.
6. Dihubungkan
kaki
4 IC
74138 kesaklar G2A.
7. Dihubungkan
kaki
5 IC
74138 kesaklar G2B.
8. Dihubungkan
kaki
6 IC
74138 kesaklar G1.
9. Dihubungkan
kaki
7 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
10. Dihubungkan
kaki
9 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
11. Dihubungkan
kaki
10 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
12. Dihubungkan
kaki
11 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
13. Dihubungkan
kaki
12 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
14. Dihubungkan
kaki
13 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
15. Dihubungkan
kaki
14 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
16. Dihubungkan
kaki
15 (keluaran) IC 74138 ke resistor
dan
LED.
17. Dihubungkan
kaki
8 IC
74138 sebagaiground kekutubnegatif
PSA.
18. Dihubungkan
kaki
16 IC 74138 sebagaiVCCkekutubpositif PSA.
19. Dihidupkan PSA
5 Volt
20. Divariasikanmasukan G1,
G2a, G2bdanSklar A, B, dan
C.
21. Diamatidandicatatkeluaranmelalui LED.
22. Dimatikan
PSA 5 Volt.
BAB IV - HASIL DAN ANALISA
Data percobaat
Interface menggunakan IC 74LS138 dan IC 74LS244
|
Input |
Output |
|||||||||||
|
Enable |
Select |
|||||||||||
|
G1 |
G2 |
C |
B |
A |
Y0 |
Y1 |
Y2 |
Y3 |
Y4 |
Y5 |
Y6 |
Y7 |
|
X |
H |
X |
X |
X |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
|
L |
X |
X |
X |
X |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
|
H |
L |
L |
L |
L |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
|
H |
L |
L |
L |
H |
H |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
|
H |
L |
L |
H |
L |
H |
H |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
|
H |
L |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
L |
H |
H |
H |
H |
|
H |
L |
H |
L |
L |
H |
H |
H |
H |
L |
H |
H |
H |
|
H |
L |
H |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
L |
H |
H |
|
H |
L |
H |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
L |
H |
|
H |
L |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
H |
L |
Keterangan:
H:
High Voltage Level L: Low
Voltage Level X: Don’t
care
BAB V - KESIMPULAN
1. IC
yang digunakan ada dua yaitu IC 74LS244
Spesifikasi
IC 74LS244
IC 74LS244 mempunyai kaki yang terdiri dari
Kaki
2,4,6,8,11,13,15,17 sebagai input
Kaki
3,5,79,12,14,16,18 sebagai output
2. IC
yang digunakan aa dua yang dikolaborasi yaitu IC 74LS244 dan IC 74L138
Prinsip kerja dari
interface input-output dan alamat data yang digunakan yaitu Antarmuka pemakai
(User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan
sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna
(user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu
mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi. user
interface, berfungsi untuk menginputkan pengetahuan baru ke dalam basis
pengetahuan sistem pakar (ES), menampilkan penjelasan sistem dan memberikan
panduan pemakaian sistem secara menyeluruh step by step sehingga user mengerti
apa yang akan dilakukan terhadap suatu sistem. Yang terpenting dalam membangun
user interface adalah kemudahan dalam memakai/ menjalankan sistem, interaktif,
komunikatif, sedangkan kesulitan dalam mengembangkan/ membangun suatu program
jangan terlalu diperlihatkan.
3. Apabila salah satu input berlogika 1 maka output
akan berlogika 1,
dan apabila 3 input disatukan yang select maupun enable maka salah satu
output atau Y
akan berlogika 0. Jika A, B,C diberi tegangan Low, maka Y0 akan berlogika 0.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar