BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
belakang
Hukum
kedua gerak Newton pada bahasa Latin pada umumnya menjelaskan tentang partikel.
Hal ini menjelaskan kepada kita hukum dari percepatan. Dijelaskan bahwa, hukum
ini tentang perubahan arah dari suatu objek yang diam dari suatu gaya, dan ini
berasal dari arah yang pada garis lurus pada gaya. Dan ini menjelaskan apa yang
akan terjadi pada gaya luar pada objekt tersebut. atau dengan sederhana
dijelaskan, hukum kedua Newton mengatakan bahwa jumlah gaya yang terdapat dari
luar objek, maka percepatan benda dan arah dari gaya terebut, dan perubahan
percepatan pada arah gaya luar tersebut. yang dipengaruhi oleh massa benda.
Ini merupakan vektor yana dalam arah akselerasi, akan menjadi
gaya eksternal eksternal dan massa. Hukum kedua Newton dengan demikian berlaku
untuk komponen-komponen gaya dan percepatan. Dapat diwakili oleh persamaan untuk tiga dimensi
(vertikal, horizontal-maju dan mundur, dan horizontal-sisi ke sisi. Pasukan menyebabkan akselerasi Akselerasi
adalah efek dari gaya.
Oleh karena ini,
dilakukannya praktikum ini untuk mengetahui aplikasi dari liniar air track, dan
dapat membantu dalam proses blajar mengajar baik dalam kelas maupun dalam
kehidupan sehari
1.2
Tujuan
1. Untuk mengamati pengaruh gesekan terhadap kecepatan
2. Untuk mengamati pengaruh beban terhadap kecepatan
BAB II
LANDASAN TEORI
Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah
ada pengaruh jarak terhadap waktu, pengaruh massa terhadap kecepatan, dan
pengaruh massa terhadap percepatan. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas
variabel manipulasi yaitu massa beban dan jarak, variabel respon yaitu waktu
yang ditempuh dan kecepatan beban bergerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
terdapat pengaruh jarak terhadap waktu yang dapat dilihat dari nilai koefisien
korelasinya R2 = 0,999 untuk massa 128 dan 400,46 g yang artinya bahwa terdapat
pengaruh sebesar 99,9%. Serta terdapat pengaruh massa terhadap kecepatan dan percepatan
yaitu kecepatan dan percepatan massa beban 128 g sebesar 0,062 m/s dan 0,00625
m/s2 lebih besar dari pada kecepatan dan percepatan dengan massa beban 400,46 g
sebesar 0,056 m/s dan 0,0518 m/s2. Hal tersebut terbukti berdasarkan hukum II
Newton yaitu kecepatan dan percepatan berbanding terbalik dengan massa, artinya
semakin besar beban benda maka kecepatan dan percepatan benda akan semakin
kecil, begitu pula sebaliknya,
Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai
peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan gerak. Gerak yang dilakukan pada
suatu benda bermacam-macam, contohnya adalah gerak lurus, gerak vertikal, gerak
melingkar, gerak parabola, dan lain-lain. Pada penelitian ini, gerak yang
dikaji adalah tentang pergerakan benda pada gerak lurus. Gerak lurus suatu
benda terbagi menjadi dua, yaitu gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah
beraturan. Contoh gerak lurus beraturan adalah mobil yang berjalan di lintasan
lurus dengan kecepatan konstan. Sedangkan contoh gerak lurus berubah beraturan
adalah ketika sebuah bola dilempar lurus keatas dengan kecepatan tertentu akan
mengalami perlambatan saat menuju titik puncak dan akan mengalami percepatan
saat bola jatuh menuju titik awal. Dalam peristiwa kedua tersebut dapat diketahui
bahwa gerak lurus mempunyai beberapa variabel yang berpengaruh yaitu posisi, perpindahan,
kecepatan dan percepatan. Tetapi dalam peristiwa gerak lurus beraturan, gerak
ini sulit terjadi karena benda tersebut pasti mengalami gesekan dengan
lintasan. Sehingga akibat adanya gesekan, membuat hasil dari pengukuran jauh
dari kesesuaian. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis membuat suatu
percobaan untuk mempelajari gerak lurus dengan menggunakan linier air track. Linier air track adalah alat yang
menyediakan lintasan lurus dengan gerakan yang stabil dan bebas gesekan antara
benda dengan lintasannya.
a.
Gerak Lurus Beraturan
Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang
lintasannya lurus dan kecepatannya tetap. Kecepatan tetap artinya baik besar
maupun arahnya tetap. Untuk kecepatan rata-rata, perpindahan, dan selang waktu
dapat dinyatakan hubungannya sebagai berikut:
b.
Gerak Lurus Berubah Beraturan
Gerak lurus berubah beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu
benda yang lintasannya lurus dan percepatannya tetap. Percepatan tetap artinya
baik besar maupun arahnya tetap. Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai
hasil perubahan kecepatan dengan selang waktu yang dibutuhkan untuk perubahan
kecepatan, ditulis sebagai:
c.
Hukum Newton Tentang Gerak
Newton merumuskan hukum-hukum gerak yang sangat luar biasa. Newton
menemukan bahwa semua persoalan gerak di alam semesta dapat diterangkan dengan
hanya tiga hukum yang sederhana.
d.
Hukum Newton I, ialah semua benda cenderung mempertahankan keadaannya.
Benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak
akan
tetap bergerak dengan kecepatan konstan.
e.
Hukum Newton II
Hukum Newton II menyatakan
bahwa laju perubahan momentum benda sama
dengan gaya yang bekerja
pada benda tersebut.
f.
Hukum Newton III
Hukum ini mengungkapkan
keberadaan gaya reaksi yang sama besar dengan gaya aksi, tetapi berlawanan
arah. Jika benda pertama melakukan gaya pada benda kedua (gaya aksi), maka
benda kedua melakukan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi arahnya berlawanan
(gaya reaksi). Jika seseorang mendorong dinding dengan tangan maka pada saat
bersamaan dinding akan mendorong tangan orang tersebut dengan gaya yang sama
tetapi berlawanan arah. Bumi menarik tubuh seseorang dengan gaya yang sama
dengan berat tubuh orang tersebut, maka pada saat bersamaan tubuh orang
tersebut juga menarik bumi dengan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah. (Sirait, 2018)
Dalam persamaan hukum Newton dua ini F adalah
jumlah vektor semua gaya yang bekerja pada benda, m adalah benda, dan a adalah
percepatannya. Jika persamaan tersebut dituliskan dalam bentuk
Perhatikan
bahwa hukum gerak pertama tercakup dalam hukum kedua sebagai hal khusus, yaitu
bila F=0, maka a=0. Dengan perkataan lain jika resultan gaya yang bekerja pada
usaru benda sama dengan nol, maka percepatannya juga sama dengan nol. Jadi bila
tidak ada gaya yang bekerja pada suatu benda, benda akan bergerak dengan
kecepatan konstan atau diam (kecepatan nol), yang tidak lain sama dengan
persamaan hukum gerak pertama. (Halliday, 1978)
Hukum kedua gerak Newton pada bahasa Latin pada
umumnya menjelaskan tentang partikel. Hal ini menjelaskan kepada kita hukum
dari percepatan. Dijelaskan bahwa, hukum ini tentang perubahan arah dari suatu
objek yang diam dari suatu gaya, dan ini berasal dari arah yang pada garis
lurus pada gaya. Dan ini menjelaskan apa yang akan terjadi pada gaya luar pada
objekt tersebut. atau dengan sederhana dijelaskan, hukum kedua Newton
mengatakan bahwa jumlah gaya yang terdapat dari luar objek, maka percepatan
benda dan arah dari gaya terebut, dan perubahan percepatan pada arah gaya luar
tersebut akan berbanding terbalik dengan massa benda atau objek tersebut.
Ini merupakan
vektor ya dalam arah akselerasi, akan menjadi gaya eksternal eksternal dan massa. Hukum
kedua Newton dengan demikian berlaku untuk komponen-komponen gaya dan
percepatan. Dapat diwakili
oleh persamaan untuk tiga dimensi (vertikal, horizontal-maju dan mundur, dan
horizontal-sisi ke sisi). Hukum kedua
Newton menyatakan hubungan sebab-akibat.
Pasukan menyebabkan akselerasi Akselerasi adalah efek dari gaya. Jika gaya eksternal eksternal bekerja pada
suatu objek, objek tersebut berakselerasi.
Jika suatu objek mempercepat gaya eksternal eksternal harus bertindak
untuk menyebabkan percepatan. Hukum
gerak pertama Newton benar-benar hanya kasus khusus dari hukum kedua Newton
tentang gerak - ketika gaya total yang bekerja pada objek adalah nol,
akselerasinya juga nol.
Perubahan pada
hukum gerak kedua Newton menjelaskan bagaimana akselerasi terjadi. Mari kita lihat apakah kita bisa
menerapkannya. Kita meneliti
gerakan proyektil. Percepatan vertikal proyektil diatur oleh hukum gerak kedua
Newton. Jika satu-satunya gaya yang
bekerja pada proyektil adalah gaya gravitasi, maka percepatan proyektil juga
akan turun dan gaya gravitasi proporsional adalah bobot objek (W), dan bukan. Ini
bukan hal baru bagi kita, karena berat dan percepatan akibat gravitasi
mempertimbangkan aplikasi lain dari hukum kedua Newton yang melibatkan gaya
kontak serta gravitasi. (Peter, 2005)
Perubahan posisi suatu objek yang berusaha
mempertahankan posisi perpindahan dikarenakan adanya gaya yang diberikan pada
benda yang bekerja tersebut. dimana
gaya yang terdapat pada sumber yang
diberikan pada suatu objek, dan selanjutnya
kemampuan objek tetap bertahan pada
gaya dari udara, dan berefek pada objek dari gaya grafitasi dari bumi dengan
hubungan keduanya antara arah dari gerakan dari objek. Ketika dua objek dengan
massa berbeda jatuh dari ketinggian yang berbeda maka benda dengan massa dari
objek yang lebih besar akan jatuh
pertama kali ke lantai dibanding dengan massa benda yang lebih kecil.
Kasus ini mirip dengan jatuh bebasbenda
baik dengan mengabaikan gesekan udara ataudengan memperhitungkan gesekan
udara.Hanya gaya yang bekerja pada benda yang jatuh bebas tanpa hambatan udara
adalah kekuatangravitasi. Sebaliknya, memperhatikanakun gesekan udara, maka
jatuh benda (yang awalnya memilikiakselerasi = akselerasi gravitasi)akan berada
dalam kesetimbangan karena beratnya diimbangi oleh gesekan udara adalah massa
suatu benda memengaruhi "kecepatan" jatuhnya tubuh secara bebas.
Bahkan, benda jatuh sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi (Dengan asumsi gesekan
udara diabaikan). Jika ada adalah udara, maka besarnya gesekan masih belum
dapat mengimbangi kekuatan gravitasi yang bekerja pada objek (dalam hal fisika
disebut berat). Ini adalah kekeliruan karena
konsep kebenaran muncul karena akselerasi kekuatan yang
bekerja pada sebuah obyek.
Dengan munculnya akselerasi berarti
bahwa objek tidak ada di keseimbangan sehingga gaya yang dihasilkan ∑ 𝐹≠ 0, memindahkan objek (beralih posisi). Objek akan
cenderung tumbuh cepat jika arah = arah total gaya gerak benda. Untuk
persentase terkecil dengan a kesalahpahaman hingga. Saya t membahas
kesalahpahaman tentang gesekan dan aplikasinya. Siswa berasumsi itu benda
(permukaan) kasar pastinya ada gesekan besar dan benda permukaan halus seperti
kaca tidak memiliki gesekan. Ini asumsi salah, karena pada benda yang sangat
halus meskipun masih ada gesekan antar partikel karena kontak antara baut
permukaan titik. Hal yang menarik ditemukan karena dugaan peneliti luar adalah
peneliti sengaja mencoba mengganggu dengan kognitif siswa oleh memberikan
demonstrasi sederhana oleh melempar benda ke atas. Siswa percaya bahwa arah
gaya hidup benda yang dilemparkan oleh tangan simpatisan menuju ke atas begitu
erat dengan pergerakan benda. Berpikir seperti itu, para siswa menyimpulkan bahwa
arah gerak
objek selalu sama
dengan arah gaya yang bekerja padanya.
Secara ilmiah, benda-benda itu bergerak
ke atas, akan mengalami pengaruh gravitasi Bumi. Di Dengan kata lain, gaya yang
bekerja pada objek sedangkan objek sedang dipindahkan adalah gaya gravitasi
(Bumi). Arah dari gerak benda tersebut menuju ke atas sedangkan gaya gravitasi
(Bumi) ke pusat bumi jadi keduanya bertolak belakang. Fakta ini juga
menunjukkan arah kecepatan tidak selalu sama dengan arah akselerasi. (Kurniawan, 2018)
Pengertian gaya didefenisikan dari beberapa hal masalah ini
keduanya adalah interferensi yang didefenisikan sebaga fragmentasi
karakteristik element suatu benda. Contohnya gaya terkadang dapat didefenisikan
sebagagai perubhan posisi secara stasioner. Atau gaya adalah perpindahan yang
tepat pada suatu benda. Defenisi gaya dari beberapa buku refrensi, diartikan
bahwa gaya adalah suatu besaran vektor, atau gaya adalah jenis gaya dorong ayau
tarik, dan gaya adalah sesuatu yang dapat terlihat (gaya pada alam). Secara
rumus gaya ditulis dengan F= ma. Dan konsep dasarnya, dengan contoh gaya
tekanan pada suatu objek, dan gaya pada kerja kapasitas.
Dalam pemikiran diartikan bahwa gaya
yang merupakan besaran vektor yang
memiliki besar dan arah. Gaya dan gerak masalah ini sulit dimengerti dan
dipahami istilahnya antara gaya dan gerak (stasioner, gerak vertikal dan tetapan
yang diikuti dengan, persamaan terminologi yang digunakan pada gaya dan gerak.
Contoh pada benda diam dan dengan benda kecepatan konstan. (Alias.
S, 2016)
Beberapa kekeliruan konsep (miskonsepsi) gaya
didefenisika antara lain: 1. suatu benda akan bergerak diperlambat jika tidak terdapat
resultan gaya yang bekerja padanya; 2. gaya adalah hasil perkalian antara massa
dan percepatan (ma); 3. gerak benda akan mengikuti arah gaya yang paling kuat
yang bekerja padanya; 4. suatu benda yang mendapatkan resultan gaya yang tetap
akan bergerak dengan kecepatan tetap; 5. suatu benda akan bergerak lebih cepat
ketika mendapatkan resultan gaya yang lebih besar; 6. benda yang lebih berat
akan jatuh lebih cepat dibanding benda yang lebih ringan; 7. gaya normal pada
suatu benda selalu sama dengan berat benda tersebut; 8. gaya aksi-reaksi bekerja
pada benda yang sama. (Muna.
I, 2015)
BAB III
METODOLOGI
PERCOBAAN
3.1 Peralatan dan Bahan
3.1.1Peralatan
dan Fungsi
1.
1000 mm Flat Rail
Fungsi : sebagai
bahan dalam percobaan
2.
Scientific Incandenscent
Lamp (Lampu Pijar)
Fungsi : sebagai
sumber cahaya
3.
Power Supply
Fungsi : untuk mengubah arus AC
(bolak-balik) menjadi arus DC (searah)
4.
Multimeter
Fungsi : sebagai alat
untuk mengukur tegangan
5.
Diafragma
Fungsi : untuk
memfokuskan cahaya yang dapat diatur
6.
Optical Chopper
Fungsi : sebagai
pengatur frekuensi
7.
Broadband Thermopile
Detector
Fungsi : sebagai alat
untuk mendeteksi cahaya
8.
Chopper control electronics
Fungsi : untuk melakukan optimasi
kerja(pengontrol) suatu mesin
9.
Statif
Fungsi
: Sebagai penyangga atau tempat lampu
10. Jangka
sorong
Fungsi: sebagai alat ukur untuk mengukur
benda dari sisi luar
benda
11. Stopwatch
Fungsi
: sebagai alat hitung waktu
12. Cok
sambung
Fungsi
: sebagai penghubung arus PLN
13. Kabel penghubung
Fungsi : sebagai penghubung
benda satu ke benda yang lain
14. Kabel
koaxial
Fungsi : Sebagai
media penghubung yang dapat mengalirkan
Arus listrik.
3.1.2 Bahan dan Fungsi
-
3.2 Prosedur
Percobaan
1.
Dirangkaiperalatansepertigambar,dihubungkan power supply
keScientificincandescent lamp, dihubungkan Chopper control electronicskeOptical
chopperlaludinyalakan Power supply dan chopper control electronics
kemudiandihubungkanMultimeterkeBroadbandthermopile detectormenggunakankabel
coaxial.
2. Diaturposisiscientific incandescent lamp, diafragmadan optical
chopper denganjarakmasing-masing 10 cm.
3. Diaturposisi
broadband thermopile detectordari optical chopper denganjarak20 cm.
4. Diukur
diameter diafragmamenggunakanjangkasorong.
5. Diaturtegangandankuataruspada
power supply scientific incandescent lamp sebaiknyadihidupkanselama5
menitsebelumdilakukanpengukuran.
6.
Diaturfrekuensipada chopper control electronics dengan
interval 70-110 Hz.
7.
Dinyalakan multimeter dan hidupkan stopwatch selama 1 menit,
lalu baca tegangan dan kuat arus yang dihasilkan.
8. Dilakukan
percobaan untuk broadband thermopile detector dengan jarak
40,50 dan 60 cm dari optical chopper.
9.
Dicatat hasil yang didapat.
3.2 Gambar Peralatan
BAB
IV
KESIMPULAN
DAN SARAN
1.1
Kesimpulan
1. Aplikasi
dari radiometri dan photomrtri adalah:
Radiometri =gelombang
radio pada radio
Photometri = lensa
pada kamera
2. Prinsip
kerja radiophotometri adalah:
Cahaya datang dari
sumber cahaya masuk ke diafragma pada
diafragma terjadi pengaturan besar kecilnya cahaya yang masukditeruskan ke
optical chopper pada optical chopper terjadi penghamburan cahaya, kemudian
cahaya diteruskan ke broadband thermophile detector untuk mengubah intensitas
cahaya menjadi energi listrik.
3. Besar
intensitas cahaya pada percobaan adalah
4. Besar daya
listrik yang dihasilkan pada percobaan adalah
a. Untuk 20
cm
P= 1,107 watt
b. Untuk 40
cm
P = 1,108 Watt
c. Untuk 50
cm
P = 0,928 watt
Tidak ada komentar:
Posting Komentar