Sabtu, 09 Oktober 2021

Radiophotometri - Laporan Praktikum Fisika Gelombang - FISIKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1       Latar belakang

Hukum kedua gerak Newton pada bahasa Latin pada umumnya menjelaskan tentang partikel. Hal ini menjelaskan kepada kita hukum dari percepatan. Dijelaskan bahwa, hukum ini tentang perubahan arah dari suatu objek yang diam dari suatu gaya, dan ini berasal dari arah yang pada garis lurus pada gaya. Dan ini menjelaskan apa yang akan terjadi pada gaya luar pada objekt tersebut. atau dengan sederhana dijelaskan, hukum kedua Newton mengatakan bahwa jumlah gaya yang terdapat dari luar objek, maka percepatan benda dan arah dari gaya terebut, dan perubahan percepatan pada arah gaya luar tersebut. yang dipengaruhi oleh massa benda.

Ini merupakan vektor yana dalam arah akselerasi, akan menjadi gaya eksternal eksternal dan massa. Hukum kedua Newton dengan demikian berlaku untuk komponen-komponen gaya dan percepatan. Dapat diwakili oleh persamaan untuk tiga dimensi (vertikal, horizontal-maju dan mundur, dan horizontal-sisi ke sisi.  Pasukan menyebabkan akselerasi Akselerasi adalah efek dari gaya. 

    Oleh karena ini, dilakukannya praktikum ini untuk mengetahui aplikasi dari liniar air track, dan dapat membantu dalam proses blajar mengajar baik dalam kelas maupun dalam kehidupan sehari

1.2 Tujuan

1. Untuk mengamati pengaruh gesekan terhadap kecepatan

2. Untuk mengamati pengaruh beban terhadap kecepatan

BAB II

LANDASAN TEORI

Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada pengaruh jarak terhadap waktu, pengaruh massa terhadap kecepatan, dan pengaruh massa terhadap percepatan. Variabel dalam penelitian ini terdiri atas variabel manipulasi yaitu massa beban dan jarak, variabel respon yaitu waktu yang ditempuh dan kecepatan beban bergerak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh jarak terhadap waktu yang dapat dilihat dari nilai koefisien korelasinya R2 = 0,999 untuk massa 128 dan 400,46 g yang artinya bahwa terdapat pengaruh sebesar 99,9%. Serta terdapat pengaruh massa terhadap kecepatan dan percepatan yaitu kecepatan dan percepatan massa beban 128 g sebesar 0,062 m/s dan 0,00625 m/s2 lebih besar dari pada kecepatan dan percepatan dengan massa beban 400,46 g sebesar 0,056 m/s dan 0,0518 m/s2. Hal tersebut terbukti berdasarkan hukum II Newton yaitu kecepatan dan percepatan berbanding terbalik dengan massa, artinya semakin besar beban benda maka kecepatan dan percepatan benda akan semakin kecil, begitu pula sebaliknya,

          Dalam kehidupan sehari-hari kita sering menjumpai peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan gerak. Gerak yang dilakukan pada suatu benda bermacam-macam, contohnya adalah gerak lurus, gerak vertikal, gerak melingkar, gerak parabola, dan lain-lain. Pada penelitian ini, gerak yang dikaji adalah tentang pergerakan benda pada gerak lurus. Gerak lurus suatu benda terbagi menjadi dua, yaitu gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. Contoh gerak lurus beraturan adalah mobil yang berjalan di lintasan lurus dengan kecepatan konstan. Sedangkan contoh gerak lurus berubah beraturan adalah ketika sebuah bola dilempar lurus keatas dengan kecepatan tertentu akan mengalami perlambatan saat menuju titik puncak dan akan mengalami percepatan saat bola jatuh menuju titik awal. Dalam peristiwa kedua tersebut dapat diketahui bahwa gerak lurus mempunyai beberapa variabel yang berpengaruh yaitu posisi, perpindahan, kecepatan dan percepatan. Tetapi dalam peristiwa gerak lurus beraturan, gerak ini sulit terjadi karena benda tersebut pasti mengalami gesekan dengan lintasan. Sehingga akibat adanya gesekan, membuat hasil dari pengukuran jauh dari kesesuaian. Berdasarkan uraian di atas, maka penulis membuat suatu percobaan untuk mempelajari gerak lurus dengan menggunakan linier air track. Linier air track adalah alat yang menyediakan lintasan lurus dengan gerakan yang stabil dan bebas gesekan antara benda dengan lintasannya.

a.            Gerak Lurus Beraturan

Gerak lurus beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang lintasannya lurus dan kecepatannya tetap. Kecepatan tetap artinya baik besar maupun arahnya tetap. Untuk kecepatan rata-rata, perpindahan, dan selang waktu dapat dinyatakan hubungannya sebagai berikut:

b.             Gerak Lurus Berubah Beraturan

Gerak lurus berubah beraturan didefinisikan sebagai gerak suatu benda yang lintasannya lurus dan percepatannya tetap. Percepatan tetap artinya baik besar maupun arahnya tetap. Percepatan rata-rata didefinisikan sebagai hasil perubahan kecepatan dengan selang waktu yang dibutuhkan untuk perubahan kecepatan, ditulis sebagai: 

c.            Hukum Newton Tentang Gerak

Newton merumuskan hukum-hukum gerak yang sangat luar biasa. Newton menemukan bahwa semua persoalan gerak di alam semesta dapat diterangkan dengan hanya tiga hukum yang sederhana.

d.            Hukum Newton I, ialah semua benda cenderung mempertahankan keadaannya. Benda yang diam akan tetap diam dan benda yang bergerak

akan tetap bergerak dengan kecepatan konstan.

e.    Hukum Newton II 

Hukum Newton II menyatakan bahwa laju perubahan momentum benda sama

dengan gaya yang bekerja pada benda tersebut.

f.    Hukum Newton III

Hukum ini mengungkapkan keberadaan gaya reaksi yang sama besar dengan gaya aksi, tetapi berlawanan arah. Jika benda pertama melakukan gaya pada benda kedua (gaya aksi), maka benda kedua melakukan gaya yang sama besar pada benda pertama tetapi arahnya berlawanan (gaya reaksi). Jika seseorang mendorong dinding dengan tangan maka pada saat bersamaan dinding akan mendorong tangan orang tersebut dengan gaya yang sama tetapi berlawanan arah. Bumi menarik tubuh seseorang dengan gaya yang sama dengan berat tubuh orang tersebut, maka pada saat bersamaan tubuh orang tersebut juga menarik bumi dengan gaya yang sama besar tetapi berlawanan arah.                                                                                   (Sirait, 2018)

Dalam persamaan hukum Newton dua ini F adalah jumlah vektor semua gaya yang bekerja pada benda, m adalah benda, dan a adalah percepatannya. Jika persamaan tersebut dituliskan dalam bentuk , tampak jelas bahwa percepatan benda berbanding lurus denganresultan gaya yang bekerja padanya dan arah sejajar dengan arah gaya tersebut, juga tampak suatu gaya tertentu perceparan benda berbanding terbalik dengan massa benda.

          Perhatikan bahwa hukum gerak pertama tercakup dalam hukum kedua sebagai hal khusus, yaitu bila F=0, maka a=0. Dengan perkataan lain jika resultan gaya yang bekerja pada usaru benda sama dengan nol, maka percepatannya juga sama dengan nol. Jadi bila tidak ada gaya yang bekerja pada suatu benda, benda akan bergerak dengan kecepatan konstan atau diam (kecepatan nol), yang tidak lain sama dengan

persamaan hukum gerak pertama.                                        (Halliday, 1978)

Hukum kedua gerak Newton pada bahasa Latin pada umumnya menjelaskan tentang partikel. Hal ini menjelaskan kepada kita hukum dari percepatan. Dijelaskan bahwa, hukum ini tentang perubahan arah dari suatu objek yang diam dari suatu gaya, dan ini berasal dari arah yang pada garis lurus pada gaya. Dan ini menjelaskan apa yang akan terjadi pada gaya luar pada objekt tersebut. atau dengan sederhana dijelaskan, hukum kedua Newton mengatakan bahwa jumlah gaya yang terdapat dari luar objek, maka percepatan benda dan arah dari gaya terebut, dan perubahan percepatan pada arah gaya luar tersebut akan berbanding terbalik dengan massa benda atau objek tersebut.

          Ini merupakan vektor ya dalam arah akselerasi, akan menjadi gaya eksternal eksternal dan massa. Hukum kedua Newton dengan demikian berlaku untuk komponen-komponen gaya dan percepatan. Dapat diwakili oleh persamaan untuk tiga dimensi (vertikal, horizontal-maju dan mundur, dan horizontal-sisi ke sisi). Hukum kedua Newton menyatakan hubungan sebab-akibat.  Pasukan menyebabkan akselerasi Akselerasi adalah efek dari gaya.  Jika gaya eksternal eksternal bekerja pada suatu objek, objek tersebut berakselerasi.  Jika suatu objek mempercepat gaya eksternal eksternal harus bertindak untuk menyebabkan percepatan.  Hukum gerak pertama Newton benar-benar hanya kasus khusus dari hukum kedua Newton tentang gerak - ketika gaya total yang bekerja pada objek adalah nol, akselerasinya juga nol.

          Perubahan pada hukum gerak kedua Newton menjelaskan bagaimana akselerasi terjadi.  Mari kita lihat apakah kita bisa menerapkannya. Kita meneliti gerakan proyektil. Percepatan vertikal proyektil diatur oleh hukum gerak kedua Newton.  Jika satu-satunya gaya yang bekerja pada proyektil adalah gaya gravitasi, maka percepatan proyektil juga akan turun dan gaya gravitasi proporsional adalah bobot objek (W), dan bukan. Ini bukan hal baru bagi kita, karena berat dan percepatan akibat gravitasi mempertimbangkan aplikasi lain dari hukum kedua Newton yang melibatkan gaya kontak serta gravitasi.                                          (Peter, 2005)

 Perubahan posisi suatu objek yang berusaha mempertahankan posisi perpindahan dikarenakan adanya gaya yang diberikan pada benda yang bekerja tersebut. dimana

gaya yang terdapat pada sumber yang diberikan pada suatu objek, dan selanjutnya

kemampuan objek tetap bertahan pada gaya dari udara, dan berefek pada objek dari gaya grafitasi dari bumi dengan hubungan keduanya antara arah dari gerakan dari objek. Ketika dua objek dengan massa berbeda jatuh dari ketinggian yang berbeda maka benda dengan massa dari objek yang lebih besar  akan jatuh pertama kali ke lantai dibanding dengan massa benda yang lebih kecil.

Kasus ini mirip dengan jatuh bebasbenda baik dengan mengabaikan gesekan udara ataudengan memperhitungkan gesekan udara.Hanya gaya yang bekerja pada benda yang jatuh bebas tanpa hambatan udara adalah kekuatangravitasi. Sebaliknya, memperhatikanakun gesekan udara, maka jatuh benda (yang awalnya memilikiakselerasi = akselerasi gravitasi)akan berada dalam kesetimbangan karena beratnya diimbangi oleh gesekan udara adalah massa suatu benda memengaruhi "kecepatan" jatuhnya tubuh secara bebas. Bahkan, benda jatuh sepenuhnya dipengaruhi oleh gravitasi (Dengan asumsi gesekan udara diabaikan). Jika ada adalah udara, maka besarnya gesekan masih belum dapat mengimbangi kekuatan gravitasi yang bekerja pada objek (dalam hal fisika disebut berat). Ini adalah kekeliruan karena

konsep kebenaran muncul karena akselerasi kekuatan yang bekerja pada sebuah obyek.

Dengan munculnya akselerasi berarti bahwa objek tidak ada di keseimbangan sehingga gaya yang dihasilkan ∑ 𝐹≠ 0, memindahkan objek (beralih posisi). Objek akan cenderung tumbuh cepat jika arah = arah total gaya gerak benda. Untuk persentase terkecil dengan a kesalahpahaman hingga. Saya t membahas kesalahpahaman tentang gesekan dan aplikasinya. Siswa berasumsi itu benda (permukaan) kasar pastinya ada gesekan besar dan benda permukaan halus seperti kaca tidak memiliki gesekan. Ini asumsi salah, karena pada benda yang sangat halus meskipun masih ada gesekan antar partikel karena kontak antara baut permukaan titik. Hal yang menarik ditemukan karena dugaan peneliti luar adalah peneliti sengaja mencoba mengganggu dengan kognitif siswa oleh memberikan demonstrasi sederhana oleh melempar benda ke atas. Siswa percaya bahwa arah gaya hidup benda yang dilemparkan oleh tangan simpatisan menuju ke atas begitu erat dengan pergerakan benda. Berpikir seperti itu, para siswa menyimpulkan bahwa arah gerak

 objek selalu sama dengan arah gaya yang bekerja padanya. 

Secara ilmiah, benda-benda itu bergerak ke atas, akan mengalami pengaruh gravitasi Bumi. Di Dengan kata lain, gaya yang bekerja pada objek sedangkan objek sedang dipindahkan adalah gaya gravitasi (Bumi). Arah dari gerak benda tersebut menuju ke atas sedangkan gaya gravitasi (Bumi) ke pusat bumi jadi keduanya bertolak belakang. Fakta ini juga menunjukkan arah kecepatan tidak selalu sama dengan arah akselerasi.                                                        (Kurniawan, 2018)

Pengertian gaya didefenisikan dari beberapa hal masalah ini keduanya adalah interferensi yang didefenisikan sebaga fragmentasi karakteristik element suatu benda. Contohnya gaya terkadang dapat didefenisikan sebagagai perubhan posisi secara stasioner. Atau gaya adalah perpindahan yang tepat pada suatu benda. Defenisi gaya dari beberapa buku refrensi, diartikan bahwa gaya adalah suatu besaran vektor, atau gaya adalah jenis gaya dorong ayau tarik, dan gaya adalah sesuatu yang dapat terlihat (gaya pada alam). Secara rumus gaya ditulis dengan F= ma. Dan konsep dasarnya, dengan contoh gaya tekanan pada suatu objek, dan gaya pada kerja kapasitas.

Dalam pemikiran diartikan bahwa gaya yang merupakan besaran vektor  yang memiliki besar dan arah. Gaya dan gerak masalah ini sulit dimengerti dan dipahami istilahnya antara gaya dan gerak (stasioner, gerak vertikal dan tetapan yang diikuti dengan, persamaan terminologi yang digunakan pada gaya dan gerak. Contoh pada benda diam dan dengan benda kecepatan konstan.                           (Alias. S, 2016)

Beberapa kekeliruan konsep (miskonsepsi) gaya didefenisika antara lain: 1. suatu benda akan bergerak diperlambat jika tidak terdapat resultan gaya yang bekerja padanya; 2. gaya adalah hasil perkalian antara massa dan percepatan (ma); 3. gerak benda akan mengikuti arah gaya yang paling kuat yang bekerja padanya; 4. suatu benda yang mendapatkan resultan gaya yang tetap akan bergerak dengan kecepatan tetap; 5. suatu benda akan bergerak lebih cepat ketika mendapatkan resultan gaya yang lebih besar; 6. benda yang lebih berat akan jatuh lebih cepat dibanding benda yang lebih ringan; 7. gaya normal pada suatu benda selalu sama dengan berat benda tersebut; 8. gaya aksi-reaksi bekerja pada benda yang sama.         (Muna. I, 2015)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1  Peralatan dan Bahan

3.1.1Peralatan dan Fungsi

1.   1000 mm Flat Rail

Fungsi : sebagai bahan dalam percobaan

2.   Scientific Incandenscent Lamp (Lampu Pijar)

Fungsi : sebagai sumber cahaya

3.   Power Supply

Fungsi : untuk mengubah arus AC (bolak-balik) menjadi arus DC (searah)

4.   Multimeter

Fungsi : sebagai alat untuk mengukur tegangan

5.   Diafragma

Fungsi : untuk memfokuskan cahaya yang dapat diatur

6.   Optical Chopper

Fungsi : sebagai pengatur frekuensi

7.   Broadband Thermopile Detector

Fungsi : sebagai alat untuk mendeteksi cahaya

8.   Chopper control electronics

Fungsi : untuk melakukan optimasi kerja(pengontrol) suatu mesin

9.   Statif

Fungsi : Sebagai penyangga atau tempat lampu

10.  Jangka sorong

Fungsi: sebagai alat ukur untuk mengukur benda dari sisi luar

 

benda

11.  Stopwatch

       Fungsi : sebagai alat hitung waktu

12.  Cok sambung

       Fungsi : sebagai penghubung arus PLN

13.   Kabel penghubung

Fungsi : sebagai penghubung benda satu ke benda yang lain

14.  Kabel koaxial

Fungsi : Sebagai media penghubung yang dapat mengalirkan

Arus listrik.

 

3.1.2  Bahan dan Fungsi

     -

3.2 Prosedur Percobaan

1.   Dirangkaiperalatansepertigambar,dihubungkan power supply keScientificincandescent lamp, dihubungkan Chopper control electronicskeOptical chopperlaludinyalakan Power supply dan chopper control electronics kemudiandihubungkanMultimeterkeBroadbandthermopile detectormenggunakankabel coaxial.

2.   Diaturposisiscientific  incandescent lamp, diafragmadan optical chopper  denganjarakmasing-masing 10 cm.

3.   Diaturposisi broadband thermopile detectordari optical chopper denganjarak20 cm.

4.   Diukur diameter diafragmamenggunakanjangkasorong.

5.   Diaturtegangandankuataruspada power supply scientific incandescent lamp sebaiknyadihidupkanselama5 menitsebelumdilakukanpengukuran.

6.   Diaturfrekuensipada chopper control electronics dengan interval 70-110 Hz.

 

7.   Dinyalakan multimeter dan hidupkan stopwatch selama 1 menit, lalu baca tegangan dan kuat arus yang dihasilkan.

8.   Dilakukan percobaan untuk broadband thermopile detector dengan jarak

40,50 dan 60 cm dari optical chopper.

9.   Dicatat hasil yang didapat.

 

3.2  Gambar Peralatan








BAB IV

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1   Kesimpulan

1.   Aplikasi dari radiometri dan photomrtri adalah:

Radiometri =gelombang radio pada radio

Photometri = lensa pada kamera

2.   Prinsip kerja radiophotometri adalah:

Cahaya datang dari sumber cahaya  masuk ke diafragma pada diafragma terjadi pengaturan besar kecilnya cahaya yang masukditeruskan ke optical chopper pada optical chopper terjadi penghamburan cahaya, kemudian cahaya diteruskan ke broadband thermophile detector untuk mengubah intensitas cahaya menjadi energi listrik.

3.   Besar intensitas cahaya pada percobaan adalah

4.   Besar daya listrik yang dihasilkan pada percobaan adalah

a.    Untuk 20 cm 

P= 1,107 watt

b.   Untuk 40 cm

P = 1,108 Watt

c.    Untuk 50 cm

P = 0,928 watt

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Interface Input Output - Laporan Interface - FISIKA

  1.1   Latar belakang Jika I/O yang dipetakan dimemori sedang digunakan, seluruh keempat register itu merupakan bagian dari ruang alamat ...