PERCEPATAN GRAVITASI
Gravitasi adalah gaya tarik-menarik yang
terjadi antara semua partikel yang mempunyai massa di alam semesta. Fisika
modern mendeskripsikan gravitasi menggunakan Teori Relativitas Umum dari
Einstein, namun hukum gravitasi universal Newton yang lebih sederhana merupakan
hampiran yang cukup akurat dalam kebanyakan kasus.Sebelum membahas hukum
gravitasi Newton, ada baiknya apabila anda juga memahami pemikiran sebelum
Newton menemukan hukum gravitasi.
Sebagai contoh, bumi yang memiliki massa yang
sangat besar menghasilkan gaya gravitasi yang sangat besar untuk menarik
benda-benda disekitarnya, termasuk makhluk hidup, dan benda-benda yang ada di
bumi dan disekitar bumi. Seperti bulan, meteor, dan benda angkasa lainnya,
termasuk satelit buatan manusia.
Tyco Brahe (1546-1601) berhasil menyusun data mengenai gerak planet secara teliti. Data yang Tyco susun kemudian dipelajari oleh Johannes Keppler (1571-1630).Kepler menemukan keteraturan-keteraturan gerak planet. Ia mengungkapkan tiga kaidah mengenai gerak planet, yang sekarang dikenal sebagai hukum I,II, dan III Kepler. Pengkajian Newton pada gerak planet membawanya kepada suatu rumus untuk gaya gravitasi antara dua massa. Gaya yang bekerja hanya sekali dua benda saling bersentuhan dinamakan gaya konstan. Dalam percobaan ini, kita akan melakukan pengukuran untuk menentukan nilai gravitasi disuatu tempat yang umumnya berbeda di tempat lain seperti yang akan kita lakukan pengukuran untuk mendapatkan berapa besar nilai gravitasi di ruangan praktikum laboratorium fisika atomserta dapat memahami cara mendapatkan hasil gravitasi bumi yang besarnya 9.8 m/s2.
1.2Tujuan
- Untuk mengetahui besar nilai percepatan gravitasi.
- Untuk mengetahuihubungan panjang tali terhadap nilai percepatan gravitasi.
- Untuk mengetahui pengaruh massa beban terhadap nilai percepatan gravitasi.
- Untuk mengetahui hukum Newton tentang gravitasi.
- Untuk mengetahui sifat-sifat dari periode ayunan.
Dalam
kehidupan sehari-hari, dalam aktivitas kehidupan tentunya sebagai manusia pasti
melakukan suatu gerak. Benda dikatakan bergerak jika terjadi perubahan posisi
dari keadaan semula. Pada pokok bahasan kali ini akan dibahas tentang hukum-hukum
yang berkaitan dengan gaya dalam fisika. Newton yang dikenal sebagai fisikawan dalam
karyanya menjabarkan ketiga hukum gerak yang mendominasi pandangan.
Newton berhasil menunjukkan bahwa gerak benda di bumi dan benda-benda luar
angkasa lain ditetapkan oleh sekumpulan hukum-hukum alam yang sama.
Hukum I
Newton mengatakan bahwa setiap benda akan diam atau bergerak lurus beraturan
apabila resultan gaya
yang bekerja tarik bernilai nol. Hukum ini juga sering disebut hukum kelembaman atau inersia .
Setiap benda yang
memiliki sifat-sifat mempertahankan keadaannya, benda
yang sedang bergerak cenderung akan terus bergerak. Demikian pula sebaliknya, benda yang diam
cenderung akan mempertahankan keadaan diamnya. Contohnya: saat mobil berhenti
dibutuhkan 3 orang untuk mendorongnya agar tetap bergerak, tetapi setelah bergerak hanya dibutuhkan
satu orang saja agar
mobil tetap
bergerak. Saat mobil diam mobil cenderung tetap
diam sehingga diperlukan gaya lembaman baru pada mobil,yaitu kecenderungan
mempertahankan geraknya. Pada saat itu hanya diperlukan gaya yang kecil untuk
menggerakkan mobil, karena mobil sudah cenderung untuk bergerak terus.
Hukum
II Newton menjelaskan
bagaimana mungkin apabila gaya atau resultan gaya yang bekerja pada
benda tidak sama dengan nol. Benda diam akan bergerak jika sebuah
gaya luar bekerja padanya. Benda yang diam kemudian bergerak
berarti mengalami perubahan kecepatan. Perubahan kecepatan menyebabkan adanya
percepatan yang dialami benda.Misalnya sebuah gerobak ditarik dengan gaya F akan didorong percepatan a
sedangkan gerobak yang ditarik dengan gaya 2F akan mengalami percepatan sebesar 2a. Semakin besar gaya yang dikerjakan
semakin
cepatlah gerak benda. Hubungan antara gaya dan percepatan
tersebut
dituangkan oleh newton dalam hukum II Newton yang
berbunyi "percepatan
yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda sebanding dengan besar
gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa benda, arah
sama dengan arah resultan gaya".
Gaya
gesek statis adalah gaya gesek yang bekerja pada benda yang
dalam keadaan diam. Sebagai contoh ketika mendorong mobil yang mogok, tentunya
gaya yang kita berikan lebih besar agar mobil bias bergerak. Akan tetapi
setelah mobil bergerak gaya yang diberikan lebih kecil. (Artawan, 1996)
Dua
buah benda 1 dan 2 berjarak R jika tidak bermuatan listrik dan magnet maka
tidak ada gaya elektromagnet diantara mereka, jika mereka lebih jauh maka gaya nuklir dapat diabaikan, hanya
gaya gravitasi diantara mereka yang perlu di perhitungkan. Efek gravitasi benda
2 terhadap benda 1 seperti memberi percepatan pada benda1 langsung ke arah
benda 2 dengan besar :
ganya positif atau negatif. Jika muatan mereka sama maka percepatan yang terjadi arahnya akan saling menjauhi, tetapi jika muatannya berbeda maka percepatan yang terjadi arahnya akan saling mendekati. Gaya adalah vektor dan arahnya sama dengan percepatan, besarnya adalah perkalian antara massa skalar dan besar skalar.
Pada tahun 1966 ketika umurnya 24
tahun, Newton menemukan hukum universal yang terkenal dengan hukum gravitasi, penemuan
ini melalui pengamatannya tentang gerak planet mengelilingi matahari sebagai
pusat. Jika planet berada dipermukaan bumi maka gaya tarik menarik padanya
akibat bumi adalah m.g dimana g adalah percepatan gravitasi. Hukum dasar
elektrostatik ditemukan oleh seorang fisikawan bangsa Perancis yaitu Coulomb,
yang terkenal dengan hukum coulomb.
Perkembangan
cerita teori gravitasi dapat dilihat sebagai contoh model dari cara
penyelidikan ilmiah mengarah pada pandangan terang. Copernicus menyediakan
kerangka acuan yang tepat untuk melihat masalah dan Brahe menyediakan data
eksperimen yang sistematis dan tepat. Kepler menggunakan data untuk mengajukan
beberapa hukum empiris dan Newton mengusulkan hukum kekuatan universal dimana
hukum Kepler dapat diturunkan. Akhirnya, Einstein dibawa keteori baru yang
menjelaskan beberapa perbedaam kecil dalam teori Newton. Menentukan nilai G
tampaknya menjadi tugas yang sederhana. Yang perlu kita lakukan adalah mengukur
gaya gravitasi F antara dua massa yang dikenal
dan
yang dipisahkan oleh jarak r yang diketahui.
Kita kemudian dapat menghitung G.
Hukum Coloumb untuk gaya
elektrostatik adalah jika suatu muatan listrik
dan berjarak R dari muatan
maka gaya pada muatan satu disebabkan oleh
muatan lainnya mempunyai gaya yang sama dengan perkalian
dan
terhadapat kuadrat jari-jari. Jika muatan
keduanya positif atau negative maka gaya akan saling tolak-menolak sedangkan
bila muatan kedua berlainan maka gaya akan saling tarik-menarik.
Apabila seseorang menarik kawat yang
ujungnya dikaitkan dengan balok bermassa m dan terletak di atas bidang datar.
Andaikan gaya orang tersebut F1, kekiri menggunakan gaya F2 kekanan pada orang
itu. Hukum Newton III mengatakan bahwa F1=-F2 sementara kawat menarik balok
dengan gaya F3, kekiri akibat adanya F1, dan reaksi balok terhadap gaya dengan
gaya F4 kekanan. Hukum Newton III berlaku juga dalam kondisi ini dan mengatakan
bahwa F3= -F4. Balok dan kawat yang diam akan bergerak akibat adanya F1 dan
membutuhkan percepatan a, resultan gaya yang bekerja pada kawat adalah F1 + (-
F4) dan ini tidak bisa sama dengan nol. Hukum Newton Il mengatakan bahwa F1- F4
= m.a. Pada umumnya F1 tidak sama dengan F4. Kedua gaya ini bekerja pada benda
yang sama tidak membentuk aksi dan
reaksi. Menurut Hukum Newton III, besar F1 selalu sama dengan F2 dan besar F3
selalu sama dengan F4. Pasangan F1 dan F2 akan sama besar dengan pasangan F3
dan F4 jika percepatan sistim a = 0.
Hukum gravitasi Newton menyatakan bahwa
setiap planet ditarik menuju matahari oleh sebuah gaya yang berbanding lurus
dengan massa matahari, massa planet, dan berbanding terbalik dengan kaudrat
jarak terhadap matahari. Dengan cara ini, Newton dapat menghitung gerak planet
dalam sistem tata surya dan benda-benda jatuh dekat permukaan bumi. Gaya
tarik-menarik (gravitasi) Newton tidak hanya berlaku untuk planet dan matahari,
tetapi juga berlaku untuk benda-benda lain, bahkan untuk setiap benda besar
atau kecil.Experimen mengukur G dilakukan oleh C. V. Boys tahun 1895,
menggunakan metode yang sama seperti yang dilakukan oleh Cavendish tahun 1798. (Mediarman, 1996)
Arah
kecepatannya adalah sekitar bumi daripada menuju pusatnya. Tetapi kita tertarik
pada gaya pada masing-masing dan menurut pandangan inersia, gaya menyebabkan
percepatan, bukan kecepatan. Jadi gaya pada keduanya bias serupa, meskipun
ketidaksamaan dari kecepatan. Bagaimana caranya membandingkan gayanya. Aristoteles
akan mengatakan bahwa tidak ada kekuatan yang dibutuhkan untuk membuat bulan
bergerak di lingkaran karena itu adalah gerakan alaminya. Tetapi pandangan
inersia baru adalah bahwa dalam rangka untuk bulan menyimpang dari garis lurus
gerak, kekuatan harus bertindak di atasnya. Apakaharah gaya ini? Jika bulan berada di
titik pada gambar dan jika tidak ada gaya yang bekerja bertindak di atasnya,
bulan akan terus bergerak dalam garis lurus dari A ke B. Tetapi sebaliknya ia
bergerak ke titik C.
Bulan adalah melakukan dua hal
sekaligus: yang inersia menyimpannya bergerak ke depan dan akan membawa dari A
ke B, tetapi pada saat yang sama itu ditarik ke dalam bumi Pusat, sehingga juga
"jatuh" dari B untuk C. Bulan keberangkatan dari alamnya garis lurus
jalan dapat digambarkan sebagai terus-menerus jatuh mirip dengan jatuhnya apel.
Kekuatan yang diperlukan untuk menarik bulan ke dalam sehingga tiba di C
daripada B diarahkan ke dalam, terhadap bumi Pusat, sama seperti kekuatan dari
Apple. Newton adalah pertama untuk memahami bahwa batin diarahkan kekuatan
harus bertindak pada bulan, tahan dalam lingkaran orbit. Ia diduga bahwa gaya
ini memiliki sumber yang sama sebagai kekuatan yang menarik apel ke bawah: bumi
gravitasi jenis objek. Sejak gaya pada bulan ke dalam, hukum Newton gerak
memberitahu kami di bulan percepatan harus batin juga, meski kekuatan
horisontal. Gambar menunjukkan cara lain yang bulan percepatan diarahkan menuju
pusat orbitnya dalam rangka untuk bulan untuk mempertahankan gerakan melingkar,
kecepatannya harus berganti-ganti menuju bagian dalam. Perubahan kecepatan
selalu menuju pusat, sehingga akselerasi menuju pusat. Meskipun kecepatan apel dan
kecepatan bulan yang sangat berbeda, baik mereka percepatan diarahkan menuju pusat.
Newton
ditawarkan argumen lain menunjukkan bahwa angkatan pada bulan ke dalam. jika anda
mengambil apel atau apa pun dan membuangnya horizontal itu akan mengikuti
melengkung jalan sebagai jatuh ke tanah. jika anda melemparkan apel lebih
cepat, itu akan pergi lebih jauh sebelum jatuh ke tanah. dan jika Anda
membuangnya cukup cepat, mungkin "jatuh" sekitar sebagian besar dari
permukaan bumi sebelum memukul tanah. Jika apel diluncurkan di seperti
kecepatan tinggi yang lengkungan yang ditentukan diperlukan kecepatan hanya
cocok bumi kelengkungan, itu akan jatuh semua jalan sekitar. yang menghasilkan
kecepatan sekitar 8 km/s, atau 29,000 km/jam. Pada kecepatan ini, apel akan
jatuh semua jalan sekitar bumi tanpa memperoleh lebih dekat ke tanah, karena ke
bawah kelengkungan orbitnya hanya sesuai dengan penurunan kelengkungan bumi. Setelah
itu membuat satu sirkuit, itu akan membuat lain (mengabaikan perlawanan) itu
masuk ke orbit. Ini adalah apa bulan tidak, bulan itu adalah apa yang lain yang
mengorbit satelit tidak. kekuatan yang membentuk bulan jalur gravitasi yang
sama gravitasi yang menarik apel ke tanah hari itu Newton keluarga pertanian.
Ini adalah prinsip fundamental lainnya.
Ini menyatakan bahwa “antara dua partikel ada dua kekuatan tarik yang
berbanding lurus dengan produk massa partikel dan berbanding terbalik dengan
kuadrat jarak mereka”. Pembenaran untuk menganggap ini sebagai salah satu prinsip fundamental terdapat
pada universalitasnya. Newton dituntun untuk merumuskan hukum ini melalui studi
gerakan planet. Sebelum zaman Newton, astronom Kepler telah menemukan bahwa
gerakan planet-planet mengikuti hukum-hukum empiris tertentu. Hukum ini
menyatakan keteraturan tertentu yang ditemukan dalam data yang diamati, tetapi
mereka hanya bersifat deskriptif tentang
gerakan planet-planet matahari dan massa tidak menyatakan prinsip umum alam.
Newton menunjukkan bahwa jika dia mengambil hukum gravitasi, kemudian dengan
bantuan hukum Kepler diturunkan. Newton selanjutnya menunjukkan bahwa
hukum-hukumnya dapat diterapkan pada gerakan bulan disekitar bumi dan
tubuh-tubuh yang berada di dekat permukaan bumi dia membandingkan percepatan
menuju pusat bumi dalam dua khasus dan menemukan bahwa mereka memenuhi hukum
kuadrat terbalik. Dalam pekerjaannya Newton pertama kali mengasumsikan dan
kemudian membuktikan bahwa jika massa bola besar terdistribusi secara simetris,
maka daya tarik gravitasi pada partikel eksternal sama dengan jika massa bola
itu terpusat di pusatnya.
Hukum gravitasi telah diuji dalam
eksperimen laboratorium yang halus seperti eksperimen Cavendish, dimana
seseorang mengukur secara langsung tarikan gravitasi antara bola yang
menggantung dan tetap beberapa sentimeter. Dengan demikian, hukum itu berlaku
atas rentang yang luas dalam jarak pemisahan massa yang terlibat. Ia juga
ditemukan tidak bergantung pada sifat fisik (selain massa) tubuh dan medium
yang memisahkannya.
Mengikuti prosedur fisika teoritis,
selanjutnya kita menyatakan hukum secara matetatis dan kemudian menyatakan
hubungan tertentu darinya. Disini, karena satu-satunya gaya, massa, dan jarak
telah didefenisikan kita tidak dapat membiarkan konstanta proporsionalitas
menjadi kesatuan tetapi harus menentukan
secara eksperimental. Ini dapat dilakukan secara langsung seperti dalam
eksperimen Cavendish.
Matahari adalah benda yang terbesar dalam sistem tata surya sehingga secara praktis merupakan pusat massa sistem yang bergerak sangat lambat dibanding dengan planet-planet lain, atau dapat dianggap diam.Newton selanjutnya menunjukkan bahwa hukum-hukumnya dapat diterapkan pada gerakan bulan disekitar bumi dan tubuh-tubuh yang berada di dekat permukaan bumi dia membandingkan percepatan menuju pusat bumi dalam dua khasus dan menemukan bahwa mereka memenuhi hukum kuadrat terbalik. Dalam pekerjaannya Newton pertama kali mengasumsikan dan kemudian membuktikan bahwa jika massa bola besar terdistribusi secara simetris, maka daya tarik gravitasi pada partikel eksternal sama dengan jika massa bola itu terpusat di pusatnya. Akhirnya dengan data dari Thyco Brahe (1546-1601, Denmark), astronom besar terakhir yang membuat pengamatan tanpa teleskop, data gerakan planet ini dianalisis oleh pembantunya: Kepler (1571-1630, Jerman), dan menghasilkan hukum-hukum Kepler sebagai gambaran kinematis dari gerak planetJadi, hanya merupakan hasil pengamatan tanpa interpretasi teoritis. Barulah Newton kemudian menambahkan konsep gaya yang ditemukannya sebagai hukum yang dikenal dengan hukum Newton. Hukum ini dirumuskan dengan gravitasinya. (Hobson, 1987)
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan dan Fungsi
1. Bandul 100
gr dan 200 gr
Fungsi : Sebagai beban untuk
menentukan percepatan gravitasi secara praktik
2. Mistar/Penggaris
Fungsi: Untuk mengukur panjang benang
3. Stopwatch\
Fungsi : Untuk menghitung waktu yang
dibutuhkan bandul mencapai satu putaran
penuh
4. Benang
Fungsi : Untuk mengikat bandul dengan
statif 2
5. Statif 1
Fungsi : Untuk menyangga statif 1
6. Statif 2
Fungsi : Untuk mengikatkan benang atau
tempat menggantung benang dan bandul
7. Bangku
geser
Fungsi: Untuk menyangga statif 1 dan
sebagai tempat lintasan bandul
8. Busur kayu
Fungsi: Untuk mengatur besarnya sudut
kemiringan benang dan bandul saat akan
diayunkan
9. Spidol
Fungsi : Untuk menandai panjang benang yang
akan digunakan dalam percobaan
10. Gunting
Fungsi :
untuk memotong benang yang akan digunakan dalam percobaan.
11. Kalkulator
Fungsi : untuk menghitung nilai frekuensi dan periode yang
didapatkan dalam
Percobaan
12. Penjepit Statif
Fungsi : untuk menghubungkan statif 1 dan statif 2
3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1
Bandul
100 gram
1. Disediakan
peralatan yang akan digunakan.
2. Diukur
benang dan di tandai dengan spidol sepanjang 100 cm, 80 cm, 60 cm
3. Dirangkai peralatan dengan bandul 100 gram seperti gambar di bawah ini:
4. Diukur sudut θ tegak lurus dengan statif sebesar 45o dari benang tegak lurus menggunakan busur dengan panjang 100 cm, lalu ditarik benang pada sudut itu.
5. Diayunkan tanpa didorong bandul lalu diukur waktu yang dibutuhkan bandul mencapai 1 putaran, dilakukan sampai dua kali untuk mendapatkan t1dan t2, lalu ditentukan trata-rata.
6. Diulangi percobaan nomor 4 dan 5 dengan menggunakan benang sepanjang 80 cm,60 cm
7. Dicatat data.
3.2.1 Bandul
200 gram
1. Disediakan
peralatan yang akan digunakan
2. Diukur
benang dan di tandai dengan spidol sepanjang 100 cm, 80 cm, 60 cm
3. Dirangkai
peralatan dengan bandul 200 gram seperti gambar di bawah ini:
4. Diukur
sudut θ tegak lurus dengan statif sebesar 30o dari benang tegak
lurus menggunakan busur dengan panjang 100 cm,
lalu ditarik benang pada sudut itu
5. Diayunkan
tanpa didorong bandul lalu diukur waktu yang dibutuhkan bandul mencapai 1
putaran, dilakukan sampai dua kali untuk mendapatkan t1 dan t2lalu
ditentukan trata-rata.
6. Diulangi
percobaan nomor 4 dan 5 dengan menggunakan benang sepanjang 80 cm,60 cm
7. Dicatat
data
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisa Data
1.
Membuat grafik hubungan
antara panjang tali (l) dengan periode (T)
(Terlampir)
2.
Membuat grafik hubungan
antara periode (T) dengan frekuensi (f)
(Terlampir)
3. Menghitung kecepatan dari masing-masing panjang bandul dengan rumus v= s/t
Untuk Bandul 100 gram
1. Panjang tali 80 cm
2. panjang tli 60 cm
Untuk Bandul 200 gram
1.
Panjang
Tali 80 cm
2. panjang tli 60 cm
4. Menghitung percepatan gravitasi dari panjang bandul g= 4π2l/ T2
Untuk Bandul 100 gram
1.
Panjang
Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
Untuk Bandul 200 gram
1. Panjang Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
5. Menghitung gaya pemulihan
dari setiap panjang bandul dengan persamaan:
F = mgsin θ
Untuk Bandul 100 gram
1. Panjang Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
Untuk Bandul 200 gram
1. Panjang Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
6. Menghitung periode putaran secara teori pada setiap panjang tali T= 2phi.akar g/l
Untuk Bandul 100 gram
1. Panjang Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
Untuk Bandul 200 gram
1. Panjang Tali 80 cm
2. panjang tali 60 cm
BAB V
KESIMPULAN
1. Besar nilai percepatan gravitasi di Lab. Fisika Atom, berdasarkan percobaan yang
telah dilakukan ialah :
2. Hubungan nilai panjang tali terhadap nilai percepatan
gravitasi ialah berbanding lurus, dimana semakin bertambahnya nilai panjang
pada tali maka semakin besar nilai percepatan
gravitasi yang ditimbulkan, begitu sebaliknya semakin berkurangnya nilai
panjang pada tali maka semakin kecil nilai percepatan gravitasi yang
ditimbulkan juga.
2.
Massa suatu benda selalu
tetap tetapi tidak dipengaruhi oleh tempat dimana benda tersebut berada. Tetapi
karena adanya medan gravitasi bumi, maka percepatan gravitasi bumilah yang
mempengaruhi massa pada suatu benda karena akan tertarik oleh gravitasi bumi
tersebut, sedangkan massa dari benda tersebut tidak mempengaruhi nilai dari
percepatan gravitasi bumi. Akibatnya benda-benda tersebut memiliki berat. Berat
itu sendiri tidak lain adalah gravitasi bumi terhadap suatu benda.
3. Hukum Newton tentang
gravitasi yaitu :Setiap massa menarik massa titik lainnya dengan gaya segaris
dengan garis yang menghubungkan kedua titik. Besar gaya tersebut berbanding
lurus dengan perkalian kedua massa tersebut dan berbanding dengan kuadrat jarak
antara kedua massa titik tersebut, diketahui dari persamaan :
F = G
=m1g
Dimana :
F adalah besar dari gaya gravitasi antara
kedua massa titik tersebut
G adalah konstanta gravitasi
m1 adalah besar massa titik pertama
m2 adalah besar massa titik kedua
r adalah jarak antara kedua massa titik, dan
g adalah percepatan gravitasi = G ![]()
4.
Sifat-sifat dari periode
ayunan yaitu :
-
Tempo ayunan berbanding lurus dengan akar dari panjang bandul (l )
-
Tempo ayunan tidak bergantung pada besarnya amplitudo (simpangan
terjauh), asal amplitudo tersebut tidak terlalu besar.
-
Tempo ayunan berbanding terbalik dengan akar dari percepatan yang
disebabkan oleh gaya berat.
- Tempo pada ayunan tidak bergantung pada beratnya bandul yang ada
DAFTAR PUSTAKA
Artawan, P. 1996. Fisika Dasar. Jakarta: Graha Ilmu
Halaman
48-50
Hobson, Art. 1987. Universe According to Newton. New Jersey: Prentice Hal
Pages
115-124
Mediarman, B. 1996. Fisika Dasar. Jakarta: Graha Ilmu
Halaman
87-96
LAMPIRAN

Tidak ada komentar:
Posting Komentar