BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar
Belakang
Dioda
merupakan komponen semikonduktor yang paling sederhana.Kata dioda berasal dari
pendekatan kata yaitu dua elektroda yang mana (di berarti dua) mempunyai dua
buah elektroda yaitu anoda dan katoda.Dioda adalah piranti elektronik yang
hanya dapat melewatkan arus/tegangan dalam satu arah saja, dimana dioda
merupakan jenis vacuum tube yang memiliki dua buah elektroda (terminal).Karena
itu, dioda dapat dimanfaatkan sebagai penyearah arus listrik, yaitu piranti
elektronik yang mengubah arus atau tegangan bolak-balik (AC) menjadi arus atau
tegangan searah (DC).
Dioda jenis vacuum tube pertama kali diciptakan oleh
seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir J.A. Fleming (1849-1945) pada
tahun 1904. Dioda terbentuk dari bahan semikonduktor tipe P dan N yang
digabungkan.Dengan demikian dioda sering disebut PN junction.Dioda adalah
gabungan bahan semikonduktor tipe N yang merupakan bahan dengan kelebihan
elektron dan tipe P adalah kekurangan satu elektron sehingga membentuk
Hole.Hole dalam hal ini berfungsi sebagai pembawa muatan. Apabila kutub P pada
dioda (anoda) dihubungkan dengan kutub positif sumber maka akan terjadi
pengaliran arus listrik dimana elektron bebas pada sisi N (katoda) akan
berpindah mengisi hole sehingga terjadi pengaliran arus. Sebaliknya apabila
sisi P dihubungkan dengan negatif baterai/sumber, maka elektron akan berpindah
ke arah terminal positif sumber.
Dioda semikonduktor hanya dapat melewatkan arus pada satu arah saja, yaitu pada saat dioda memperoleh catu arah/bias maju (forward bias).Karena di dalam dioda terdapat junction (pertemuan) dimana daerah semikonduktor type-p dan semikonduktor type-n bertemu.Pada kondisi ini dioda dikatakan bahwa dioda dalam keadaan konduksi atau menghantar dan mempunyai tahanan dalam dioda relative kecil.Sedangkan bila dioda diberi catu arah/bias mundur (Reverse bias) maka dioda tidak bekerja dan pada kondisi ini dioda mempunyai tahanan dalam yang tinggi sehingga arus sulit mengalir.
1.2 Tujuan Percobaan
1.
Untuk mengetahui pengaruh kuat arus pada dioda semikonduktor germanium
dan silikon.
2
Untuk mengetahui karakteristik dioda semikonduktor.
3
Untuk mengetahui aplikasi dioda semikonduktor.
BAB II
DASAR TEORI
Dalam unit sebelumnya,
semikonduktor dijelaskan dalam dua cara yang berbeda menunjukkan semikonduktor
yang terletak di antara konduktor (a > 105 ohm-1 m-1
) dan isolator (σ <10-10 ohm-1.m-1 , atau p
> 1010 ohm.m). Di semikonduktor dijelaskan sebagai bahan-bahan
tersebut dengan pita valensi terisi, tetapi dengan kesenjangan energi kecil
antara pita terisi atas dan pita energi kosong di atasnya. Konsep yang terakhir
ini lebih penting bagi para insinyur daripada yang pertama, karena itu
memberikan dasar untuk perangkat elektronik yang tidak berdiri.
Dengan
demikian, akan diinginkan untuk melihat lebih dekat pada pembawa muatan dalam
semikonduktor dan pada celah energi yang terlibat dalam semikonduksi. Pembawa
muatan pembawa muatan negatif termasuk elektron dan anion. yang memiliki satu atau lebih elektron
berlebih. Muatan pada elektron adalah 0,16 x 10-18 A.s, dan muatan pada ion negatif adalah kelipatan
bilangan bulat dari nilai di atas. Pembawa muatan positif adalah kation dan
lubang elektron. Yang pertama adalah
mudah dibayangkan. Mereka berada di atom yang kurang oleh satu atau
lebih elektron.
Muatan
pada ion positif juga merupakan kelipatan bilangan bulat 0,16 x 10-18
A.s, tergantung pada jumlah elektron yang kekurangan. Kation bermigrasi dengan medan listrik ke
elektroda negatif; anion bergerak ke
arah berlawanan ke elektroda positif.
Sama seperti kation adalah atom yang pendek satu atau lebih dari
elektron valensi, lubang elektron adalah bahan yang tidak memiliki satu atau
lebih elektron dalam pita valensinya.Ini mungkin konsep baru bagi sebagian
besar pembaca.Seperti yang dinyatakan sebelumnya, semikonduktor.Ini karena
tidak ada energi panas, yaitu nol Kelvin.
Ketika
suhu dinaikkan, sebagian kecil elektron di pita valensi akan mengambil energi
termal yang cukup untuk melompati celah.
Ini meninggalkan lubang elektron pada pita valensi . Sama seperti atom
yang kekurangan elektron atau kation membawa muatan positif, tidak adanya
elektron dalam pita valensi membawa muatan positif. Lubang elektron ini akan
bergerak menuju elektroda negatif dan elektron di pita atas, atau konduksi
dipercepat menuju elektroda positif.Kedua elektron dan biaya transpor lubang
elektron. Oleh karena itu, total konduktivitas dalam semikonduktor adalah
jumlah dari konduktivitas oleh negatif, σn, dan konduktivitas oleh
pembawa positif, σp. Mengubah Misalnya :
Semua macam bahan mempunyai
tingkatan vakum yang sama. Celah energi antara tingkatan fermi dari sebuah
bahan dan tingkatan vakum disebut fungsi kerja. Dimensinya seperti energi,
biasanya digunakan satuan eV. Bila pada logam diberikan energi dari luar yang
lebih besar daripada
Marilah
kita selidiki apa yang akan terjadi bila logam dan semikonduktor dihubungkan
membuat kontak yang erat. Karena EFS> EFM, elektron
berpindah dari semikonduktor ke logam, sampai perbedaan tingkatan fermi mereka
menjadi nol. Perpindahan elektron akan berhenti bila
Elektron
lebih memasuki logam tetapi jumlahnya dapat di abaikan dibandingkan dengan
elektron-elektron dari logam itu sendiri. Bila tingkatan Ferminya telah rata,
maka terjadilah dua daerah di dalam semikonduktor itu yaitu : daerah
muatan-ruang yang berada dekat permukaan semikonduktor di mana hanya terdapat
donor yang diionisasikan dan daerah netral di mana terdapat jumlah muatan
positif dan negatif sama.
Terjadi
medan listrik yang arahnya dari semikonduktor menuju logam dalam daerah
muatan-ruang yang disebabkan oleh muatan positif, menghalangi arus elektron
yang berasal dari daerah netral ke logam. Terdapat elektron-elektron yang dapat
berpindah bebas antara logam dan semikonduktor. Elektron-elektron yang berada
dengan tingkatan energi di atas EF +
Pembawa-pembawa
ini berdifusi ke daerah yang mempunyai konsentrasi rendah dan berekombinasi
satu sama lain. Misalnya karena lubang dalam tipe-p ke tipe-n. proses yang sama
terjadi pada elektron. Tetapi proses ini tidak terjadi terus menerus. Ambilah
misalnya pada lubang. Bila ia meninggalkan daerah tipe-p dan hilang ke dalam
daerah tipe-n karena berekombinasi, sebuah aseptor akan diionisasikan menjadi
negatif dalam daerah tipe-p itu yang membentuk muatan ruang negatif. Hal yang
sama terjadi pula pada elektron yang meninggalkan muatan ruang positif pada
daerah tipe-n, ini membangkitkan medan listrik yang mulai dari ruang bermuatan
positif, berakhir pada ruang bermuatan negatif.
Medan
listrik ini menghambat lubang untuk berdifusi dari daerah tipe-p ke tipe-n,
juga demikian pada elektron terhambat berdifusi dari tipe-n ke tipe-p. Akhirnya
aliran pembawa berhenti setelah terdapat keseimbangan antara difusi dan
hanyutan dari pembawa-pembawa yangdisebabkan oleh medan listrik yang berlawanan
arahnya. Keadaan itu disebut keadaan seimbang. Dalam keadaan seimbang di dalam
hubungan p-n terbentuk daerah :
1.
Daerah tipe-p netral : daerah di mana jumlah lubang sama dengan jumlah
aseptor
2.
Daerah muatan ruang tipe-p : daerah di mana aseptor diionisasikan
negatif
3.
Daerah muatan ruang tipe-n : daerah di mana donor diionisasikan positif
4. Daerah tipe-n netral :
daerah di mana jumlah donor sama dengan jumlah elektron.
Daerah-daerah 2 dan 3
bersama-sama disebut daerah muatan ruang atau lapisan deplesi atau dipole
listrik. Dalam daerah ini terdapat medan listrik walaupun pada hubungan p-n
tidak diberi tegangan. Medan ini disebut medan dalam. Dalam kedua daerah netral
tidak terdapat medan. Secara ringkas, bila daerah tipe-p dan daerah tipe-n
dibentuk dalam substrat kristal tunggal. Banyak macam cara untuk fabrikasi
hubungan p-n. tidak ada fabrikasi yang standard, tetapi ada metoda spesial yang
tergantung dari tiap bahan yang dipakai, secara umum dapat dikatakan bahwa :
metoda paduan digunakan pada fabrikasi Ge, sedangkan untuk Si dengan metoda
difusi panas. Distribusi ketidakmurnian pada hubungan p-n secara kasar terbagi
dua tipe.Perbedaan ini memberikan pengaruh besar pada karakteristik listrik dan
hubungan p-n, dengan adanya perbedaan distribusi muatan ruang ini maka
terbentuklah lapisan depleksi.
Bila
aseptor dimasukkan ke dalam keping atau wafer
Si bagian dalam, dan wafer ini telah
didop dengan konsentrasi donor ND yang uniform dengan perantaraan difusi panas, maka konsentrasi
ketidakmurnian menurun terhadap jarak dari permukaan, di mana dikenakan
konsentrasi sumber difusi untuk aseptor adalah NA, yang lebih besar
dari ND, ini adalah sifat difusi. Pada x = xo, NA
= ND untuk harga x > xo maka NA terus
menurun. Daerah di mana x < xo menjadi tipe-p karena NA>
ND yaitu dengan konsentrasi efektif aseptor NA – ND.(Sutikno, 2010)
Disamping
unsur-unsur semikonduktor, masih ada unsur-unsur semikonduktor senyawa yang
berhasil di gunakan untuk pembuatan peralatan elektronika. Senyawa semi
konduktor yang penting adalah senyawa sulfide kadnium (CdS), sulfur timah
(PbS), telurida timah (PbTe), antimonide indium (InSb), arsenide gallium
(GaAs), fosfida indium (InP) dan sebagainya. Di antara senyawa-senyawa ini, CDs
telah digunakan sebagai senyawa pengukur cahaya; PbS dan PbTe telah digunakan
sebagai detector inframerah. GaAs telah digunakan dalam pembuatan transistor,
laser benda padat dan berbagai peralatan frekuensi tinggi khusus.
Beberapa senyawa semi konduktor
membentuk campuran (alloy) yang mempunyai sifat-sifat semi konduktor
yang penting. Mereka dikenal sebagai semi konduktor alloy. di antara
semi konduktor alloy. Diantara semi konduktor alloy, arsenide indium gallium
(Ga, In, As) di gunakan pada alat-alat frekuensi tinggi dan alat-alat optika,
tellurida kadnium merkuri (Hg, Cd, Te) digunakan untuk pembuatan detector
inframerah yang efisien dan fosfida arsenide gallium (Ga, As, Pi) digunakan
untuk diode pemancar cahaya (LED).
Kalau penghantaran semikonduktor terutama hanya
ditentukan oleh pembawa yang di bangkitkan panas maka semikonduktor ini disebut
semi konduktor murni atau intrinsik.kalau semi konduktor murni tetap dijaga
dalam suhu 0oK, pita valensinya terisi penuh dan pita hantaran sama
sekali kosong, karena energi panas dari elektron sama dengan nol, karena itu
pada 0oK semi konduktor murni bersifat osilator.Beberapa senyawa semi konduktor membentuk campuran (alloy)
yang mempunyai sifat-sifat semi konduktor yang penting.
Mereka dikenal sebagai semi konduktor alloy.di antara
semi konduktor alloy. Diantara semi konduktor alloy, arsenide indium gallium
(Ga, In, As) di gunakan pada alat-alat frekuensi tinggi dan alat-alat optika,
tellurida kadnium merkuri (Hg, Cd, Te) digunakan untuk pembuatan detector
inframerah yang efisien dan fosfida arsenide gallium (Ga, As, Pi) digunakan
untuk diode pemancar cahaya (LED). Sebaliknya kalua semi konduktor murni dijaga
pada temperature kamar, beberapa elektron pita valensi memproleh cukup energi,
melompat kedalam pita hantaran, dan menjadi bebas. (Morris, 1990)
Dioda semikonduktor daya
memainkan peran penting dalam rangkaian elektronika daya. Sebuah dioda berperan
sebagai saklar untuk menjalankan bermacam-macam fungsi, seperti sebagai saklar
dalam penyearah, freewheeling dalam
regulator saklar, pengisian balik kapasitor dan transfer energi antar komponen,
isolasi tegangan dan balikan energi dari beban kesumber daya. Dioda daya dapat
diasumsikan sebagai saklar ideal untuk kebanyakan aplikasi tetapi dioda dalam
prakteknya berbeda dengan karakteristik ideal dan memiliki batasan yang cukup
berarti. Dioda daya mirip dengan dioda sinyal pn-junction.
Dioda daya memiliki daya yang sangat besar , kemampuan menangani tegangan dan
arus yang lebih besar dibanding dioda sinyal. Respon frekuensi atau kecepatan
pensaklaran lebih rendah dibanding dioda sinyal.Sebuah dioda daya adalah
komponen sambungan-pn dua terminal
dan sebuah-pn dibentuk dari
penumbuhan pencampuran, difusi, dan aplikasi. Teknik kendali modern dalam
proses difusi dan epiktasial mengizinkan karakteristik komponen yang
diinginkan. Ketika potensial anoda positif terhadap katoda, dioda bertindak
bias maju dan dioda terkonduksi.
Sebuah
dioda terkonduksi memiliki drop tegangan maju yang relatif kecil dan besarnya
tergantung pada proses manufakturnya dan temperatur sambungan. Ketika potensial
katoda positif terhadap anoda, dioda dikatakan sebagai bias mundur. Di bawah
kondisi tersebut, sebuah arus mundur yang kecil atau disebut juga rus bocor
dalam rentang mikro atau miliamper mengalir dan arus bocor ini akan bertambah
secara perlahan sesuai dengan peningkatan tegangan sampai tegangan zener atau avalanche tercapai. Karakteristik dapat
dinyatakan dengan sebuah persamaan yang dikenal dengan persamaan diode Schockley, diberikan oleh :
Koefisien emisi n
tergantung pada material dan susunan fisik dioda.Untuk dioda germanium, n
bernilai 1.Untuk dioda silikon, nilai prediksi n adalah 2, tapi untuk
kebanyakan dioda silikon dalam prakteknya, nilai n berada dalam rentang 1.1
sampai 1.8. VT dalam persamaan (2.2) disebut konstanta termal dan
diberikan oleh persamaan :
Pada temperatur khusus,
arus bocor Is konstan untuk suatu dioda tertentu. Pada wilayah bias
maju, VD> 0. Arus dioda ID sangat kecil jika tegangan
dioda VDkurang dari nilai spesifik VTD yang umumnya 0.7
V. Dioda terkonduksi penuh bila VD lebih besar daripada nilai
tersebut VTD, yang direferensikan pada tegangan batas atau threshold voltage atau tegangan cut-in.
Sehingga, untuk VD>
0.1 yang merupakan kasus umumnya, ID>> IS, dan
persamaan (2.2) dapat didekati dalam kesalahan 2.1% dengan :
ID = Is
Sehingga tegangan batas
adalah tegangan ketika dioda konduksi penuh.Dalam wilayah bias mundur, VD<
0. Jika VD negatif dan | VD | >> VT
dengan muncul untuk VD< -0.1, bagian eksponensial pada persamaan
(2.1) menjadi kecil dan bisa diabaikan dan arus dioda menjadi :
ID = Is
Yang menunjukkan bahwa arus
dioda ID pada arah mundur bernilai konstan dan sama dengan IS.
dalam wilayah breakdown, tegangan mundurnya
tinggi, biasanya lebih besar dari 1000V. besar tegangan mundur pada suatu nilai
tertentu dikenal sebagai tegangan breakdown
VBR.
Arus
mundur meningkat cepat dengan sebuah perubahan kecil pada tegangan mundur VBR.
Operasi pada wilayah breakdown tidak
akan merusak selama daya disipasi pada tingkat aman yang ditentukan oleh
lembaran data pembuatnya. Meskipun begitu, perlu untuk membatasi arus mundur di
wilayah breakdown agar membatasi
disipasi daya dalam nilai yang diizinkan. Arus pada dioda sambungan bias maju
tergantung pada efek bersih pembawa mayoritas dan minoritas.
Sekali
dioda pada mode konduksi maju dan kemudian arus majunya di turunkan menjadi nol
atau karena perilaku natural rangkaian dioda atau dengan menerapkan tegangan
mundur, dioda meneruskan konduksi karena pembawa minoritas yang tersisa
tersimpan dalam sambungan pn dan material semikonduktornya.Pembawa minoritas
memerlukan waktu yang cukup untuk menyusun ulang dengan pengisian lawannya dan
untuk dinetralkan. Waktu ini disebut reverse
recovery time atau waktu pemulihan balik dioda.
Tipe
pemulihan lunak atau soft recoveryi yang
paling umum.Waktu pemulihan balik dinotasikan dengan trr dan diukur
dari perpotongan initial zero crossing arus
dioda sampai 25% arus balik puncak IRR, trr berisi dua
komponen ta dan tb, ta karena pengisian
komponen penyimpan di wilayah deplesi dari sambungan dan mereprsentasikan waktu
antara zero crossing dengan arus
mundur puncak, IRR tb karena pengisian komponen penyimpan
dalam bagian terbesar material semikonduktor. Rasio ta/tb
dikenal dengan faktor kelunakan atau softnes
factor. Agar praktis, konsentrasikan pada waktu pemulihan total trr
dan nilai puncak arus mundur puncak IRR.
trr=
ta + tb
…………………………………………………………………………...
(2.6)
IRR = ta
Jika sebuah dioda dalam
kondisi bias mundur, arus bocor mengalir karena pembawa minoritas. Kemudian
aplikasi dari tegangan maju akan memaksa dioda membawa arus ke arah maju. Namun
begitu, hal itu memerlukan waktu tertentu yang dikenal dengan waktu pemulihan
maju sebelum semua pembawa mayoritas melalui semua sambungan dapat
mengkontribusikan pada aliran arus.
Jika kenaikan tingkat arus maju tinggi dan arus maju
dikonsentrasikan pada bagiam sambungan yang kecil saja, dioda mungkin
gagal.Sehingga waktu pemulihan maju membatasi tingkat kenaikan arus maju dan
kecepatan pensaklaran.Secara ideal, sebuah dioda harus tidak memiliki waktu
pemulihan mundur. Namun, biaya pembuatan dioda seperti itu akan tinggi.
Dalam
banyak penggunaan, efek dari waktu pemulihan mundur tidak terlalu penting,
sehingga dioda murah dapat digunakan.Tergantung pada karakteristik pemulihan
dan teknik pembuatan, dioda daya dapat diklasifikasikan dalam tiga
kategori.Karakteristik dan batasan praktis tiap tipelah yang membatasi
kegunaanya.
1.
Dioda standar atau dioda serbaguna
2.
Dioda pemulihan cepat
3. Dioda Schottky
Dioda penyearah serbaguna
memiliki waktu pemulihan mundur yang relatif tinggi biasanya 25μs, dan
digunakan untuk aplikasi kecapatan rendah, yang waktu pemulihannya tidak
kritis.Dioda ini mencakup tingkat arus dari kurang dari 1 A sampai beberapa
ribu ampere dengan tingkat tegangan
50 V sampai sekitar 5 kV.Dioda ini secara umum dibuat dengan difusi. Namun,
tipe campuran atau alloy dari
penyearah yang digunakan untuk suplai daya pengelasan paling efektif
pembiayaannya dan kasar, dan memiliki tingkat kemampuan sampai 300 A dan 1000
V.
Memiliki waktu pemulihan rendah, normalnya kurang dari
5μs.Digunakan untuk rangkaian konverter dengan kecepatan pemulihannya yang
sangat penting.Dioda ini mencakup tingkat arus mulai kurang dari 1 A sampai
ratusan ampere, dengan tingkat
tegangan mulai 50 V sampai 3 kV.Untuk tingkat tegangan di atas 400 V, dioda ini
dibuat melalui difusi dan waktu pemuliahn diatur oleh difusi platina atau
emas.Untuk tingkat tegangan di bawah 400 V, dioda epitaksi lebih cepat
dibanding dioda difusi.Dioda pemulihan cepat mempunyai lebar basis yang tipis,
yang menghasilkan waktu pemulihan ulang kurang dari 50 ns.
Masalah pengisian penyimpan sambungan pn dapat dihilangkan atau diminimalkan
dalam dioda. Dengan mengatur potensial barrier dengan sebuah kontak antara
metal dan semikonduktor. Sebuah lapisan metal didepositkan pada lapisan
epitaksi tipis silikon tipe-n. Potensial barrier mensimulasikan perilaku
sambungan pn.Aksi penyearahan tergantung pada pembawa mayoritas dan sebagai
hasilnya tidak ada kelebihan pembawa minoritas untuk merekombinasi.Efek
pemulihan semata-mata karena kapasitansi diri sambungan semikonduktor.
Pengisian
pemulihan dioda Schottky jauh lebih
kecil daripada sebuah dioda sambungan pn yang ekuivalen.Jika hanya karena
kapasitansi sambungan, pengisian pemulihan memiliki ketidaktergantungan yang
besar dari di/dt mundur.Sebuah dioda Schottky
memiliki tegangan jatuh maju yang relatif kecil.Arus bocor dioda Schottky lebih tinggi dari dioda
sambungan pn.Sebuah dioda Schottky
dengan tegangan konduksi relatif kecil memiliki arus bocor relatif besar dan
sebaliknya.Sebagai hasil, tegangan maksimum yang diizinkan biasanya dibatasi
pada 100 V.Dioda Shottky ideal untuk
arus tinggi tegangan rendah catu daya dc.
Meskipun
begitu, dioda tersebut juga digunakan pada catu daya arus kecil untuk
meningkatkan efisiensi. Dalam banyak aplikasi tegangan tinggi misalnya jalur
transmisi HVDC, satu dioda yang ada secara komersial tidak dapat memnuhi
tingkat tegangan dan dioda dihubungkan secara seri untuk meningkatkan kemampuan
penahan mundur atau reverse blocking.
Dalam
kondisi bias maju, kedua dioda konduksi dengan nilai arus yang sama dan drop
tegangan maju tiap dioda akan kira-kira sama. Meskipun begitu, dalam kondisi
penahan mundur tiap dioda memiliki arus bocor sama dan sebagai hasil tegangan
penhan akan berbeda cukup berarti. Sebuah solusi sederhana untuk masalah ini
adalah untuk memaksa tegangan bagi yang sama dengan menghubungkan sebuah
resistor melalui tiap dioda. Dalam aplikasi daya tinggi, dioda dihubungkan
secara paralel untuk meningkatkan kemampuan membawa arus untuk memenuhi
kebutuhan arus yang diinginkan.Pembagian arus dioda dalam keserasian dengan tegangan
jatuh maju. (Mendicino, 2000)
BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1 Peralatan dan Fungsi
1.
Analog Design Unit
a.
Resistor 2 buah (100 Ω, 1 kΩ)
Fungsi : Sebagai hambatan
pada rangkaian.
b.
Dioda Silikon IN4003
Fungsi : Sebagai komponen
yang diukur tegangannya.
c.
Dioda Germanium IN60
Fungsi : Sebagai komponen
yang diukur tegangannya.
d.
Digital Meter
Fungsi : sebagai alat untuk
mengukur tegangan pada dioda silikon dan germanium.
2.
Multimeter Digital
Fungsi : sebagai alat untuk
mengukur arus.
3.
Cok Sambung
Fungsi
: untuk menghubungkan Analog Design Unit
dengan arus listrik.
4.
Jumper
Fungsi
: Untuk menghubungkan komponen dengan peralatan dan penghubung antar
komponen.
5.
Kabel Analog
Fungsi : Untuk
menghubungkan Analog Design Unit
dengan PLN
6.
Penjepit Buaya
Fungsi : Untuk menghubungkan antara rangkaian dengan multimeter digital
3.2 Prosedur Percobaan
3.2.1 Untuk Dioda Germanium
1. Disediakan peralatan yang
akan digunakan dalam percobaan.
2. Disusun rangkaian sesuai
dengan gambar berikut
3. Diatur tegangan awal
sebesar 12 V yang akan ditunjukkan oleh
voltmeter.
4. Diatur arus masukan dengan
menggunakan multimeter sebesar 0,1 A.
5. Diukur tegangan yang dihasilkan
dengan menggunakan multimeter digital.
6. Dicatat hasil yang tertera
pada multimeter digital.
7. Dilakukan cara yang sama
untuk variasi arus 0,1 A; 0,2 A; 0,3 A; 0,4 A; 0,5A; 0,6 A; 0,7 A; 0,8 A; 0,9
A; 1,0 A; 2,0 A; 3,0 A.
8. Dicatat hasil yang tertera pada
multimeter digital.
3.2.2
Untuk Dioda Silikon
1. Disediakan peralatan yang
akan digunakan dalam percobaan.
2. Disusun rangkaian sesuai
dengan gambar berikut
3. Diatur tegangan awal
sebesar 12 V yang akan ditunjukkan oleh voltmeter.
4. Diatur arus masukan dengan
menggunakan multimeter sebesar 0,1 A.
5. Diukur tegangan yang
dihasilkan dengan menggunakan multimeter digital.
6. Dicatat hasil yang tertera
pada multimeter digital.
7.
Dilakukan cara yang sama untuk variasi arus 0,1 A; 0,2 A; 0,3 A; 0,4 A;
0,5A; 0,6 A; 0,7 A; 0,8 A; 0,9 A; 1,0 A; 2,0 A; 3,0 A.
8. Dicatat hasil yang tertera
di multimeter digital.
9. Dilepaskan semua rangkaian
dan peralatan.
10.
Dikembalikan peralatan ke tempat semula.
BAB IV
HASIL DAN ANALISA
4.1. Data
Percobaan
|
If (mA) |
0,1 |
0,2 |
0,3 |
1,0 |
2,0 |
3,0 |
|
Vf Ge (V) |
1,5 |
3,1 |
4,6 |
13,7 |
26,4 |
39,9 |
|
Vf Si (V) |
1,4 |
2,9 |
4,1 |
12,7 |
25,3 |
37,6 |
4.2. Analisa Data
4.2.1 Menghitung Nilai R
R= V/I
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1
Kesimpulan
1.
Dari percobaan yang telah dilakukan diketahui bahwa pengaruh kuat
arus pada dioda semikonduktor germanium dan silikon yaitu berbanding lurus
tetapi tidak menghasilkan kurva yang linier. Apabila kuat arus yang diberikan
semakin tinggi maka tegangan yang dihasilkan juga akan semakin tinggi. Hubungan antara besarnya arus yang mengalir
melalui dioda dengan tegangan VA-K dapat dilihat pada kurva karakteristik
dioda. Ada dua macam kurva, yakni dioda germanium
(Ge) dan dioda silikon (Si). Pada saat dioda diberi bias maju, yakni bila VA-K positif, maka arus IDakan naik dengan cepat setelah VA-K mencapai
tegangan cut-in (Vϴ). Tegangan cut-in
(Vϴ) ini kira-kira sebesar 1,8 Volt untuk dioda germanium dan 0.6
Volt untuk dioda silikon. Dengan pemberian tegangan baterai sebesar ini, maka
potensial penghalang (barrier potential)
pada persambungan akan teratasi, sehingga arus dioda mulai mengalir dengan
cepat.
2.
Dari hasil percobaan yang telah dilakukan bahwa dapat
diketahuikarakteristik dioda semikonduktor germanium dan silikon melalui kurva
karakteristik dioda yang ditunjukan pada gambar dibawah ini.
Bagian kiri bawah dari grafik pada gambar
tersebut merupakan kurva karakteristik dioda saat mendapatkan bias mundur.Disini juga terdapat dua
kurva, yaitu untuk dioda germanium dan silikon. Besarnya arus jenuh mundur (reverse saturation current) Is untuk
dioda germanium adalah dalam orde mikro ampere
dalam contoh ini adalah 1 uA. Sedangkan untuk dioda silikon Is adalah dalam
orde nano ampere dalam hal ini adalah
10 nA. Apabila tegangan VA-K yang berpolaritas negatif tersebut dinaikkan
terus, maka suatu saat akan mencapai tegangan patah (break-down) dimana arus Is akan naik dengan tiba-tiba. Pada saat
mencapai tegangan break-down ini,
pembawa minoritas dipercepat hingga mencapai kecepatan yang cukup tinggi untuk
mengeluarkan elektron valensi dari atom. Kemudian elektron ini juga dipercepat
untuk membebaskan yang lainnya sehingga arusnya semakin besar. Pada dioda biasa
pencapaian tegangan break-down ini
selalu dihindari karena dioda bisa rusak.
3.
Aplikasi dari dioda semikonduktor adalah :
· Transistor
· Solar Cell
· Lighting-Emitting Diode (LED)
· Quantum dot
· Digital integrated circuit
· Analog integrated circuit
DAFTAR PUSTAKA
Choi, Hong. 2005. LONG WAVELENGTH INFRARED SEMICONDUCTOR
LASERS. Califordia: Willey
Interscience.
Pages : 3 – 5, 10 – 11
Mendicino, Laura. 2000. ENVIRONMENTAL ISSUES IN THE ELECTRONICS AND
SEMICONDUCTOR INDUSTRIES. USA: The Electrochemical Society.
Pages : 150 - 154
Morris, P,R. 1990. SEMICONDUCTOR INDUSTRY.London: Peter
Peregrinus Ltd.
Pages : 64 -70
Sutikno. 2010. PENGANTAR
FISIKA DAN TEKNOLOGI SEMIKONDUKTOR. Edisi Pertama. Yogyakarta: Deepublish.
Halaman : 1 – 6




Tidak ada komentar:
Posting Komentar