Sabtu, 09 Oktober 2021

Hidrolik Kit - Laporan Praktikum Fisika Gelombang - FISIKA

 

BAB I

PENDAHULUAN

1.1.       Latar Belakang

Hidrolik adalah mesin dan alat-alat yang menggunakan daya fluida untuk melakukan kerja.Alat berat adalah contoh umum.Dalam jenis mesin, cairan tekanan tinggi  disebut hidrolik fluida  ditransmisikan seluruh mesin ke berbagai hidrolik motor dan silinder hidrolik. Fluida dikontrol secara langsung atau secara otomatis oleh katup kontrol dan didistribusikan melalui slang dan tabung.Popularitas mesin hidrolik adalah karena jumlah yang sangat besar kekuasaan yang dapat ditransfer melalui tabung kecil dan selang fleksibel, dan kekuatan tinggi kepadatan dan berbagai macam aktuator yang dapat memanfaatkan kekuatan ini. Mesin hidrolik dioperasikan dengan menggunakan hidrolik, di mana cairan adalah media powering. Pneumatik, di sisi lain, didasarkan pada penggunaan gas sebagai medium untuk transmisi listrik, generasi dan kontrol.Fitur mendasar dari sistem hidrolik adalah kemampuan untuk menerapkan gaya atau torsi perkalian dengan cara yang mudah, tergantung pada jarak antara input dan output, tanpa memerlukan       Oleh karena itu melalui percobaan ini diharapkan dapat membantu dalam proses belajar, baik didalam mata pelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.

1.2Tujuan Percobaan

1.      Untuk mengetahui prinsip kerja hidrolik

2.      Untuk mengetahui aplikasi percobaan

BAB II

LANDASAN TEORI

Aliran fluida di dalam pipa mungkin merupakan aliran laminar atau aliran turbulen.  Osborne Reynolds (1842-1912), ilmuwan dan ahli matematika Inggris, adalah orang yang pertama kali membedakan dua klasifi kasi aliran ini dengan menggunakan peralatan sederhana seperti yang mengubah gambar.  8.3a.  Jika air mengalir melalui pipa yang berdiameter D dengan kecepatan rata-rata V, maka sifat-sifat berikut ini dapat ditampilkan dengan menginjeksikan zat pewarna yang dibutuhkan seperti yang dihasilkan.  Untuk "aliran aliran yang cukup kecil" guratan zat pewarna (garis-gurat) akan tetap berbentuk garis yang terlihat jelas selama alur, dengan hanya sedikit saja yang dilepaskan karena difusi molekuler dari zat pewarna ke udara di sekelilingnya. 

Untuk suatu "laju aliran sedang" yang lebih besar, guratan zat pewarna berfluktuasi menurut waktu dan ruang, dan olakan putus dengan kesulitan tak beraturan muncul di sepanjang guratan.  Sementara itu, untuk "laju aliran yang cukup besar" guratan zat pewarna dengan sangat cepat menjadi kabur dan menyebar di seluruh pipa dengan pola yang terkontaminasi.  Ketiga karakteristik ini, yang masing-masing disebut sebagai aliran laminar transisi dan turbulen, diilustrasikan pada kurva-kurva yang disusun pada gambar meninjau komponen x dari kecepatan sebagai fungsi dari waktu pada titik A didalam aliran.  Fluktuasi acak dari aliran turbulen (dengan percampuran partikel vang menghitung) zat yang mendispersikan zat pewarna ke seluruh pipa dan menggunakan tampilan yang lolos dapat diilustrasikan dalam gambar. Untuk aliran laminar di dalam pipa, hanya tersedia satu komponen kecepatan, V ui.  Untuk aliran turbulen komponen kecepatan yang menentang juga searah panjang pipa, tetapi tidak tunak (acak) dan didukung dengan komponen-komponen acak yang normal terhadap sumbu pipa, V = ui + vj + wk. Diharapkan oleh penglihatan kita. Gambar gerak lambat dari aliran dapat diungkapkan lebih jelas sifat tak beraturan, acak dan turbulen dari aliran. Kita tidak membahas tentang jumlah besar sebagai "besar" atau "kecil" seperti "laju aliran yang cukup kecil '.                                                                               (Prihatiningtyas, 2018)

Namun, jumlah tak berdimensi yang cocok harus disetujui dan sifat "kecil" atau "besar" yang terkait dengan pertimbangan. Sebuah besaran adalah "besar" atau "kecil" hanya relatif pada besaran acuan.Perbandingan antara besaran yang dihasilkan berdimensi.Untuk parameter pipa aliran berdimensi yang penting adalah bilangan Reynolds, Re-pengaruh antara efek inersia dan viskos dalam aliran.Dengan demikian pada paragraf sebelumnya, istilah aliran harus diganti dengan bilangan Reynolds, Re pVD / u, di mana V adalah kecepatan rata-rata di dalam pipa.  Artinya, aliran dalam pipa adalah laminar, transisi atau turbulen jika bilangan Reynoldsnya "cukup kecil", "sedang" atau "cukup besar".  Bukan hanya kecepatan fluida yang menentukan sifat aliran-namun kerapatan, viskositas dan diameter pipa juga sama pentingnya. Parameter-parameter ini berkombinasi menghasilkan bilangan Reynolds.Perbedaan antara aliran pipa laminar dan turbulen dan perbandingannya terhadap jumlah tak berdimensi yang sesuai pertama kali dilakukan oleh Osborne Reynolds pada tahun 1883. Kisaran bilangan Reynolds di mana akan memperoleh aliran pipa yang laminar, atau turbulen tidak dapat digunakan sesuai dengan yang diinginkan. 

Transisi yang aktual dari aliran laminar ke turbulen mungkin berlangsung pada berbbagai bilangan Reynolds, tergantung pada sebagian besar aliran bergantung oleh getaran pipa, kekasaran dari daerah masuk, dan hal-hal sejenis lainnya.Untuk masalah teknik pada umumnya (Masalah yang terjadi pada masalah sebelumnya), nilai-nilai berikut cukup memadai: Aliran di dalam pipa bundar adalah laminar jika bilangan Reynoldsnya kurang dari kira-kira 2100. Untuk bilangan Reynolds di antara kedua batas ini, aliran mungkin berubah.                                                             (Munson, 2003)

Prinsip Archimedes didalam fluida, suatu benda akan mengalami gaya tekan ke atas (gaya apung) sebesar fluida yang dipindahkannya atau ditempati oleh benda.Bukti: Pandang elemen fluida yang dilindungi oleh permukaan S. Pada elemen ini bekerja gaya-gaya: Gaya berat W Gaya-gaya oleh bagian fluida yang melindungi permukaan S, yaitu B. Kedua gaya ini saling meniadakan, karena benda dalam keadaan setimbang, atau dengan kata lain jumlah gaya-gaya ke atas = jumlah gaya-gaya ke bawah.  Artinya: Semua gaya pada permukaan S memiliki arah ke atas dan sama besar dengan elemen fluida tersebut dan titik tangkapnya adalah pada titik elemen berat. 

Sekarang elemen fluida diganti dengan benda lain, tetapi dengan permukaan batas S yang sama, dengan demikian tidak akan mengubah gaya-gaya yang datang dari fluida dan bekerja pada permukaan S tersebut, dan gaya besar dengan gaya berat fluida yang dialihkan, sedangkan alur itu berimpit  apung sama. Jika kedua gaya sama besar dengan garis kerja yang berimpit (garis simetris), misalnya tidak ada gaya-gaya luar, benda dapat berada dalam kesetimbangan.  Misalnya: pada kapal selam yang melayang di laut atau terapung di permukaan laut.  Macam-macam kesetimbangan terapung bila benda tidak sempurna dalam cairan pada saat telah mencapai kesetimbangan 1, antara gaya benda berat dan gaya apung (B).  Melayang bila benda sepenuhnya dalanı cairan dan memiliki keseimbangan yang seimbang antara gaya benda berat dan gaya apung (B).  Tenggelam bila benda sepenuhnya berada di udara sanıpai di dasar B jauh lebih kecil dari pada gaya berat benda, kesetimbangan tidak ada.                                                                                                     (Susana, 2018)

Benda yang terapung dalam cairan yang diam dalam keadaan setimbang, maka gaya berat W dan gaya tekan ke atas B sama besar dan berlawanan Arah, sedangkan garis kerja bekerja berimpit (tak ada momen gaya) dan titik tangkap gaya  B. Jika kapal miring (oleng), maka garis simetri yaitu garis kerja gaya berat akan membentuk sudut 0 dengan vertikal, berarti titik tangkap gaya berat (Z) dan gaya tekan ke atas (A) tidak lagi sesuai dengan garis vertikal yang sama.  Jika kapal oleng ke kiri titik A pindah ke sebelah kiri Z, karena udara banyak pindah ke kiri, begitu juga jika oleng ke kanan, A berada disebelah kanan Z, agar momen dapat mengubah posisi kapal ke posisi semula.Jika garis kerja B yang baru diperpanjang maka akan memotong garis simetri di titik M disebut titik metasentrik. Jika M berada diatas Z, maka kapal berada dalam kesetimbangan stabil, artinya tak akan terbalik. Jika M berimpit dengan Z disetujui kesetimbangan netral, jika Mundur di bawah Z maka kesetimbangan labil, dapat terbalik.  Z M disebut metasentrik tinggi.  Dimensi keolengan kapal karena ada beban di atas geladak.  Momen kopel gaya berat W adalah W (ZM) sin 0 disebut momen penegak, untuk menegakkan kapal kembali, dan momen dengan sudut keolengan kapal.  kopel antara B dan W kapal ini akan kopel dari beban: wd cos 0, dengan d lengan kopel beban w dan = keolengan kapal.

 Dengan bantuan simulasi Fasih dan perhitungan sesuai dengan rumus yang akan sangat membantu untuk menyelesaikan yang terjadi, khusus emisi gas buang (CO dan HC) Bahan bakar Gas Liquified untuk Kendaraan (LGV) adalah jenis bahan bakar gas yang sama dengan LPG yang digunakan  dalam rumah tangga hanya berbeda komposisinya, bahan bakar LGV ini sebagai alternatif pengganti bahan bakar minyak. Dikarenakan bahan bakar minyak cadangannya di Indonesia semakin menipis, semakin perlu dikaji dan dikembangkan.Perintisan awal dalam pemasyarakatan penggunaan bahan bakar LGV untuk kendaraan penggerak dibangunnya Stasiun Pengisian bahan bakar LGV diwilayah Jakarta dan DKI Jakarta.Selanjutnya untuk lebih meningkatkan pemasyarakatan penggunaan LGV untuk kendaraan didorong untuk mendukung program langit biru, sesuai dengan surat Menteri Pertambangan dan Energi No. 88 / K / DKPP / 1996 [4].Simulasi dengan fluent dilakukan pada semua spec mixer dari spec-1, spec-2 dan spec- 3 dengan menampilkan masing-masing dengan masing-masing dengan kecepatan dan tekanan aliran.    (Widodo, 2017)

Hal ini dilakukan untuk mengetahui hasil pencampuran yang sudah optimal atau belum.Seperti terlihat pada spec-1 dan spec-3 terlihat pada kontur tekanan khusus, terjadi pencampuran udara-bahan bakar yang belum optimal karena masih ada ruang udara yang belum tercampur homogen.  Hal ini menyebabkan lebih dari suplai gas atau udara yang terlalu kaya atau miskin.  Sementara pada spec-2 dapat diperoleh campuran yang optimal tidak terlihat rongga udara pada tekanan kontur.  Dari uji kendaraan pada dinamometer dilakukan dengan memvariasikan putaran mesin untuk membandingkan antara bahan bakar gas denganpremium.

Untuk uji AFR juga dilakukan dengan variasi kecepatan putaran mesin.  Untuk Uji emisi ini dilakukan pada kondisi transisi iddle.  Dari hasil perhitungan AFR secara matematik dibandin gkan dengan hasil uji kecepatan mesin, mulai dari iddle hingga putaran maksimum.  Untuk uji AFR dengan menggunakan mixer spec-1.  dan spec-2 terlihat masih rendah jika dibandingkan dengan standar AFR pada Gas.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengukur mana kelayakan Kotak fluida statistik (Koflusa) dapat digunakan sebagai media pembelajaran pada materi fluida statistik.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian pengembangan model ADDIE yang terdiri dari lima tahap, yaitu: Analisis (analisis), Desain (desain), Pengembangan (pengembangan), Implementasi (implementasi), dan Evaluasi (evaluasi).  Subjek dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas XI MIA B, lima peserta peserta didik kelas XI MIA C, lima peserta peserta didik kelas XI MIA D, dan lima peserta peserta didik kelas XI MIA F SMA Bina Muda Cicalengka.  Instrumen yang digunakan terdiri dari lembar validasi ahli, lembar uji laboratorium, lembar uji lapangan, dan respons peserta didik.  Koflusa dikembangkan dari Ilmu dalam Kotak yang dibuat oleh Abdurrahman (2016) Ilmu dalam Kotak merupakan alat peraga yang dapat menjelaskan empat sub materi fluida statistik, yaitu: tekanan hidrostatis, Hukum Pascal, Prinsip Archimedes, dan bejana menghubungkan.            

Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan (Litbang Penelitian dan Pengembangan).  Penelitian ini membahas tentang model pengembangan ADDIE.  Model ini terdiri dari lima rak, yaitu (A) analisis, (D) esign, (D) penilaian, (Implementasi, dan (E) penilaian. Model ini dikembangkan oleh Raiser dan Mollenda. Dalam penelitian ini, produk yang dikembangkan terdiri dari alat peraga  fluida dinamis yang dibuat dalam bentuk seperangkat kit laboratorium. Diperlukan untuk mendeskripsikan kemampuan psikomotor mahasiswa yang didukung dengan menggunakan peraga fluida dinamis yang didukung saintekmas menggunakan metode deskriptif. Mahasiswa psikomotor dapat menggunakan tes unjuk kerja atau tes.  Pengumpulan data yang terdiri dari lembar pengamatan kemampuan psikomotor.                                                                               (Dadang, 2016)

Digunakan adalah pengamatan langsung terhadap mahasiswa yang mendukung kemampuan psikomotorik siswa saat praktikum yang disponsori oleh pengamat. Rubrik keterampilan psikomotorik yang digunakan untuk membicarakan tentang hubungan antara a) bergerak (bergerak), b) memanipulasi  (memanipulasi) .c)  berkomunikasi (berkomunikasi) dan d) menciptakan (menciptakan).  Pengamat memberikan skor sesuai yang tertera pada rubrik kemampuan psikomotorik saat siswa melakukan praktikum.  Fisika dasar diharapkan akan lebih menyenangkan dan mudah dipahami oleh siswa jika diminta dengan kegiatan praktikum Dalam fisika dasar yang berkaitan dengan zat yang membahas tentang zat fluida dan gaya yang bekerja membantu yang dinamakan mekanika fluida.  Mekanika fluida terbagi atas fluida statistik dan fluida dinamis.

Dalam kehidupan sehari-hari sering kita melompat dari fluida statistik antara lain hidrolik, pompa hidrolik, dongkrak hidrolik, dan pembuktian keaslian beberapa bahan (menggunakan hukum Archimedes).  Sementara contoh fluida dinamis misalnya saluran pemanas ke dalam ruangan (prinip kontinuitas), prinsip kerja karburator mobil atau motorik, tabung venturi, pemahaman kebocoran dinding tangki (prinsip Bernoulli). 

Penerapan mekanika fluida dalam kehidupan sehari-hari lebih banyak Oleh karena itu penting kiranya  Berdasarkan pengamatan yang dilakukan pada siswa pendidikan fisika Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kh. A. Wahab Hasbullah pembelajaran fisika menggunakan model pembelajaran langsung, dalam pembelajaran guru lebih mementingkan kemampuan kognitif siswa yang tanpa mempertimbangkan kemampuan afektif dan psikomotoris siswa, selain itu kegiatan pelatihanum dilakukan tidak lagi tersedianya laboraturium dan alat praktikum yang memadai. Terkesan dalam materi yang disampaikan dengan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor masih rendah.  Pembelajaran yang mengutamakan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor siswa salah satunya dengan menggunakan praktikum.  Hal ini bertentangan dengan pendapat Arifin yang mengatakan bahwa kegiatan praktikum sebagai penunjang berhasilnya pembelajaran IPA [Tersedianya laboratorium untuk kegiatan praktikum harus dapat mendorong kemampuan kognitif.Psikomotor dan afektif dari mahasiswa.Kegiatan siswa dapat membantu siswa memahami, memahami, dan mengevaluasi hasil pengamatan.Kemampuan psikomotor siswa diperoleh dari kemampuan mereka menggunakan alat praktikum, membaca skala ukur. Hal ini bertentangan dengan pendapat Arifin yang mengatakan bahwa kegiatan praktikum sebagai penunjang berhasilnya.                                                                                                                                                 (Sarojo, 2014)

BAB III

METODOLOGI PERCOBAAN

3.1 Peralatan dan Komponen

3.1.1 Peralatan dan Fungsi

1.      Hydraulic power pack

Fungsi : sebagai sumber energi

2.      Pressure relief valve

Fungsi : untuk mengatur tekanan fluida

3.      4/3 way DCV

Fungsi : mengatur fluida akan melakukan kerja dengan 3 kebebasan yaitu mengarahkan ke kiri, ke kanan dan netral untuk motor dan naik, turun dan netral untuk beban 4kg

4.      4/2 way DCV

Fungsi : mengatur fluida akan melakukan kerja dengan 2 kebebasan yaitu mengarahkan ke kiri atau ke kanan untuk motor dan naik-turun untuk beban 4kg

5.      Counter ballance / squence valve

Fungsi : mengartur tekanan untuk mengurutkan kerja yaitu menggerakkan cylinder hydraulic yang satu dan yang lain

6.      Pilot operated

Fungsi : agar cairan dapat mengalir bebas pada satu arah dan menutup pada arah lawannya

7.      Flow control valve

Fungsi : sebagai media untuk mengontrol atau mengendalikan kecepatan datangnya fluida

8.      Motor

Fungsi : sebagai media untuk menampilkan arah gerak aliran fluida apakah searah jarum jam atau berlawanan arah jarum jam

9.      Beban 4kg

Fungsi : sebagai beban dalam percobaan

10.  Double acting cylinder

Fungsi : tabung yang memiliki 2 fungsi yaitu menaikkan dan menurunkan beban

11.  Selang

Fungsi : sebagai media saluran fluida (air)

      3.1.2  Bahan dan Fungsi

1.    Air (aqua)

       Fungsi :Sebagai bahan fluida yang digunakan


3.2Prosedur Percobaan

1. Disiapkan peralatan yang akan digunakan

2. Dimasukkan air yang bersih ataupun aqua kedalam mesin pompa

3. Hubungkan mesin pompa kehidrolik kita dengan menggunakan selang

4. Rangkai hidrolik kit untuk mendapatkanenergi yang kitabutuhkan

5. Catat setiap rangkaian yang dibuat.

6. Kembalikan alat ketempat semula.



4.2  Analisa Data

1.      Menghitung Kecepatan (v)

1.1  Untuk Beban 128 gr

1.1.1    Pada jarak 50 cm  = 0,5 m

v  = s/t   =  0,5/5,48  = 0,091  m/s

1.1.2    Pada jarak 75 cm  = 0,75 m

            v  =    =  0,75/5,94 = 0,126  m/s

1.1.3    Pada jarak 100 cm= 1m          

            v  =    = 1/7.01  = 0,142  m/s

1.2 Untuk Beban 400,46 gr

1.2.1   Pada jarak 50 cm = 0,5 m

 v  =  s/t  =  0,5/5,5  = 0,09  m/s

1.2.2   Pada jarak 75 cm = 0,75 m

 v  = s/t  =  0,75/5,9   = 0,127  m/s

1.2.3   Pada jarak 100 cm = 1 m

v  = s/t  = 1/7,37  = 0,135  m/s

2.Menghitung Percepatan (a)

    2.1Untuk Beban 128 gr

   2.1.1a1      = 0,091/5,48   =  0,0166m/s2

            2.1.2  a=   = 0,126/5,94    =  0,021m/s2

            2.1.3a3       = 0,142/7,01  =  0,02 m/s2

2.2 Untuk Beban 400,46 gr

                     2.2.1  a1   = 0.09/5,5  =  0,0163  m/s2

2.2.a2   = 0,127/5,9 =  0,021 m/s2

2.2.a3   = 0,135/7,37  =  0,018m/s2

3.  Menghitung Energi Kinetik (Ek)

            3.1  Untuk Beban 128 gr

                     3.1.1   Ek  =    mv2  =  (128) (0,091)2= 0,529 J

                     3.1.2   Ek  =    mv2  =  (128) (0,126)2= 1,016 J

                     3.1.3   Ek  =    mv2  =  (128) (0,142)2= 1,290 J

            3.2  Untuk Beban 400,46 gr

                    3.2.1   Ek  =    mv2  =  (400,46) (0,09)2= 1,621 J

                    3.2.2   Ek  =    mv2  =  (400,46) (0,127)2= 3,229 J

                     3.2.3   Ek  =   mv2  =  (400,46) (0,135)2= 3,649 J

BAB V

KESIMPULAN DAN SARAN

1.1    Kesimpulan

1.    Pengaruh gesekan terhadap kecepatan adalah jika semakin besar gesekan yang dihasilkan oleh kedua benda maka semakin kecil kecepatannya untuk bergerak, dan jika semakin kecil gesekan yang dihasilkan oleh kedua benda, maka semakin besar kecepatannya untuk bergerak.

2.    Pengaruh beban terhadap kecepatan adalah jika semakin berat beban suatu benda maka kecepatannya akan semakin kecil, dan jika semakin ringat beban suatu benda, maka kecepatannya akan semakin besar.

DAFTAR PUSTAKA

Dadang, T. 2016. Redesain Mesin Punch di PT Ometraco Arya Samanta

           Surabaya. Universitas Negeri Surabaya, 22 September 2016

Munson, B.R. 2003. Mekanika Fluida. Jakarta: Erlangga.

             Halaman : 4-7

Prihatiningtyas, S. 2018. Rekonstruksi Alat Peraga Fluida Dinamis Pendekatan

         Sintekmas Terhadap Kemampuan Psikomotor Siswa. Universitas Negeri

         Surabaya, Juni 2018

Sarojo, G. A. 2014. Seri Fisika Dasar Mekanika. Edisi 5. Jakarta: Salemba

          Teknika

          Halaman : 356-359

Susana, W. 2018. Pengembangan Kotak Fluida Statis Sebagai Media   

           Pembelajaran Pada Materi Fluida Statis. Universitas Islam Sunan Gunung

           Djati, Mei 2018

Widodo. 2017. Pengaruh Dimensi Diameter Pipa Inlet Terhadap Pencampuran Udara Bahan              Bakar di Dalam Mixer Untuk Kendaraan Bermotor Berbahan Bakar Gas Terhadap Torsi           dan AFR. Elektra, 1 Juli 2017


Interface Input Output - Laporan Interface - FISIKA

  1.1   Latar belakang Jika I/O yang dipetakan dimemori sedang digunakan, seluruh keempat register itu merupakan bagian dari ruang alamat ...