Selasa, 30 Maret 2021

SPEKTROKOPI GAMMA-Laporan Prak Fisika ATOM

 

BAB I 

PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang

      Pembiasan  cahaya  adalah  peristiwa  penyimpangan  atau  pembelokan  cahaykarena melalui dua medium yang berbeda kerapatan optiknya.Arah pembiasan cahaya dibedakan menjadi dua macam yaitu mendekati garis normal dan menjauhi garis normal.Cahaya yang dibiaskan mendekati garis normal jika cahaya merambat melalui medium kurang rapat ke medium  yang lebih rapat, contohnya cahaya merambat dari udara ke dalam air.Sedangkan  cahaya  yang  dibiaskan  menjauhi  garis  normal  adalacahaya  yang merambat dari medium optik yang lebih rapat ke medium optik yang kurang rapat, contohnya cahaya yang merambat dari dalam air ke udara.

Spektrometer adalah sebuah alat optik untuk menghasilkan garis spektrumcahaya dan mengukur panjang gelombang serta intensitasnya. Adapun prinsip kerja dari spektrometer yang akan digunakan pada praktikum ini adalah cahaya didatangkan lewat celah sempit uang disebut kalimator. Kalimator ini merupakan fokus lensa sehingga cahaya yang diteruskan akan bersifat sejajar, kemudian diteruskan ke kisi untuk kemudian ditangkap oleh teleskop yang posisinya dapat digerakkan. Pada posisi teleskop tertentu yaitu pada sudut  θ,  merupakan  posisi  yang  sesuai  dengan  terjadinya  pola  terang.  Biasanya pembelokan ini terjadi ketika cahaya pindah dari medium satu ke medium yang lain.  Pada prisma cahaya akan dibelokkan dua kali, yaitu ketika masuk dan keluar, sehingga penyebaran cahaya terjadi. Sinar pada prisma tidak semua mengalami penyimpangan yang sama, tetapi kesalahan ini sedikit ketika prisma berada di posisi deviasi minimum.Sinar cahaya yang dipantulkan berada dalam bidang yang samadengan sinar datang dan normal.


1.2  Tujuan Percoba


      1.  Untuk menentukan indeks prisma secara praktikum

 

2.   Untuk menentukan kecepatan dari masing-masing spektrum warna yang dibentuk oleh prisma

3.   Untuk menentukan panjang gelombang spektrum warna yang dibentuk oleh prisma


4.   Untuk membuktikan proses dispersi cahaya pada prisma



BAB II

PEMBAHASAN

Spektrometri gamma didefinisikan sebagai suatu metode pengukuran dan identifikasi unsur-unsur radioaktif di dalam suatu sampel dengan jalan mengamati spektrum karakteristik yang ditimbulkan oleh interaksi sinar gamma yang dipancarkan oleh zat-zat radioaktif tersebut dengan detektor. Metode ini digunakan untuk perhitungan jumlah radiasi untuk masing-masing tingkat atau rentang energi tertentu. maupun penelitian, karena sistem ini dapat melakukan pencacahan secara integral maupun differensial, sekaligus menghasilkan spektrum distribusi energi radiasi. Detektor yang akan digunakan dalam sistem spektroskopi gamma itu haruslah memiliki  kemampuan-kemampuan untuk membedakan energi-energi radiasi. Beberapa modul-modul elektronik yang terdiri dari detektor radiasi gamma (biasanya detektor germanium kemurian tinggi (High purity Germanium sering disebut Hp-Ge) beserta penguat awal (pre-amplifier), suplai tegangan tinggi detektor (High Volatege), penguat pulsa (spectroscopy amplifier), dan penganalisis saluran ganda (Multi Channel Analyzer disingkat MCA) yang biasanya dapat di gabungkandengan seperangkat komputer. Dalam teknologi nuklir, MCA digunakan untuk mengukur spektrum energi sebuah sumber radioaktif, sehingga selanjutnya bermanfaat untuk mengetahui distribusi energi yang dimiliki oleh suatu sumber radioaktif atau mengindentifikasi sebuah sumber radioaktif berdasarkan distribusi energinya yang terukur.

Pada MCA terdapat instrumen analog to digital converter (ADC) yang digunakan untuk menkonversi sinyal analog (amplitudo pulsa) menjadi nilai digital yang sesuai yang dikonversikan ke dalam nomor kanal dan jumlah sinyal disimpan dalam memori pada MCA. Dalam MCA terdapat kanal-kanal yang akan mencatat pulsa sesuai dengan tingginya. Jadi di dalam MCA, tersimpan informasi berupa nomor kanal, tinggi pulsa, dan energi radiasi. Kemudian akan digambarkan kurva yang menghubungkan antara tinggi pulsa dengan jumlah cacahan. Jumlah kanal dalam MCA, tergantung tipa MCA-nya itu sendiri. Pencacahan radiasi menggunakan MCA biasanya dilakukan selama selang waktu tertentu dan selang waktu dalam pencacahan radiasi sangat mempengaruhi hasil pengukuran. Akurasi jumlah cacahan yang ditampilkan oleh sistem spektrometer pada kanal dalam hal ini yaitu jumlah radiasi yang disimpan oleh memori MCA perlu dilakukan pengujian secara regular. Pengujian yang sering dilakukan terhadap MCA yaitu pengujian akurasi dan waktu pencacahan, pengujian koreksi waktu mati, pengujian Diffrensial Non Linearity (DNL) dan pengujian Integral Non Linearity (INL).

Secara ideal, setiap radiasi yang mengenai  detektor akan diubah menjadi sebuah sinyal (pulsa) listrik dengan amplitudo tertentu. Banyaknya radiasi yang dipancarkan oleh sumber radiasi dan terdeteksi oleh detektor akan dapat ditentukan jumlahnya dengan mengukur jumlah pulsa listrik yang dihasilkan. Tinggi sinyal (pulsa) listrik yang dihasilkan detektor menunjukkan energi radiasi sehingga energi radiasi dapat ditentukan dengan mengukur tinggi pulsa listrik yang dihasilkan detektor. Pulsa listrik yang dihasilkan oleh detektor biasanya berbentuk pulsa eksponensial dengan karakteristik waktu munculnya pulsa sangat cepat (sering disebut rise-time) dan waktu jatuhnya pulsa sangat lambat (sering disebut fall-time). Sangatlah sulit untuk mendeteksi atau mengukur tinggi pulsa yang berbentuk eksponensial ini. Amplifier pada perangkat spektrometer mempunyai fungsi untuk mengubah pulsa eksponensial yang dihasilkan detektor menjadi pulsa Gaussian dan mempertkuat amplitudo pulsa agar mempunyai tinggi dengan orde Volt.

Multi Channel Analyzer (MCA) Pengukuran energi radiasi dari zat radioaktif menggunakan MCA dilakukan dengan melakukan perekaman distribusi tinggi pulsa dari partikel yang dipancarkan oleh sumber radioaktif yang terdeteksi oleh detektor. MCA memiliki saluran (kanal) pencacahan ganda yang dibatasi oleh pulse height analysis (PHA). PHA mempunyai fungsi untuk menyaring apakah suatu pulsa dari keluaran amplifier diteruskan ke ADC-MCA atau tidak. Pulsapulsa yang mepunyai amplitudo lebih tinggi dari batas bawah tetapi lebih rendah dari batas atas saja yang akan diteruskan ke dalam ADC-MCA untuk di proses. Pengolahan pulsa pada PHA dilakukan dengan mengelompokkan pulsa yang datang berdasarkan ketinggian pulsa tersebut, dan kemudian menyimpannya pada memori. Bagian utama dari suatu MCA adalah ADC (analog to digital conerter) yang berfungsi untuk menkonversi sinyal analog yang datang (amplitudo pulsa) dan mengubahnya menjadi nilai digital (bilangan biner). Bilangan biner tersebut akan diteruskan ke bagian memori yang  akan menyimpan jumlah dari masing-masing bilangan biner dihasilkan ADC.

Setelah pencacahan pulsa, isi dari memori akan berisi daftar bilangan yang sesuai dengan jumlah cacah pulsa pada tiap tinggi pulsa (nomor salur / kanal) sehingga akan ditampilkan pada layar berupa spektrum radiasi  Walaupun radiasi gamma yang dipancarkan oleh suatu radioisotop bersifat diskrit, namun karenainteraksi radiasi gamma dengan materi detektorlebih dari satu  jenis interaksi, sehingga pada MCA tidak akan muncul satu energi saja. Spektrum yang membawa informasi energi gamma adalah yang berasal dari interaksi fotolistrik. Karena dalam spektrum ini, seluruh energi gamma terserap oleh atom bahan detektor. Oleh karena itu dalam pemilihan jenis detektor yang akan digunakan harus juga memilih detektor dengan bahan yang memilikikemampuan/kemungkinan terjadinya interaksi fotolistrik dengan foton gamma yang tinggi. Jumlah kanal dalam MCA, tergantung tipa MCA-nya itusendiri, saat ini jumlah kanal pada sebuah MCAmempunyai kemampuan 8000 kanal (8K) bahkan ada yang mempunyai kemampuan mencapai 16000kanal (16K) Nomor kanal pada MCA sebanding dengan energi radiasi gamma yang tertangkap oleh detektor.   Semakin besar energi radiasi gamma,semakin besar pula nomor kanal tempat munculnyaspektrum radiasi tersebut, demikian pula sebaliknya. Pada layar MCA akan ditampilkan spektrum radiasi gamma yang muncul pada beberapa nomor salur yang berlainan.

Unjuk kerja sistem spektrometer gamm (MCA) harus diuji untuk mengetahui kelayakan sistem spektrometer untuk analisa suatu cuplikan. Salah satu pengujian unjuk kerja pada perangkat spektrometer gamma adalah pengujian kesetabilan pencacahan yang pada sistem spektrometer gamma disebut dengan pengujian Diffrensial Non Linearity (DNL). Pengujian DNL ini diperuntukkan untuk menguji kemampuan memori pada MCA dalam menyimpan data jumlah pulsa pencacahan. Pengujian DNL pada dasarnya merupakan pengujian akurasi pencacathan hanya saja kalau dalam pengujian akurasi pencacahan dilakukan hanya dilakukan pada kanal-kanal tertentu dari MCA, tetapi dalam pengujian DNL dilakukan pada seluruh kanal-kanal pada MCA secara bersamaan. kestabilan pencacahan (DNL) yang nilai relative kecil.

Unjuk kerja sistem spektrometer gamma (MCA) harus diuji untuk mengetahui kelayakan sistem spektrometer untuk analisa suatu cuplikan. Salah satu pengujian unjuk kerja pada perangkat spektrometer gamma adalah pengujian kesetabilan pencacahan yang pada sistem spektrometer gamma disebut dengan pengujian Diffrensial Non Linearity (DNL). Pengujian DNL ini diperuntukkan untuk menguji kemampuan memori pada MCA dalam menyimpan data jumlah pulsa pencacahan. Pengujian DNL pada dasarnya merupakan pengujian akurasi pencacahan hanya saja kalau dalam pengujian akurasi pencacahan dilakukan hanya dilakukan pada kanal-kanal tertentu dari MCA, tetapi dalam pengujian DNL dilakukan pada seluruh kanal-kanal pada MCA secara bersamaan. Untuk melakukan pengujian DNL dibutuhkan suatu pembangkit pulsa yang dapat menghasilkan sejumlah pulsa yang sama dengan tinggi pulsa yang berbeda-beda agar dapat mengisi semua lokasi memori pada kanal MCA dengan nilai yang sama.                                                                                                                            (Luhur, 2016) 

Pada sistem pencacah konvensional, proses pengukuran (pencacahan radiasi) akan dimulai ketika operator menekan suatu tombol tertentu dan pengukuran akan berhenti setelah selang waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Dalam kegiatan pengukuran berulang, misalnya dalam pengukuran waktu paro nuklida, operator harus selalu melakukan hal yang sama yaitu memulai pencacahan dan mencatat hasil pencacahan secara berulang-ulang. Kegiatan ini akan sangat membosankan, dan akan menimbulkan kesalahan, bila harus dilakukan puluhan kali pengulangan. Dengan perkembangan teknologi perangkat keras saat ini dan diiringi dengan tersedianya perangkat lunak yang semakin mudah untuk digunakan (user friedly) maka sudah saatnya untuk mulai menerapkan kemajuan ini pada sistem pencacah, khususnya untuk keperluan pencacahan berulang.

Dimana untuk menyediakan sistem pencaca berbasiskomputer yang dapat digunakan untuk kegiatan praktikum pencacahan radiasi secara berulang, seperti praktikum pengukuran waktu paro nuklida. Adapun ruang lingkup kegiatan ini meliputi disain dan pembuatan perangkat keras rangkaian elektronik yang berbasis mikrokontroler, pembuatan program untuk mengendalikan peralatan elektronik dan program user interface nya, serta penulisan petunjuk pengoperasiannya. Sebenarnya sistem pencacah ini dapat digunakan untuk berbagai macam detektor, aka tetapi dalam kegiatan ini hanya menggunakan detektor sintilasi Nal(TI) untuk mengukur radiasi gamma. Susunan peralatan suatu sistem pencacah, baik untuk mengukur radiasi alpha, beta, maupun gamma.

Detektor berfungsi sebagai pengubah energi radiasi menjadi sinyal listrik yang kemudian diperkuat oleh amplifier. Diskriminator adalah suatu alat untuk menyaring sinyal listrik yang memasukinya berdasarkan tinggi atau amplitudo. Oleh karena tinggi pulsa listrik sebanding dengan energi radiasi maka dengan kata lain diskriminator berfungsi untuk menyaring radiasi yang masuk berdasarkan energinya. Counter adalah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah pulsa yang diteruskan oleh diskriminator selama selang waktu yang ditentukan oleh timer. Sedangkan HVPS adalah catu daya tegangan tinggi yang dibutuhkan oleh detektor. Sistem pencacah berbasis komputer yang dibuat dalam kegiatan ini juga tersusun atas beberap fungsi seperti di atas, yang membedakannya dengan sistem pencacah konvensional terletak pada diskriminator, counter dan timer. Pada sistem pencacah konvensional operator harus melakukan beberapa langkah sebagai berikut:

Pengaturan batas bawah (lower level) dan batas atas (upper level). Diskriminasi yang dilakukan dengan cara  memutar potensiometer yang ada di diskriminator:

1.   Pengaturan selang waktu pencacahan yang dilakukan dengan memutar potensiometer atau saklar putar yang ada di timer.

2.    Memulai pencacahan dengan menekan tombol yang ada di counter dan timer, juga bila akan menghentikan pencacahan sebelum waktunya, ataupun bila akan menghapus nilai cacahan.

3.     Mencatat nilai cacahan setelah waktu pencacahan telah tercapai.

Terlihat bahwa semua kegiatan di atas aka sangat menjemukan bila harus melakukan pengukuran berulang, apalagi bila hasil pengukuran tersebut akan diolah lebih lanjut menggunakan komputer.  Operator atau penelit harus mengetikkan catatan hasil pengukura tersebut ke dalam komputer. Pada sistem pencacah berbasis komputer ini, semua langkah di atas dilakukan oleh operator dengan menggunakan mouse, keyboard, dan layar monitor komputer, sedangkan hasil pengukuran dapat langsung terekam ke dala memory atau media penyimpanan komputer seperti hard disk.

Pada sistem pencacah berbasis komputer rangkaian diskriminator dilengkapi dengan komponen DAC (digital to analog converter) yang dapat dikendalikan oleh mikro-kontroler sedangkan counter dan timer digantikan oleh mikro-kontroler. Sebuah computer personal diperlukan untuk keperluan human interfac sehingga semua pengendalian dapat

dilakukan melalui komputer.

Perangkat keras merupakan komponen utama dari sistem pencacah ini adalah mikrokontroler. Jenis mikrokontroler yang sudah sangat familiar adalah keluarga MCS51 yang mempunyai banyak variant dengan berbagai karakteristiknya. Untuk keperluan sistem pencacah mr, mikrokontroler yang digunakan sekurang-kurangnya harus mempunyai:

• sebuah masukan interrupt (int 0),

• sebuah masukan counter (counter 0),

• dua buah keluaran digital 8 bit, dan

• komunikasi serial (UART).

Pengoperasian sistem pencacah Instalasi Perangkat Keras Perangkat keras sistem pencacah berbasis komputer ini terdiri atas penguat utama (amplifier), diskriminator, counter, dan timer madul catu daya tegangan tinggi. Untuk menyusun suatu sistem pencacah yang dapat dioperasikan masih dibutuhkan lagi sebuah detektor Nal(TI) dan sebuah komputer personal. Perlu diperhatikan bahwa detektor Nal(TI) yang dapat digunakan disini adalah detektor yang tidak dilengkapi pre amplifier pada PMT nya dan mempunyai tegangan kerja antara 900 - 1.00 Volt, sedangkan komputer personalnya mempunyai komunikasi serial RS 232. Koneksi perangkat keras untuk menginstalasi sistem pencacah ini adalah sebagaiman Setelah sistem pencacah diinstalasi. Maka sistem pencacah dapat dihidupkan dengan prosedur sebagai berikut:

1. Tekan tombol saklar utama 0 berwarna merah sehingga LED merah di atasnya akan

menyala.

2. Putar potensio HV 8 ke kanan, hingga terdengar bunyi klik dan LED kuning diatasnya akan menyala.

3. Lanjutkan memutar potensio HV f) ke kananperlahan-Iahan sampai maksimum.

4. Sistem pencacah siap untuk digunakan.

Untuk mematikan sistem pencacah, ikuti prosedur di atas dengan urutan yang dibalik (Iangkah 3, 2 dan kemudian 1.                                                                                                                      (Tjahyno, 2005) 

Informasi mengenai peluruhan pada beta, seperti pada peluruhan beta, beta yang tertunda oleh gammadan hambatan peluruhan beta akiat probabilitas emisi neutron, dan pada massa nuklir, yang di ketahui memiliki peranan dalam prosesnya. Isotop dengan metode Bρ - E - Bρ, sedangkan pada tahap kedua dilakukan identifikasi partikel menggunakan. Bρ - E dan informasi waktu penerbangan (TOF).  Balok sekunder diperlambat dengan cara dari pengurai aluminium dan berhenti di detektor silikon aktif untuk waktu paruh dan β-delay γ -ray pengukuran.  Sistem akuisisi data independen diperkenalkan untuk pertama kalinya transfer data paralel untuk BigRIPS / ZDS, detektor sinar-β, dan detektor sinar-ray. Tampilan skematik dari pengaturan eksperimental dan tampilan detektor silikon ditunjukkan. Sili detektor con terdiri dari sembilan detektor strip silikon dua sisi (DSSSD: Micron Model W1-1000) tersegmentasi dengan 16 strip pada sumbu horizontal dan vertikal sebagai sistem penghitungan β yang sensitif terhadap posisi tem.  Sistem freezer diperkenalkan untuk mendinginkan DSSSD hingga -25 derajat agar dapat beroperasi untuk percobaan jangka panjang dengan arus bocor minimum.  Isotop yang dihasilkan ditanamkan DSSSD dan kehilangan energinya disimpan di salah satu dari setiap dua DSSSD (kedua, keempat, keenam, dan kedelapan) diukur untuk konfirmasi posisi implantasi berdasarkan peristiwa per peristiwa. Sistem penghitungan β dikelilingi oleh empat detektor germanium tipe semanggi untuk mengukur sinar- dari keadaan isomerik dan keadaan tereksitasi dari inti anak setelah peluruhan β. Stopper aktif dengan sensitivitas posisi memberikan peluang besar untuk melakukan β-delay γ spektroskopi dan di lingkungan sinar koktail.  Sistem penghitungan β baru, WAS3ABi (lebar- berbagai rangkaian stopper strip silikon aktif untuk deteksi beta dan ion), dengan 19.200 segmentasi, memiliki telah dikembangkan untuk memaksimalkan keluaran fisika dalam hubungannya dengan -ray dengan efisiensi tertinggi detektor di RIBF. 

Detektor strip silikon dua sisi. sistem deteksi presisi dan resolusi tinggi yang dioptimalkan untuk fasilitas mereka. Program ilmiah terkait dengan spektroskopi peluruhan telah dimulai, yang bertujuan untuk mengukur waktu paruh peluruhan β dan sinar beta  tertunda dan isomer. Dalam dekade mendatang, beberapa ratus isotop yang tidak diketahui akan dianalisis di RIBF menggunakan spesifikasi- troskopi untuk mendapatkan wawasan tentang evolusi cangkang nuklir, penampilan dan hilangnya sihir, evolusi bentuk di daerah cangkang tengah, dan misteri proses-r masing-masing, pada RIBF terdapat beberapa ratus inti kaya neutron yang diambl pada saat proses-r yang dapat diakses dalam bebrapa dekade mendatang dadn juga didalam inti terdapat parameter bruto yang dipreroleh secara eksperimental yang diharapan dapat meningkatkan prediksi teori.                (Nishimura, 2012)

Ditemukan bahwa beberapa zat yang terbentuk secara alami terdiri dari atom yang tidak stabil yaitu mereka mengalami transformasi spontan menjadi atom produk yang lebih stabil.  Zat-zat tersebut dikatakan radioaktif dan proses transformasi dikenal sebagai peluruhan radioaktif.Peluruhan radioaktif biasanya disertai dengan emisi partikel bermuatan dan sinar gamma.Fakta bahwa beberapa unsur radioaktif secara alami pertama kali disadari oleh Becquerel pada tahun 1896. Dia mengamati menghitamnya emulsi fotografis di sekitar senyawa uranium.Ini kemudian dikaitkan dengan radiasi yang dipancarkan oleh uranium. Dalam sepuluh tahun berikutnya karya eksperimental yang luar biasa dari Rutherford dan Soddy, M. dan Mme Curie dan lainnya menetapkan fakta bahwa inti tertentu tidak sepenuhnya stabil.Radiasi inti yang tidak stabil ini memancarkan tiga jenis utama, yang disebut radiasi alfa, beta, dan gamma.

Radiasi- Radiasi alfa, beta dan gamma, radiasi alfa (a) ditunjukkan oleh Rutherford dan Royds terdiri dari inti helium yang terdiri dari dua proton dan dua neutron.Keempat partikel ini terikat bersama begitu erat sehingga partikel alfa berperilaku dalam banyak situasi seolah-olah itu adalah partikel fundamental.Sebuah partikel- memiliki massa 4 dan membawa dua unit muatan positif. Radiasi beta terdiri dari elektron kecepatan tinggi yang berasal dari nukleus.Elektron nuklir ini memiliki sifat yang identik dengan elektron atom, yaitu memiliki massa1/1840  dan membawa satu unit muatan negatif.  Jenis lain dari radiasi beta ditemukan oleh C. D. Anderson pada tahun 1932. Radiasi ini terdiri dari partikel dengan massa yang sama dengan elektron tetapi memiliki satu unit.

Muatan positif, dan dikenal sebagai radiasi positron.Meskipun kurang penting dari sudut pandang perlindungan radiasi daripada partikel- negatif, pengetahuan tentang positron diperlukan untuk memahami mekanisme peluruhan radioaktif tertentu.Radiasi beta ditandai  (elektron) atau * (positron).Dalam penggunaan sehari-hari istilah radiasi beta biasanya mengacu pada jenis negatif, radiasi P Gamma termasuk kelas yang dikenal sebagai radiasi elektromagnetik.Jenis radiasi ini terdiri dari kuanta atau paket energi yang ditransmisikan dalam bentuk gerakan gelombang.Anggota terkenal lainnya dari kelas radiasi ini adalah gelombang radio dan cahaya tampak.Jumlah energi dalam setiap kuantum terkait dengan panjang gelombang radiasi. Ditemukan dari percobaan bahwa Ec 1/2 di mana Eis adalah energi dari kuantum atau foton radiasi elektromagnetik dan 2 adalah panjang gelombangnya.Panjang gelombang radiasi elektromagnetik sangat bervariasi, seperti yang diilustrasikan dalam.                                                                                                            (Martin, 1979)

BAB III 

METODOLOGI PERCOBAAN 

 

3.1  PeralatandanBahan

 

3.1.1   Peralatan

1.      Power Supply/High Voltage

Berfungsi:         sebagai sumber tegangan tinggi

2.      DetektorNaI(Tl)

Berfungsi :        sebagai untuk mendeteksi radiasi, mencacah jumlah partikel

radioaktif dan energy radiasi

3.      Absorber Pbdan Fe

Berfungsi :        sebagai penyerap radiasi yang dipancarkan unsurr adioaktif

4.      CPU

Berfungsi :        sebagai unit control sebagai pengatur jalannya suatu program

5.      Register

Berfungsi :        sebagai penyimpan instruksi yang diberikan.

6.      ALU (Aritmatika Logic Unit)

Berfungsi :        sebagai pemproses instruksi aritmatika pada program

7.      Praamplifierdan amplifier

Berfungsi :        sebagai penguat sinyal / pulsa yang dimunculkan unsur Cs-137

dan unsur X yang dideteksi

8.      PMT

Berfungsi :        untuk memutus arus ketika terdapat beban.

9.      Monitor

Berfungsi :        sebagai layar penampil hasil deteksi

10.  Mouse

Berfungsi :        sebagai alat pendukung computer untuk menggerakkan kursor.

11.  MCA

Berfungsi :        sebagai alat pencacah

12.  Keyboard

Berfungsi :        sebagai alat untuk memasukkan input

 

3.1.2   Bahan

1.         Co-60

Berfungsi :       sebagai sumber radioaktif beta

2.         Cs-137

Berfungsi :       sebagaisumber radiasi sinar gamma

 

3.2  ProsedurPercobaan

 

3.2.1   Kalibrasi MCA

1.         Disiapkan peralatan yang akan digunakan dalam percobaan.

2.         Dihubungkan detektor NaI(TI) kealat cacah.

3.         Dihidupkan pencacah dan ditunggu beberapa menit sehingga tegangan sebesar  

1000 volt .

4.         Diletakkansumberradioaktif Cs-137 danbahan-bahan X dan ukur cacah dan laju cacah.

5.         Dihitung besar energi yang dihasilkan unsur Cs-137 dan bahan X.

6.         Ditentukan unsur dan bahan X dengan membandingkan hasil dari energi yang dihasilkan dalam buku text book (Kaplan).

7.         Dicatat hasil cacahannya pada kertas data percobaan.

 

3.2.2 MenentukanInteraksiDengan Cs-137, CacahLatarBelakang (Background), CacahInteraksiDengan Absorber Fe Dan Absorber Pb

1.      Disiapkan peralatan yang akan digunakan dalam percobaan.

2.      Disusun rangkaian percobaan.

3.      Dimasukkan Cs-137 dan dihitung cacah interaksinya.

4.      Diletakkan Pb sebagai absorbernya.

5.      Divariasikan tegangan dari 0-900 Kev.

6.      Dicatat jumlah cacah yang dihasilkan.

7.      Diukur cacah untuk interaksi Cs-137 dengan menggunakan Fe dan back ground.

8.      Dicatat jumlah cacah yang dihasilkan pada kertas data percobaan. 

3.3 Gambar Percobaan

 (Terlampir)


DAFTAR PUSTAKA

Hendriyanto, H. T. 2005. Sistem Pencacahan Berbasis Komputer. Indonesia : Widyanuklida. 

            6(2)

            Halaman: 26-35

Luhur, N. 2016. Evaluasi Unjuk Kerja Memori Sistem Spektrometer Gamma.Tanggerang

           Selatan:Pusat Rektor Serba Guna.

           Halaman : 112-114

Nishimura, S. 2012. Beta-Gamma Spectroscopy at RIBF. Japan: RIKEN Nishina Center.

            Pages: 3-11

Interface Input Output - Laporan Interface - FISIKA

  1.1   Latar belakang Jika I/O yang dipetakan dimemori sedang digunakan, seluruh keempat register itu merupakan bagian dari ruang alamat ...